'The A-Team' Inspirasi Jiwa Penolong 'Danrem Terbaik 2016' Jenderal Maruli

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 30 November 2023
'The A-Team' Inspirasi Jiwa Penolong 'Danrem Terbaik 2016' Jenderal Maruli
Pelantikan Jenderal Maruli Simanjuntak jadi KSAD. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Sosok Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) Maruli Simanjuntak yang telah dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ternyata bukan perwira sembarangan. Banyak sekali capaian prestasi dan penghargaan yang telah diraihnya.

Tercatat, Maruli Simanjuntak memiliki deretan koleksi brevet TNI yang tersemat di seragamnya. Di antaranya Brevet Komando Kopassus, Brevet Cakra Kostrad, Brevet Para Utama, Brevet Setia Waspada Paspampres, Brevet Alumni Seskoad, hingga Brevet Kualifikasi Taipur.

Baca Juga:

Presiden Jokowi Sebut Letjen Maruli Simanjuntak Salah Satu Kandidat KSAD

Tak kalah sangar, Maruli juga memiliki beberapa brevet dari militer asing, seperti Special Forces Distinctive Unit Insignia (US Army), Master Parachutist Badge (Royal Thai Army), Master Parachutist Badge (Singapore Army), dan Advanced Military Free Fall Parachutist Badge (Singapore Army).

Bahkan, perwira tinggi TNI lulusan Akmil 1992 itu, pernah terpilih sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional pada 2016 silam. Saat itu, Maruli masih berpangkat Kolonel Inf dan menduduki jabatan Danrem 074/Warastratama Surakarta.


Penghargaan bergengsi tersebut langsung diserahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kala itu, Jenderal Mulyono kepadanya pada apel Danrem dan Komandan Kodim (Dandim) 2016 seluruh Indonesia di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD Bandung, tepatnya pada 14 November 2016 lalu.


Meski meraih penghargaan tertinggi, tidak membuat Maruli besar kepala. Sosok yang pernah bergabung sebagai anggota korps Kopassus selama 20 tahun lebih itu menegaskan dirinya hanya menjalankan tugas dan doktrin sebagai seorang prajurit

"Tidak ada yang istimewa, artinya saya hanya menjalankan apa yang menjadi doktrin kerja tentara yang telah saya hayati dan mendarah daging selama puluhan tahun bertugas. Doktrin itu adalah 'rencanakan, siapkan, laksanakan, evaluasi'. Dari evaluasi dilakukan, kerja berikutnya juga dengan tahapan 'rencanakan, siapkan, laksanakan, evaluasi'," ungkap Maruli kala itu kepada wartawan.


Akibat doktrin tentara yang sudah tertanam kuat di dalam dirinya itu, wajar bila Maruli selalu sukses memberikan yang terbaik saat mendapatkan penugasan di berbagai satuan selama ini.


Baca Juga:

Sosok KSAD Mesti Punya Chemistry dengan Jokowi, Nama Maruli Simanjuntak Potensial

Lahirnya Jiwa Penolong


Namun siapa sangka, ternyata ada kisah unik di balik karier ketentaraan mantan Komandan Paspampres itu. Terang-terangan, Maruli mengakui perjalanan kariernya ini justru terinspirasi dari cerita Robin Hood dan film The A-Team.


"Zaman dulu lucu juga karena saya senang sekali dengan cerita-cerita Robin Hood, menolong masyarakat. Juga saya senang dengan cerita-cerita film A Team," ungkap Maruli, kepada media, Sabtu (4/11).


The A-Team merupakan serial yang tayang di televisi nasional pada medio awal 1990-an. Serial bertema komedi laga ini menceritakan aksi petualangan 5 tentara veteran perang Vietnam yang dikejar-kejar polisi dan militer AS, karena difitnah atas kejahatan yang tidak mereka lakukan.

Kelima veteran itu dipimpin Kol. John 'Hannibal' Smith, dengan anggotanya Lt. Templeton 'Faceman' Peck, Sersan B.A 'Bad Attitude' Baracus, dan Kapten H.M. 'Howling Mad' Murdock. Selama pelarian itu mereka bekerja sebagai tentara bayaran, tetapi dengan tujuan menolong dan membantu orang-orang yang tertindas.

