Tetap Waras, Lebih Baik Jangan Tengok Teman yang Baru Bersalin Di situasi pandemi, kamu harus tetap waras ketika banyak orang yang menguhubungimu

DI INDONESIA, budaya silaturahmi begitu kental terasa, tak terkecuali disaat ada saudara atau teman yang baru saja melahirkan.

Biasanya saat ada orang terdekat melahirkan, banyak keluarga atau teman yang menengok si bayi dengan membawa berbagai hadiah.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Membuat Pola Berbelanja Berubah

Selain membawa hadiah untuk sang bayi, tak sedikit orang-orang yang ingin memegang, menggendong bahkan mencium si bayi. Tak lupa pula untuk mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama si bayi.

Tapi ingat saat ini virus corona masih bergentayangan. Ini membuat setiap orang harus melakukan kebiasaan yang adaptif, agar tidak merugikan dan membahayakan orang banyak.

Kesehatan si kecil lebih penting, jagalah dari paparan kuman, bakteri dan virus. (Foto: Pixabay/satytiwwari

Bila sebelum pandemi orang bebas untuk berkunjung ke rumah rekan yang baru melahirkan dan melakukan kebiasaan berbagi kebahagiaan. Kenormalan baru saat pandemi, membuat orang justru tidak menengok langsung bayi.

Tidak menengok rekan yang baru bersalin di saat pandemi ini, bukan berarti tidak perduli dan tak mengindahkan budaya silaturahmi. Justru sebaliknya, bila kamu datang langsung menemui si bayi, kamu dinilai tak 'waras' atau tak perduli dengan kesehatan dan keselamatan rekanmu dan bayinya.

Hal itulah yang dirasakan oleh Marisa yang melahirkan di saat pandemi ini. Setelah bersalin, Marisa dilanda dilema yang cukup membuatnya bingung sekaligus cemas pada kesehatan bayi. Karena, banyak teman dan saudara yang ingin menengok dirinya dan bayinya di rumah.

"Gue bingung banget pas baru lahiran. Banyak yang telepon mau nengok mau mampir, tapi gue sebagai ibu, enggak mau anak gue kenapa-kenapa. Apalagi, amit-amit sampai ketularan virus corona," kata Marisa.

Baca juga:

Tetap Waras Bagi Jurnalis: Kelola Youtube Hingga Bisnis Herbal

bayi
Orangtua harus memberikan batasan kunjungan orang yang akan melihat bayinya. (Foto: Pexels/Pixabay)

Di tengah kebingungan ingin melarang orang-orang untuk menjenguk bayinya, Marisa akhirnya menegaskan pada rekan dan keluarga yang ingin menjenguk, untuk mengurungkan niatnya. Karena di situasi pandemi saat ini, risiko penularan virus sangat tinggi. Terlebih lagi pada bayi yang kondisi kesehatan masih sangat rentan.

Meski ada rasa 'tak enak' dalam hati, mau tidak mau, suka tidak suka, dia harus melakukan itu. Dia sadar keadaan saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan kebiasaan lama, yakni bersilaturahmi.

"Akhirnya gua kasih penjelasan ke teman-teman dan saudara-saudara, sebaiknya jangan nengok dulu karena situasinya kurang bersahabat. Untungnya mereka pada ngerti sih," ungkap perempuan yang akrab disapa Icha itu.

Tapi meski Marisa melarang saudara dan rekannya untuk menjenguk, bukan berarti menghalangi orang terdekatnya untuk menunjukan kepedulian padanya. Banyak rekan dan saudaranya yang berinisiatif tetap mengirim kado meski tak bertemu secara langsung.

"Beberapa temen dan saudara gue bilang 'kadonya dipaketin aja yah kerumah', disitu gue ngerasa seneng aja sih, bahkan mereka bilang gitu sebelum gue larang buat mampir kerumah," kata Marisa.

