Deteksi Kanker 4 Tahun Lebih Awal lewat Tes Darah Tanda autentik pada darah dapat terlihat 4 tahun sebelumnya. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

KANKER yang terdeteksi dini meningkatkan peluang bertahan hidup. Itu merupakan kabar yang sangat baik. Untuk itulah tim ilmuwan internasional mengembangkan tes darah yang dapat mendeteksi lima jenis kanker paling umum terjadi. Deteksi bisa dilakukan bahkan empat tahun sebelum gejala. Semuanya dikerjakan dengan metode terkini.

Melansir laman Interesting Engineering, studi ini dipublikasikan di Nature Communications, pekan lalu. Tes yang baru dikenal ini dapat menemukan kanker perut, kerongkongan, kolorektal, paru-paru, dan hati. Dalam formasinya saat ini, tes darah eksperimental mampu mendeteksi kanker pada 91% dari sampel tanpa gejala pada sukarelawan sehat.

Baca juga:

Universitas di Prancis Teliti Kol, Mentimun dan Kimchi untuk Cegah Virus

1
Tes darah eksperimental mampu mendeteksi kanker tanpa gejala. (Foto: Unsplash/Louis Reed)

Temuan ini sangat luar biasa. Kun Zhang, seorang ahli biologi di University of California, San Diego, dan rekan penulis penelitian ini, mengatakan hingga empat tahun sebelum orang-orang ini masuk ke rumah sakit, akan ada tanda autentik dalam darah mereka yang menunjukkan mereka menderita kanker. "Itu belum pernah dilakukan sebelumnya," jelas Zhang.

Yang unik tentang penelitian khusus ini ialah tes darah dilakukan pada pasien yang tidak menunjukkan gejala atau belum didiagnosis. Harapan tim ialah kewajiban menjalankan tes darah ini selama pemeriksaan kesehatan rutin.

Dengan begitu, kanker dapat dideteksi dini. Namun, saat ini tujuan awalnya ialah melakukan tes darah pada orang yang berisiko lebih tinggi. Misalnya, mereka yang memiliki riwayat medis kanker dalam keluarga, orang-orang dari usia tertentu, atau faktor risiko lain yang diketahui.

Baca juga:

Efektif, Antibodi Pelindung COVID-19 Baru Diuji

2
Saat ini bertujuan mendeteksi orang yang dengan resiko tinggi. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Tes yang disebut PanSeer ini masih dalam fase eksperimental. Para penulis penelitian ini menekankan, bagaimana pun, PanSeer tidak diciptakan untuk mendiagnosis kanker pada orang yang kemudian bisa mengidapnya. Sebaliknya, tes ini digunakan untuk mengidentifikasi orang yang sudah memiliki pertumbuhan kanker, tetapi tidak dapat dideteksi menggunakan metode deteksi yang saat ini ada.

Ini bukan tes darah pertama yang dapat membantu dalam memerangi kanker. Pada 2018, tes darah pendeteksi kanker serupa sedang dikembangkan. Baru-baru ini, tes darah lain sedang dikembangkan untuk menangkap lebih dari 50 jenis kanker. (lgi)

Baca juga:

Terobosan Kecerdasan Buatan, Menghadirkan Robot Ilmuwan

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH