Tewasnya Pemimpin ISIS Jadi Motif Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Polisi melakukan penjagaan di sekitar Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

MerahPutih.com - Serangan teror bom bunuh diri yang melibatkan Agus Sujatno di Polsek Astanaanyar, Bandung dinilai bermotif ideologi politik.

Pengamat intelijen Stanislaus Riyanta menduga, motif pelaku berkaitan dengan ISIS hingga pengesahan KUHP.

Stanis menyebut, aksi terorisme Agus Sujatno setidaknya timbul karena dua faktor, yakni faktor pendorong dan penarik.

Baca Juga:

Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Aipda Sofyan Korban Tewas Bom Bunuh Diri Astanaanyar

Faktor pendorongnya berkaitan dengan kabar tewasnya pemimpin ISIS, Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi dalam sebuah pertempuran pada 30 November 2022.

Agus adalah bagian dari JAD (Jamaah Ansharut Daulah), yang sudah bersumpah setia kepada pemimpin ISIS.

Ketika pemimpinnya tewas, tentu banyak seruan untuk melakukan aksi balas dendam atau aksi yang lain, terutama aksi kepada kelompok-kelompok yang mereka anggap musuh.

"Faktor pendorongnya adalah tewasnya pemimpin ISIS," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/10).

Sementara, faktor penarik yang memicu Agus Sujatno melakukan aksi bom bunuh diri yaitu pengesahan KUHP yang dilakukan DPR baru-baru ini.

Ada juga faktor penarik, yaitu isu-isu di pemerintah yang semakin menguatkan dia untuk melakukan perlawanan kepada pemerintah.

"Dia menemukan isu itu yaitu isu tentang pengesahan KUHP," tutur Stanislaus.

Baca Juga:

Pelaku Teror Pasang Paku di Bom Rakitan yang Meledak di Polsek Astanaanyar

Dugaan tersebut diperkuat dengan motor milik pelaku yang ditemukan tulisan berbau provokatif.

Di luar itu, Stanislaus juga menyinggung Agus Sujatno yang tidak menjalani program deradikalisasi.

Menurutnya, hal itu juga menjadi faktor yang membuat pelaku masih memiliki pemikiran ekstrem.

"Karena dia tidak mengikuti program deradikalisasi dan dia memang masih merah," ungkap Stanis.

Sementara itu, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD meminta aparat penegak hukum harus meningkatkan kewaspadaan usai kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar.

"Waspada, satu aparat, polisi, Densus, BNPT dan lainnya. Meningkatkan kewaspadaan karena ternyata jaringan teroris masih ada," ungkap Mahfud.

Berkaca pada kejadian ini, Mahfud meminta masyarakat lebih paham jika aparat penegak hukum melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku terorisme.

Sebab, sikap tegas terkadang perlu dilakukan mengingat terorisme sebagai kejahatan kemanusiaan.

"Memang jaringan terorisnya masih ada, karena kan terkadang ada yang nyinyir, kalau kita menangkap teroris dianggap sewenang-wenang tapi kalau tidak ditangkap dibilang bodoh atau lalai," tuturnya.

Menurut Mahfud, tindakan preventif dan antisipatif dalam penanganan terorisme perlu dilakukan.

Dia berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan negara terkait pencegahan aksi teror.

"Kita bekerja sama karena ini negara bersama dan teroris itu adalah musuh kemanusiaan, bukan pejuang agama apa pun," tutup Mahfud. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Periksa 3 Anggota Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Astanaanyar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Status Gunung Anak Krakatau Level III, Evakuasi Warga Belum Dilakukan
Indonesia
Status Gunung Anak Krakatau Level III, Evakuasi Warga Belum Dilakukan

Hingga saat ini BNPB masih mengamati aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

BPOM Awasi Peredaran Pangan di Sekitar Lokasi KTT G20
Indonesia
BPOM Awasi Peredaran Pangan di Sekitar Lokasi KTT G20

Pengawalan keamanan pangan mengacu pada Keputusan Kepala BPOM Nomor HK.04.01.1.22.05.19.1573 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengawalan Keamanan Pangan Presiden, Wakil Presiden, dan Tamu Negara.

Ketua DPD RI Sebut Biang Masalah Solar ada di BPH Migas
Indonesia
Ketua DPD RI Sebut Biang Masalah Solar ada di BPH Migas

Biang masalah kelangkaan bahan bakar jenis Solar subsidi di Indonesia adalah karena penetapan kuota yang dibuat BPH Migas yang salah. Demikian dikatakan Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti, dalam agenda kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (31/3).

Manfaat Forum G20 untuk Ekonomi Indonesia
Indonesia
Manfaat Forum G20 untuk Ekonomi Indonesia

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra menerangkan, bahwa forum G20 ini memiliki dampak langsung kepada ekonomi Indonesia.

Pekerja Jalan Trans Bintuni Maybrat Papua Barat Diduga Dibantai
Indonesia
Pekerja Jalan Trans Bintuni Maybrat Papua Barat Diduga Dibantai

Saat ini tim Polri dan TNI sedang berangkat menuju TKP guna memastikan kejadian serta melakukan evaluasi.

[HOAKS atau FAKTA]: Hujan Badai, Pohon-Pohon di Alam Sutera Tumbang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hujan Badai, Pohon-Pohon di Alam Sutera Tumbang

Video tersebut tersebar luas di grup WhatsApp dengan narasi peristiwa beberapa pepohonan tumbang terjadi hari ini.

Dasco ke Sandiaga: Kalau Masih Kader Gerindra Dukung Prabowo di Pilpres 2024
Indonesia
Dasco ke Sandiaga: Kalau Masih Kader Gerindra Dukung Prabowo di Pilpres 2024

"Patuh pada mekanisme partai dan apa yang disampaikan ketum kan harusnya sudah jelas bahwa kita rapimnas itu sudah pasti mencalonkan Pak Prabowo. Tidak ada kader Gerindra yang kemudian ikut mencalonkan di partai lain," kata Dasco

Polri Selidiki Hubungan Lukas Enembe dengan Anton Gobay
Indonesia
Polri Selidiki Hubungan Lukas Enembe dengan Anton Gobay

Beredar di media sosial sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah orang yang tengah berfoto dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Elite PKB Sebut Cak Imin-Prabowo Paket Komplet
Indonesia
Elite PKB Sebut Cak Imin-Prabowo Paket Komplet

Hubungan koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra belakangan semakin lengket.

Pengamat: Ganjar Pancing Konflik dengan PDIP untuk Raih Simpati Publik
Indonesia
Pengamat: Ganjar Pancing Konflik dengan PDIP untuk Raih Simpati Publik

Pengamat menilai Ganjar terlihat manuver melalui rekayasa permusuhan, artinya PDIP sejatinya tidak ada persoalan, tetapi Ganjar memancing agar konflik itu mengemuka.