Baca Juga:

Bayi Refleks Berenang Saat Diletakkan di Kolam Renang

Selain dengan bertatap muka langsung, mengirim paket ke teman yang melahirkan bisa jadi alternatif yang terjangkau (Foto: Pixabay/blickpixel)

Menurut Marisa, banyak sekali perubahan yang membuat kita harus tetap waras di masa pandemi. Karena ada beberapa hal yang mungkin sebelum pandemi aman untuk dilakukan, tapi disaat pandemi seperti ini justru membahayakan kesehatan hingga keselamatan orang lain.

Dia menegaskan, jangan melakukan kebiasaan yang tidak relevan dengan situasi pandemi saat ini. Salah satunya menengok rekan atau saudara yang baru melahirkan.

"Di kondisi saat ini yang gue rasain, kita harus waras dengan keadaan. Intinya pada semua orang kita harus lebih saling mengerti dan menghargai," tutur Marisa.

Mungkin tak hanya Marisa yang merasakan hal seperti itu, bahkan bisa jadi banyak perempuan di dunia yang senasip dengan Marisa. Satu pesan yang bisa diambil dari kisah Marisa, yakni kita harus berdaptasi dengan kondisi pandemi ini, harus tetap waras dan berani tegas. (Ryn)

Baca juga:

Luangkan Waktu untuk Beristirahat Biar Tetap Waras

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelajahi Chernobyl Secara Virtual Saat Dunia Memperingati Hari Bencana
Travel
Jelajahi Chernobyl Secara Virtual Saat Dunia Memperingati Hari Bencana

Selain bertemu dengan anjing Chernobyl sambil mengalami lokasi bencana nuklir terparah

Pertimbangkan Ini Sebelum Menjalankan Diet
Fun
Pertimbangkan Ini Sebelum Menjalankan Diet

ikuti tips penting untuk dipertimbangkan sebelum memulai rencana penurunan berat

Membongkar 3 Mitos Kesuksesan
Fun
Membongkar 3 Mitos Kesuksesan

Sukses bukan berarti percaya dengan tiga hal ini.

Pola Asuh Disiplin Hasilkan Anak Tangguh dan Bertanggungjawab
Fun
Pola Asuh Disiplin Hasilkan Anak Tangguh dan Bertanggungjawab

Karakter anak bertanggung jawab tergantung dari pengasuhan orang tua yang disiplin.

Mengenal Pontiac Ghost Car, Mobil Berbalut Plexiglass
Fun
Mengenal Pontiac Ghost Car, Mobil Berbalut Plexiglass

Mobil Transparan Pertama Buatan Amerika.

BTS Dominasi 60 Persen 'World Digital Song Sales Chart' Billboard
ShowBiz
Bayi dengan Ukuran Kepala Besar Akan Tumbuh Menjadi Orang Dewasa Yang Cerdas
Fun
Bayi dengan Ukuran Kepala Besar Akan Tumbuh Menjadi Orang Dewasa Yang Cerdas

Bayi yang lahir dengan kepala besar cenderung cerdas.

Belajar Jaga Kebersihan Lingkungan dari Kamikatsu, Kota 'Zero Waste' di Jepang
Fun
Belajar Jaga Kebersihan Lingkungan dari Kamikatsu, Kota 'Zero Waste' di Jepang

Kamikatsu dipuji banyak orang karena usaha masyarakatnya untuk menjadi kota zero waste selama hampir 20 tahun.

Psikiater Bongkar Soal Kesehatan Mental di Lagu 'Magic Shop' Milik BTS
ShowBiz
Psikiater Bongkar Soal Kesehatan Mental di Lagu 'Magic Shop' Milik BTS

Lagu tersebut fokus pada penggunaan teknik psikologis yang untuk membantu dengan gangguan kesehatan mental.

'Somos La Luz' Penghargaan Bagi Para Tenaga Medis
Fun
'Somos La Luz' Penghargaan Bagi Para Tenaga Medis

"Somos La Luz" adalah mural seluas 6.096 meter persegi oleh Jorge Rodríguez-Gerada.