Terungkap dari Kasus Penusukan Wiranto, Jaringan Teroris Indonesia Kini Berbaiat Online Polisi menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto, di Mabes Polri. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

MerahPutih.com - Polri masih mengejar jaringan Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang menusuk Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang. Total ada 36 pelaku yang sudah ditangkap.

Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Mochammad Iqbal menduga, kelompok ini berafiliasi kepada ISIS.

Baca Juga:

Fenomena di Balik Marak Ujaran Kebencian Seputar Kasus Wiranto Ditusuk

Keseluruhan terduga teroris, lanjutnya, ternyata berbaiat menjadi anggota kelompok melalui online. Hal ini menjadi fenomena baru dari keberadaan terorisme di Indonesia.

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). ANTARA/HO-Polres Pandeglang

“Mereka belajar merakit bom di grup tersebut. Beberapa tersangka sudah dan belum kita tangkap, sudah berbaiat di situ, ini fenomena baru, baiat online. Semua lewat online otomatis borderless, penyebaran tanpa batas, jadi menyebar ke mana-mana dan jumlahnya kita duga tidak sedikit,” imbuhnya kepada wartawan, Rabu (16/10)

Iqbal menyebut, Tim Densus 88 Antiteror Polri akan terus bergerak sampai menemukan otak utama atas aksi teror yang terjadi belakangan.

Baca Juga:

Motif Istri TNI Sindir Penusukan Wiranto di Mata Ahli Intelijen

"Karena kita ingin mengetahui apakah ini spontan dilakukan oleh jaringan terorisme atau ada yang melakukan setting atau menyuruh," jelas dia.

Anggota Polres Cirebon saat mengamankan lokasi penggeledahan di rumah terduga teroris YF yang merupakan Amir JAD Cirebon. (ANTARA/Khaerul Izan)
Anggota Polres Cirebon saat mengamankan lokasi penggeledahan di rumah terduga teroris YF yang merupakan Amir JAD Cirebon. (ANTARA/Khaerul Izan)

Iqbal juga mengatakan bahwa kelompok tersebut tidak berhubungan dengan upaya penggagalan Pelantikan Presiden-Wakil Presiden, 20 Oktober mendatang.

"Saya luruskan bahwa kelompok ini akan melakukan aksinya di tempat ibadah dan kantor Kepolisian, jadi sampai saat ini belum ada statement dari kepolisian bahwa dan tidak ada kelompok ini melakukan aksi untuk menggagalkan pelantikan presiden di Jakarta," Iqbal. (Knu)

Baca Juga:

Kivlan Zen Doakan Wiranto


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH