Tetap Waspada Meskipun Pandemi COVID-19 Dinyatakan Berakhir

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 10 Mei 2023
Tetap Waspada Meskipun Pandemi COVID-19 Dinyatakan Berakhir
WHO mengumumkan COVID-19 tidak lagi sebagai darurat kesehatan global. (Unsplash/JC Gellidon)

WORLD Health Organization (WHO) mengumumkan pandemi COVID-19 tidak lagi sebagai darurat kesehatan global. Pernyataan tersebut merupakan langkah besar untuk mengakhiri pandemi yang muncul tiga tahun lalu.

BBC menuliskan, kemunculan vaksin menjadi titik balik utama dalam pandemi COVID-19. Menurut WHO, 13 miliar dosis telah diberikan dan memungkinkan banyak orang terlindungi dari penyakit serius dan kematian.

Baca Juga:

Migrain saat Hamil Bisa Jadi Pertanda Komplikasi Penyakit

pandemi
Meski COVID-19 telah berakhir, masyarakat tetap harus cerdas dalam melakukan adaptasi. (Pexels/Karolina Grabowska)

Namun, epidemiolog Universitas Andalas Padang Defriman Djafri menghimbau untuk agar masyarakat dapat tetap waspada. Ia mengatakan akan tetap ada ancaman ke depannya karena perubahan iklim dan beberapa faktor lain yang sangat kompleks. Ancaman itu bisa dihadapi dengan bekal pengalaman tiga tahun belakang ini.

“Kita melihat bahwa dari evaluasi yang dilihat secara global maupun juga emergency-nya mungkin sudah bisa diputuskan untuk berakhir,” kata Defri dikutip ANTARA.

Meski status darurat pandemi COVID-19 telah resmi berakhir, masyarakat tetap harus cerdas dalam melihat informasi dan melakukan adaptasi. Apabila ke depannya muncul ancaman baru, masyarakat pun tidak mudah panik dan bisa mengatasinya dengan baik.

Defri berharap agar epidemiolog dan seluruh bidang ilmu lainnya tetap bersinergi untuk menghadapi ancaman penyakit yang sifatnya menular di kemudian hari. Jika masyarakat memiliki pengetahuan yang cerdas untuk pandemi dan adaptasinya, Defri yakin penanganannya tidak akan sesulit ini dan tidak akan ada pembatasan yang berjilid-jilid.

Baca Juga:

Bukan Hanya Air Putih, Minuman ini Baik Untuk Menghidrasi

covid
Masker akan menjadi pencegahan yang efektif untuk penularan melalui droplet. (Unsplash/Mika Baumeister)

Tak hanya itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker di tempat-tempat tertentu dengan tujuan untuk melindungi kesehatannya.

“Masker yang digunakan itu kan sebenarnya upaya pencegahan agar memang secara dini atau personal equipment yang bisa melindungi kita, mencegah terjadinya transmisi. Nah, transmisi yang dilihat adalah penularan dari orang ke orang melalui droplet ini,” jelasDefri.

Jika model penyakit dan infeksi dengan jalur penularan yang sama, tentunya masker akan lebih efektif untuk mencegah hal itu. Namun, tidak ada yang dapat memastikan bagaimana ancaman ke depannya terjadi.

Terakhir, Defri menerangkan masyarakat perlu mengingat bahwa semakin banyak berinteraksi, maka mutasi virus akan mungkin terjadi. Maka itu, tidak ada salahnya apabila masyarakat tetap menjaga diri meskipun status darurat COVID-19 telah berakhir. (vca)

Baca Juga:

Kram Perut tapi Tidak Haid, Benarkah Tanda Kehamilan?

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan