Terungkap, Ini Motif Penembakan Sadis Paranormal di Tangerang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kedua kiri) perlihatkan foto buronan dalam kasus pembunuhan berencana di Tangerang, saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9). ANTARA/Fianda S

Merahputih.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk tiga dari empat pelaku penembakan mantan Ketua Majelis Taklim yang juga seorang paranormal berinisial A di Tangerang, Banten. Sebelumnya, A disebut-sebut juga sebagai seorang ustaz.

"Pertama berinisial M ini adalah inisiator kejadian, dia adalah aktor intelektual yang diamankan di Serang,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Selasa (28/9).

Kemudian dilanjutkan penangkapan terhadap K yang berperan sebagai eksekutor penembakan. "Serta S sebagai joki yang menunggu K selesai beraksi dan melarikan diri," imbuhnya.

Baca Juga

Penembakan di AS, Polisi Buru Tiga Tersangka di Hutan Setempat

Yusri menambahkan, motif tersangka M menginisiasi aksi penembakan lantaran memiliki dendam pribadi terhadap korban. Untuk diketahui, korban sempat melakukan tindakan tak senonoh terhadap istri M saat tengah melakukan pengobatan. Hal itu diketahui tersangka karena ada SMS bocor dua tahun kemudian dari kejadian tersebut.

“Namun istrinya saat itu masih belum mengakui dan baru mengaku ketika ingin berangkat haji. Istrinya mengiyakan ada tindakan tersebut yang berawal dari rayuan korban dan berlanjut di sebuah hotel di Tangerang," paparnya.

Ilustrasi kasus penembakan. Foto: Istimewa

Di kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan tersangka M awalnya sempat lupa dengan kejadian tersebut. Tetapi, teringat saat mengetahui kakak iparnya memiliki hubungan spesial dengan korban.

"Dia sudah tenang, namun dipicu lagi karena kakak iparnya diduga kuat juga memiliki hubungan khusus dengan korban. Itulah yang kemudian muncul motivasi korban melakukan pembunuhan," jelas dia.

Baca Juga

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Penembakan Warga di Tangerang

Hingga saat ini, penyidik gabungan masih mencari satu tersangka lain berinisial Y yang berstatus DPO.

Sementara untuk tiga pelaku ini dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana subsider 338 tentang Pembunuhan. Ancaman hukuman dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Novel Baswedan Tak Percaya Sejawatnya Minta Tolong Firli Cs Kerja di BUMN
Indonesia
Novel Baswedan Tak Percaya Sejawatnya Minta Tolong Firli Cs Kerja di BUMN

Kalau pun ada pegawai yang minta tolong, barangkali pegawai tersebut meminta agar pimpinan tidak melanggar hukum

Pemprov DKI Ancam Cabut Izin Perusahaan Farmasi Cemari Teluk Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Ancam Cabut Izin Perusahaan Farmasi Cemari Teluk Jakarta

Pemprov DKI mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan farmasi yang berani membuang limbah sembarangan hingga mencemari Teluk Jakarta.

Petugas PPSU Berbohong Jadi Korban Begal, Ternyata Duit THR Habis Buat Judi
Indonesia
Petugas PPSU Berbohong Jadi Korban Begal, Ternyata Duit THR Habis Buat Judi

RPA (28) nekat mengarang cerita seolah-olah menjadi korban begal. Bahkan, ceritanya itu viral di media sosial hingga menuai simpati banyak pihak.

Sejumlah Kota di Indonesia Diprediksikan Hujan Ringan
Indonesia
Sejumlah Kota di Indonesia Diprediksikan Hujan Ringan

Hari ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia pada Rabu. Menurut data BMKG dalam laman www.bmkg.go.id di Jakarta, Rabu, kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan adalah Serang, Jakarta, Bandung, Samarinda, Kendari, Manado dan Palembang pada siang hari.

Pelaku Teror ke Rumah Ortu Veronica Koman Berjumlah 2 Orang
Indonesia
Pelaku Teror ke Rumah Ortu Veronica Koman Berjumlah 2 Orang

Polisi menyebut pelaku teror diduga petasan ke rumah orangtua Aktivis Papua, Veronica Koman berjumlah dua orang.

Kembali ke PPKM Level 1, PPKM Level 2 di Jakarta Cuma Satu Hari
Indonesia
Kembali ke PPKM Level 1, PPKM Level 2 di Jakarta Cuma Satu Hari

Dengan perubahan status PPKM di Jakarta dan sekitarnya, maka sejumlah aktivitas masyarakat kembali kapasitasnya maksimal 100 persen

PKS Sarankan Pemerintah Tunjuk Distributor Terverifikasi Salurkan Minyak Goreng Curah
Indonesia
PKS Sarankan Pemerintah Tunjuk Distributor Terverifikasi Salurkan Minyak Goreng Curah

Amin Ak menyatakan, masyarakat kelompok sasaran, harusnya cukup menunjukkan KTP atau nomor induk kependudukan (NIK) saja saat membel minyak goreng curah.

Darurat Kekerasan Seksual, PP dan Perpres UU TPKS Harus Segera Dibikin
Indonesia
Darurat Kekerasan Seksual, PP dan Perpres UU TPKS Harus Segera Dibikin

Aparat penegak hukum di lapangan masih kesulitan menjadikan UU TPKS sebagai rujukan dalam penanganan kasus kekerasan seksual.

SDI Ancam Polisikan Peneliti Formappi Jika Tidak Minta Maaf
Indonesia
SDI Ancam Polisikan Peneliti Formappi Jika Tidak Minta Maaf

"Karena itu Sahabat DPR Indonesia (SDI) memberikan waktu 3 X 24 Jam kepada Formappi untuk memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf. Jika pada tenggat waktu tersebut tidak dilakukan, kami mempertimbangkan menempuh jalur hukum.” pungkasnya.

Survei Indikator: Hampir 60 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi
Indonesia
Survei Indikator: Hampir 60 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Mayoritas masyarakat Indonesia masih puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu tercermin dari hasil survei Indikator Politik Indonesia bertajuk "Evaluasi Publik atas Kinerja Pemerintah, Prospek Partai Politik dan Capres 2024".