Pada 2010 lalu, serial The A-Team ini sempat dibuat versi layar lebar. Namun, produser Stephen J. Cannell memodernisasikan plot film, dengan menjadikan personel The A-Team sebagai veteran Desert Storm. The A-Team versi kekinian itu juga lebih mengarah ke genre film laga serius mirip-mirip gaya film Die Hard.

Tak hanya terinspirasi dari film, Maruli mengaku kagum dengan sosok Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang turut menyelesaikan masalah di masyarakat.


"Jadi dulu di tengah-tengah masyarakat itu kalau ada permasalahan itu zaman-zaman saya kecil itu, Babinsa yang menyelesaikan permasalahan. Saya pikir boleh juga nih jadi tentara," imbuh pria kelahiran Bandung 53 tahun lalu itu, atau tepatnya 27 Februari 1970.

Kekaguman kepada jiwa penolong kepada babinsa dan tokoh-tokoh film favoritnya itu juga mungkin yang membuat Maruli saat menjabat Danrem 074/Warastratama Surakarta sering kali turun hingga ke pelosok untuk melihat, mendengar, serta memetakan langsung masalah di wilayahnya.

Baca Juga:

Deretan Prestasi Strategis Letjen Maruli Simanjuntak Calon Kuat KSAD


Selama Diawali dengan Niatan Baik


Hobi motor trail, ternyata sangat membantu bagi Maruli untuk mewujudkan gagasannya itu. Dia bisa lebih sering berada di desa-desa terpencil di kawasan Surakarta yang terdiri dari enam kabupaten dan satu kota, untuk melihat dan mendengar langsung keluhan petani dalam menggarap lahan pertaniannya.


Berdasarkan temuan lapangan, Maruli mulai memikirkan ada yang kurang dalam hal intensifikasi budi daya pertanian, serta kendala pengairan khusunya untuk sejumlah kawasan sawah tadah hujan. Dari situ, dia mulai menggagas pembuatan sejumlah dam kecil serta embung penampungan air sebagai solusi.


Air hasil tampungan lalu dinaikkan dengan pompa hidrolik untuk mengairi lahan pertanian warga di kawasan bukit. Pengerjaan dilakukan jajaran korem bersama masyarakat, sedangan dananya didapat dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan atau donatur pribadi.


"Apalagi dengan posisi itu saya merasa punya keleluasaan dan kesempatan bisa bertemu dengan banyak pihak untuk mewujudkan gagasan itu. Saya berusaha menjadi penghubung antara para kepala daerah, pimpinan BUMN, pengusaha, orang-orang berkecukupan, hingga warga masyarakat khususnya para petani," tutur dia.


Alhasil, saat menjabat sebagai Korem 074/Warastratama, Maruli dan jajarannya bahu-membahu bersama warga, telah berhasil membangun 17 buah bendung, 6 buah tanggul, dan 3 buah embung. Kesemuanya tersebar di sejumlah desa di Wonogiri, Klaten dan Sukoharjo.


Untuk intensifikasi budi daya mulai dikembangkan pembibitan tanaman produktif selainnya padi. Antara lain penanaman 1,3 juta bibit pohon sengon, 20 ribu bibit pohon pisang, 5 ribu bibit pohon sirsak, 5 ribu bibit pohon jambu kristal, 5 ribu bibit pohon durian jenis musang king, serta 3 ribu bibit pohon srikaya. Kesemuanya dibagikan secara cuma-cuma kepada warga untuk ditanam di lahan yang selama ini dibiarkan kosong.


Adagium 'hasil tidak akan mengkhianati usaha' memang benar adanya. Upaya nyata Maruli bersama jajaran Danrem 074/Warastratama Surakarta berhasil turut membantu meningkatkan kesejahteraan para petani setempat. Keberhasilan itu juga yang akhirnya berujung penghargaan Danrem Terbaik 2016 dari TNI AD.


"Dalam keyakinan saya, selama ada niatan baik ketika kita melaksanaan sebuah pekerjaan maka tangan Tuhan akan membantu. Saya yakin sepenuhnya dengan itu. Saya ingin menunjukkan bahwa kita mampu. Di padang pasir saja orang bisa berkebun," ungkap Maruli yang kini menyandang pangkat 4 bintang di pundaknya itu. (*)

Baca Juga:

Letjen Maruli Simanjuntak Ungkapkan Kesiapannya jika Ditunjuk Jadi KSAD

#Letjen Maruli Simanjuntak #KSAD #TNI #TNI AD
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Bagikan