TGPF Kasus Novel Akan Sampaikan Hasil Dalam Waktu Dekat, Tapi... Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Ist)

MerahPutih.com - Tim pakar gabungan investigasi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan akan mengumumkan hasil rekomendasi penyelidikannya.

"Akan menyampaikan hasilnya secara komprehensif. Nanti akan didampingi dari Divisi Humas dan Bareskrim," ujar Karopenmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (15/7).

Baca Juga: Mabes Polri Pastikan Iwan Bule Tak Terlibat Kasus Novel Baswedan

Apapun hasil rekomendasi nantinya akan dipakai tim teknis yang khusus dibentuk oleh Bareskrim Polri. Hal itu tak lain guna mengungkap kasus ini.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

"Rekomendasinya apa nanti akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Bareskrim yang tangani kasus tersebut," katanya.

Namun, dalam hasil rekomendasi itu belum akan mengumumkan sosok tersangka. Meski begitu dia menegaskan hasil investigasi selama enam bulan itu akan berguna bagi langkah lanjut penyidikan di Polri.

"Tentunya masih belum (ada tersangka) masih dalam proses penyidikan yang lebih mendalam lagi," katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK Sumbang Sepeda untuk Pengungkap Kasus Novel Baswedan

Menurut Dedi, hasil tim gabungan pakar itu hanya bersifat rekomendasi. "Mereka investigasi ini sifatnya terbuka secara umum saja kemudian temuannya itu rekomendasi kepada pihak kepolisian," ujar Dedi.

Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa 11 April 2017. Ketika itu, Novel usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kapolri lantas membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta pada 8 Januari 2019. Namun, hingga 7 Juli 2019 kasus belum juga terang. (Knu)

Baca Juga: Novel Baswedan Ungkap Alasan Penuntasan Kasusnya Pengaruhi Pemberantasan Korupsi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pilkada Serentak, Begini Sistem Pengamanan Selama Kampanye hingga Pemungutan Suara
Indonesia
Pilkada Serentak, Begini Sistem Pengamanan Selama Kampanye hingga Pemungutan Suara

perasi Mantap Praja mulai digelar untuk mengamankan Pilkada Serentak 2020.

Kak Seto Klaim Banyak Anak-Anak Stres Belajar di Rumah Gegara Orang Tua
Indonesia
Kak Seto Klaim Banyak Anak-Anak Stres Belajar di Rumah Gegara Orang Tua

Orang tua juga mohon memahami potensi putra-putri yang saling berbeda

APBD 2020 Terkuras karena Corona, Pemprov DKI Pastikan Nasib Tenaga Kontrak Aman
Indonesia
APBD 2020 Terkuras karena Corona, Pemprov DKI Pastikan Nasib Tenaga Kontrak Aman

"Dia setahun sekali diperpanjang. Ga ada masalah, dari 130.000 PJLP itu ga ada masalah," terangnya.

Akhir Tahun, Pertamina Uji Coba Avtur Campuran Sawit
Indonesia
Akhir Tahun, Pertamina Uji Coba Avtur Campuran Sawit

Beberapa perusahaan dunia sudah dapat mengolah minyak sawit menjadi green diesel dan green avtur, namun untuk green gasoline baru Pertamina.

Sekda DKI Akui BP BUMD Tak Teliti Seleksi Donny Saragih Jadi Dirut TransJakarta
Indonesia
Sekda DKI Akui BP BUMD Tak Teliti Seleksi Donny Saragih Jadi Dirut TransJakarta

"Kurang teliti, di bagian yang seleksinya, BP BUMD," kata Sekda Saefullah

Pemprov DKI Siapkan Skenario Penanganan Jika Pasien COVID-19 Melonjak
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Skenario Penanganan Jika Pasien COVID-19 Melonjak

Skenario yang disiapkan dibagi 3 kelompok mereka yang terindikasi positif

Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter
Indonesia
Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter

Firli akan menghadiri agenda sidang oleh Dewas KPK

Isu SARA dan Hoaks Masih Jadi Ancaman di Pilkada 2020
Indonesia
Isu SARA dan Hoaks Masih Jadi Ancaman di Pilkada 2020

Menurut Asep, treen booming penyebaran hoax terlihat sejak Pilkada DKI 2017, Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 lalu.

Viral Ribuan Pendaki Gunung Lawu Berjubel di Pintu Masuk Pendakian Candi Cetho
Indonesia
Viral Ribuan Pendaki Gunung Lawu Berjubel di Pintu Masuk Pendakian Candi Cetho

Total yang tercatat di posko ada 1.300 orang pendaki pada Sabtu kemarin.

MUI Wajibkan Zakat, Infak dan Sedekah Digunakan untuk Penanggulangan COVID-19
Indonesia
MUI Wajibkan Zakat, Infak dan Sedekah Digunakan untuk Penanggulangan COVID-19

Termasuk masalah kelangkaan APD, masker, kebutuhan pokok masyarakat terdampak