Terungkap Alasan Wakapolres Kompol Fahrizal Habisi Adik Ipar Sendiri, Berbau Mistis? Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal. (Instagram AKBP Kholilur Rochman)

MerahPutih.com - Motif penembakan yang dilakukan Wakapolres Lombok Tengah, NTB Kompol Fahrizal terhadap adik iparnya Jumingan di Gang Keluarga, Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Medan, Sumatera Utara Rabu (4/4) malam sedikit demi sedikit mulai terungkap. Kepada penyidik Polda Sumut yang memeriksanya, Fahrizal mengungkapkan alasan mengapa dirinya membunuh Jumingan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Fahrizal mengaku meletuskan enam peluru ke tubuh sang adik karena mendapat bisikan misterius. Bisikan tersebut berbunyi bahwa Jumingan merupakan orang yang jahat karena melakukan pembunuhan.

Tapi tentu saja penyidik tak menelan mentah-mentah pengakuan Kompol Fahrizal tersebut. Dan hingga saat ini polisi akan terus mendalami kasus ini dengan memintai keterangan saksi-saksi di lapangan. "Tim dari Polda Sumatera Utara mencari saksi-saksi ke lapangan, dan sampai dengan saat ini masih bekerja,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Jumat (6/4) seperti dilansir JawaPos.com.

senpi

Salah satu yang menjadi perhatian polisi adalah motif di balik penembakan tersebut. Polisi menduga penembakan itu didasai kemarahan besar pelaku terhadap korban. Hal itu bisa dilihat dari berapa banyak peluru yang bersarang ke tubuh korban. Enam peluru! Tiga di bagian perut dan tiga lagi di bagian kepala.

Bahkan diduga juga ada masalah internal keluarga. Selain itu Rina juga menjelaskan, Fahrizal terancam dijerat hukuman lebih berat dari masyarakat sipil. Selain sanksi pidana, Wakapolresta Lombok Tengah itu juga diproses pada sidang etik. Terlebih dia diduga membawa senjata di luar jam dinas.

“Putusan sidang kode etik akan menentukan apakah yang Fahrizal itu masih layak menjadi anggota Polri atau diberhentikan.

Seperti diberitakan, Wakapolres Lombok Tengah, NTB Kompol Fahrizal dengan sadis menembak mati adik iparnya Jumingan di rumah ibunya di Gang Keluarga, Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Medan, Sumatera Utara rabu (4/4) malam. Saat kejadian, Fahrizal tengah cuti dan pulang kerumah untuk menengok sang ibunda.

Informasinya, sebelum penembakan terjadi, Fahrizal bertemu dengan ibunya dengan ditemani adik kandungnya, Heni dan juga Jumingan. Mereka saling berbincang di ruang tamu rumah. Sementara Hani bergegas menuju daput untuk membuat minuman.

KTA

Tanpa sebab yang jelas, Tiba-tiba Heni mendengar suara ribut di ruang tamu. Tak disangka, Fahrizal mencabut senjata api di sakunya dan menodongkan ke arah ibunya.

Sontak, Jumingan yang berada di ruang tamu bereaksi. Jumingan berusaha menenangkan Fahrizal dengan berkata, "Jangan, bang," kata Jumingan.

Namun, Fahrizal makin menjadi. Bukannya menurunkan senjata api di tangannya, Fahrizal justru balik menodongkan senjata apinya ke arah Jumingan.

Dor! Fahrizal melepaskan tembakan ke arah Jumingan. Adik iparnya itu pun jatuh ke lantai dengan bersimbah darah. (ayp)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH