The Color Run 2018 Bius Masyarakat dari Semua Kalangan The color Run mewarnai Jakarta. (foto:now Jakarta)

ADA yang berbeda dari pemandangan Gelora Bung Karno Minggu (16/9) pagi. Jalanan Gelora Bung Karno berubah menjadi warna-warni. Tak hanya jalanan yang diselimuti bubuk pelangi, pakaian para pelari maraton yang tergabung dalam The Color Run pun tak terlepas dari warna-warni. Mereka menyebutnya sweat rainbow.

the color run
Berbagai kalangan mengikuti The Color Run. (foto: MP/iftinavia Pradinantia)

Acara yang diselenggarakan CIMB ini tak hanya disambut baik oleh mereka yang hobi lari. The Color Run diperuntukkan kepada siapa saja dari berbagai kalangan, berbagai usia, hingga berbagai kewarganegaraan. Semua kalangan baik tua maupun muda menyambut acara tersebut. Beberapa peserta yang tergabung dalam The Color Run bahkan ada balita berusia 2 tahun. Meskipun diadakan di Jakarta, pesertanya pun beraneka ragam. Beberapa ekspatriat asal India dan Australia juga turut menyemarakkan The Color Run. Antusias masyarakat yang besar akan gelaran The Color Run membuat acara ini telah diselenggarakan untuk kelima kalinya.

Presiden Direktur PT Bank CIMB sekaligus Ketua Penyelenggara The Color Run, Tigor M Siahaan menuturkan the Color Run juga bersifat inklusif. Artinya, acara tersebut juga melibatkan orang-orang disabilitas. “Tak hanya sebagai peserta, kami melibatkan teman-teman disabilitas untuk menjadi panitia,” ujar Tigor. Orang-orang disabilitas juga tampak disekitar garis start guna menjaga ketertiban peserta. Kursi roda yang digunakan tak mampu menghalangi semangat mereka dalam menyemarakkan The Color Run.

the color run
Tak hanya lari, The Color Run juga menggelar charity. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

“Kegiatan ini tak hanya sebatas lari 5 kilometer. Dengan menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga dan energi positif, semua orang bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan,” ucapnya.

Dengan mengusung tema Hero tour, acara tersebut mengajak kita untuk memilih gaya hidup sehat yang penuh kegembiraan. “Di acara ini kita juga ingin mengajak orang-orang bahwa berangkat dari keyakinan, setiap orang bisa mengejar mimpi,” tuturnya.

Selain lari maraton, sikap pahlawan para peserta ditunjukkan dengan penyerahan donasi sebesar Rp 150 juta untuk Palang Merah Indonesia. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk perbaikan fasilitas kesehatan dan pengadaan air bersih (Program WASH).(avi)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH