Terungkap, Petugas Rapid Test Bandara Soetta Lecehkan Korban Lebih dari Sekali Fakta baru terungkap dalam rekontruksi kasus pelecehan dan pemerasan yang dilakukan petugas medis cabul berinisial EFY. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Fakta baru terungkap dalam rekontruksi kasus pelecehan dan pemerasan yang dilakukan petugas medis cabul berinisial EFY, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Ternyata, korban berinisial LHI dilecehkan oleh tersangka sebanyak dua kali.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Kompol Alexander Yurikho mengungkapkan, pelecehan pertama dilakukan di Smile Area Terminal 3 Bandara Soetta setelah mensepakati untuk mentransfer uang untuk pengganti data rapid test sebesar Rp1,4 juta.

Baca Juga:

Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pelecehan dan Pemerasan Rapid Test di Bandara

“Terjadi perbuatan yang didefinisikan sebagai pelecehan,” kata Alex dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/10).

Setelah itu, korban kembali mendapatkan pelecehan dari tersangka saat keduanya berada di Lantai 3 Terminal 3 Bandara Soetta. Saat itu, korban ingin berpisah dengan tersangka menuju ke check in counter. “Tempat korban berpisah dengan tersangka untuk menujuk check ini counter dan kembali terjadi dugaan pelecehan,” ucapnya.

Ilustrasi pelecehan seksual. (MP).
Ilustrasi pelecehan seksual. (MP)

Seperti diketahui, EFY ditangkap pihak kepolisian lantaran aksinya yang viral melakukan penipuan, pemerasan, hingga pelecehan terhadap calon penumpang berinisial LHI saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (13/9).

Setelah aksinya viral, pihak kepolisian langsung mendatangi korban untuk membuat laporan di Bali soal kasusnya tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata diketahui tersangka melarikan diri setelah dipecat oleh PT Kimia Farma yang merupakan penyelenggara rapid test di Bandara Soetta.

Baca Juga:

Penyidik Periksa CCTV Bandara Soetta Terkait Kasus Pelecehan Seksual, Begini Hasilnya

Setelah itu, akhirnya EFY ditangkap di wilayah Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara bersama seorang wanita berinisial E yang diakui sebagai istriya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui motif tersangka karena tidak bisa menahan nafsu dan ingin mendapat uang lebih.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 9 tahun. (Knu)

Baca Juga:

Finlandia Gunakan Anjing Untuk Lacak COVID-19 di Bandara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Tugas Berat Calon Kapolri Pengganti Idham Azis
Indonesia
Ini Tugas Berat Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Calon Kapolri harus figur yang mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Lihat Langsung RS Penuh Pasien COVID-19, Legislator Ini Minta PPKM Darurat Dikaji Ulang
Indonesia
Lihat Langsung RS Penuh Pasien COVID-19, Legislator Ini Minta PPKM Darurat Dikaji Ulang

Belum lagi banyak masyarakat terdampak akibat adanya PPKM Darurat

[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tolak Bersalaman dengan Emmanuel Macron
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tolak Bersalaman dengan Emmanuel Macron

Postingannya yang disertai foto, menunjukkan Presiden Erdogan seolah-olah memalingkan muka saat Presiden Macron mengajaknya bersalaman.

RUU ASN Buka Peluang Honorer Jadi PNS
Indonesia
RUU ASN Buka Peluang Honorer Jadi PNS

Politsi mengajak berdoa agar pasal-pasal yang memihak pada kepentingan honorer ini tidak berubah sampai RUU Perubahan atas UU ASN.

Penahanan Rizieq Shihab Jadi Kado Bagi Rakyat Indonesia
Indonesia
Penahanan Rizieq Shihab Jadi Kado Bagi Rakyat Indonesia

Petrus menyebut, Polda Metro Jaya telah memberikan hadiah akhir tahun buat 275 juta warga negara Indonesia yang cemas akan kehilangan rasa nyaman dan tenteram terutama keberlangsungan NKRI.

[Hoaks atau Fakta]: KSAD Andika Adu Otot Dengan Tentara AS
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: KSAD Andika Adu Otot Dengan Tentara AS

Video tersebut diambil saat melakukan kegiatan Sport and Culture Day, menjelang akhir latihan bersama Garuda Shield-15 yang ditujukan sebagai hiburan semata saja.

[Hoaks atau Fakta]: Kesulitan Hidup, Warga Afghanistan Serahkan Bayi ke Tentara
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kesulitan Hidup, Warga Afghanistan Serahkan Bayi ke Tentara

Orangtua yang menyerahkan bayi mereka kepada sekelompok tentara bukanlah karena kehidupan yang sulit, tapi untuk mengevakuasi bayi tersebut dari daerah kericuhan di Bandara Kabul, Afghanistan.

Pemkot Berharap Kemenkop Kembali Beri Permodalan kepada UMKM Bandung
Indonesia
Pemkot Berharap Kemenkop Kembali Beri Permodalan kepada UMKM Bandung

Pelaku UMKM di Bandung juga tak lepas dari dampak ekonomi yang ditimbulkan pandemi COVID-19.

Keluarga Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air Datangi Bandara Supadio
Indonesia
Keluarga Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air Datangi Bandara Supadio

Pesawat Sriwijaya tujuan Pontianak ini, membawa 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak, 3 bayi.

Moeldoko Tegaskan Sikap Indonesia ke Palestina Tidak Berubah
Indonesia
Moeldoko Tegaskan Sikap Indonesia ke Palestina Tidak Berubah

Indonesia jangan ikut terseret dalam situasi tersebut