Terungkap, Setnov dan Sejumlah Anggota DPR Tekan Miryam untuk Cabut BAP Anggota DPR Fraksi Hanura Miryam S Haryani bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

MerahPutih.com - Mantan Ketua DPR Setya Novanto bersama sejumlah anggota DPR menekan terpidana merintangi penyidikan kasus e-KTP Miryam S Haryani agar mencabut seluruh keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sejumlah anggota DPR yang ikut menekan Miryam adalah Djamal Aziz dari Fraksi Hanura, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, Markus Nari dari Fraksi Golkar serta Akbar Faisal dari Fraksi Nasdem.

Hal tersebut diuraikan dalam surat tuntutan setebal 2415, yang dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (29/3).

Jaksa KPK Eva Yustisiana menuturkan bahwa tindakan penekanan yang dilakukan Setnov dan sejumlah politisi Senayan kepada Miryam itu dilakukan menjelang pembacaan surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.

"Bahwa sekira awal tahun 2017, berbarengan akan dibacakannya surat dakwaan Irman dan Sugiharto, terdakwa bersama-sama dengan Jamal Aziz, Chairuman Harahap, Markus Nari, dan Akbar Faisal melakukan penekanan kepada Miryam S Haryani agar mencabut keterangannya," kata jaksa Eva.

Menurut jaksa Eva, berdasarkan keterangannya dalam BAP, Setnov menjamin Miryam tak akan menjadi tersangka di lembaga antirasuah bila mau mencabut seluruh keterangannya dalam BAP.

Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11). Foto: ANTARA
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11). (Foto: ANTARA)

Kemudian, lanjut jaksa Eva atas penekanan tersebut Miryam, yang merupakan mantan anggota Komisi II DPR itu benar-benar mencabut seluruh keterangannya dalam BAP.

"Atas penekanan tersebut, pada tanggal 23 Maret 2017, Miryam S Haryani benar-benar mencabut seluruh BAP-nya seperti arahan terdakwa (Setnov)," ungkap jaksa Eva.

Selain memberikan tekanan ke Miryam, Setnov juga meminta mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini untuk menyampaikan pesan kepada Irman agar ketika diperiksa penyidik KPK mengaku tidak mengenal dirinya.

"Pesan terdakwa tersebut kemudian disampaikan Diah kepada Irman melalui Zudan Arif Fakrulloh (saat ini Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri)," kata jaksa Eva.

Atas perbuatannya mencabut seluruh keterangan dalam BAP dan terbukti memberikan keterangan palsu dalam persidangan perkara korupsi e-KTP, Miryam divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Miryam kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Jaksa Sebut Keponakan Setnov Akui Berikan Uang ke Olly, Ganjar, dan Mekeng

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH