Terungkap! Ini Alasan Kemenhub Enggak Mau Naikkan Kapasitas KRL Calon penumpang menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (25/5/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Merahputih.com - Kementerian Perhubungan menegaskan tidak bisa menaikkan kapasitas dari KRL yang kondisinya tetap penuh meski sudah dibatasi dalam masa normal baru ini.

“Kapasitas kita tidak berani meningkatkan. Banyak yang minta tapi sudah diskusi dengan KAI dan pakar risiko, angkutan KRL cukup tinggi karena banyaknya penumpang, strategi yang bisa dilakukan adalah mengatur antrean,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di Jakarta, Jumat (12/6).

Baca Juga:

Menteri Agama Pastikan Pembukaan Pesantren Dilangsungkan Bertahap

KRL setiap harinya sudah mengangkut satu juta penumpang lebih dalam kondisi normal dan hal itu berisiko terhadap keselamatan jika semakin ditambah kapasitasnya.

“Saat ‘demand’ (permintaan) jauh melebih kapasitas tidak hanya ‘supply’ (ketersediaan) yang ditangani. KRL sudah tidak bisa (ditambah kapasitas) lagi dari sisi keselamatan,” beber dia.

Karena itu, upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memperpanjang jam operasional, namun serta mengatur di stasiun-stasiun yang terbilang padat, seperti Stasiun Bogor.

“Oleh karenanya kami koordinasi dari sisi perkeretaapian, dari sisi operasi maupun melakukan rekayasa penambahan kereta dengan menambah waktu operasi dari jam 16 wib sampai malam. Ini menambah kapasitas selama PSBB 740 kereta sekangan hampir 940 kereta per hari dioperasikan,” jelasnya.

Dokumentasi - Petugas Dishub memeriksa surat tugas kerja calon penumpang KRL di Stasiun Depok Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Dokumentasi - Petugas Dishub memeriksa surat tugas kerja calon penumpang KRL di Stasiun Depok Baru, Depok, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Peralihan dari moda kereta ke bus juga dibantu oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar antrean bisa diminimalisasi.

Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba dalam keterangannya sebelumnya mengatakan antrean yang terjadi terjadi karena banyak masyarakat yang sudah kembali bekerja, namun tampak tidak ada pengaturan dan pembedaan jam kerja dibanding masa sebelum COVID-19.

“Seluruhnya masih diminta untuk masuk kerja pada jam 8 hingga jam 9 pagi, dan pulang kerja pada jam 4 atau jam 5 sore. Pengaturan jam kerja ini sangat penting terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi publik pada masa PSBB transisi ini, karena pembatasan dari segi jam operasional maupun kapasitas pengguna masih berlaku,” ujarnya.

Baca Juga:

Kadishub DKI Jakarta: Sudah 6.364 Kendaraan Diputarbalikkan karena Tak Kantongi SIKM

Untuk KRL, sebagaimana dikutip Antara, saat ini berlaku pembatasan pengguna sejumlah 35 – 40 persen dari kapasitas, atau sekitar 74 pengguna per kereta. Pembatasan ini ada agar terjaga jarak aman di antara pengguna di dalam KRL. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari
Dunia
India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari

Dilaporkan juga situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit sejumlah negara bagian.

 RNI Klaim Produk Maskernya Bisa Bertahan Sampai Dua Minggu
Indonesia
RNI Klaim Produk Maskernya Bisa Bertahan Sampai Dua Minggu

Menurut Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Eko Taufik Wibowo, satu masker kain dapat bertahan hingga satu sampai dengan dua pekan jika tidak terkena air.

Beberapa Kementerian Dianggap Belum Konsisten Tanggulangi COVID-19
Indonesia
Beberapa Kementerian Dianggap Belum Konsisten Tanggulangi COVID-19

Boni mengaku banyak menteri yang bekerja tanpa ukuran efektivitas dan efisiensi yang jelas dalam penanganan COVID-19.

RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.638 Pasien COVID-19

Kemudian pasien suspek 208 orang dengan rincian total pasien rawat inap sebanyak 221 orang

 Istana Harap Pemprov DKI Tidak Berpolemik Soal Penanganan Banjir di Underpass Kemayoran
Indonesia
Istana Harap Pemprov DKI Tidak Berpolemik Soal Penanganan Banjir di Underpass Kemayoran

Heru berharap agar sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah lebih diutamakan, dibandingkan harus berpolemik di media.

Tol Cipali Siapkan Langkah Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Tol Cipali Siapkan Langkah Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru

Untuk arus kendaraan pada normalnya sebelum masa pandemi COVID-19 per hari bisa rerata mencapai 30 ribu yang melintasi Tol Cipali.

ICW Kecam MA Sunat Hukuman Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara
Indonesia
ICW Kecam MA Sunat Hukuman Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara

PK terhadap eks Bupati Talaud semakin menjauhkan efek jera bagi pelaku korupsi

Serangan Pada Sawit Indonesia Dinilai Tidak Berdasar
Indonesia
Serangan Pada Sawit Indonesia Dinilai Tidak Berdasar

Deforestasi ini sebenarnya bukan hanya perkebunan sawit, melainkan karena ada kegiatan lain yang dilakukan manusia seperti pembukaan lahan untuk permukiman, pertanian dan lainnya.

 KPK Dalami Peran Taufik Hidayat Sebagai Perantara Uang Rp1 Miliar Untuk Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Dalami Peran Taufik Hidayat Sebagai Perantara Uang Rp1 Miliar Untuk Imam Nahrawi

?"Ya kalau pak Ulum yang ambil, semua orang sudah tahu itu pak Menpora (Imam Nahrawi)," jawab Taufik.

Ruhut Sitompul Dukung Masyarakat Laporkan Andre Rosiade ke MKD
Indonesia
Ruhut Sitompul Dukung Masyarakat Laporkan Andre Rosiade ke MKD

Andre diduga telah menjebak pekerja seks komersial (PSK) berinisial NN (27) hingga akhirnya digerebek dan ditetapkan sebagai tersangka.