Terungkap Alasan Terduga Teroris Sibolga Abu Hamzah Menyasar Polisi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Pelaku terduga teroris Sibolga Abu Hamzah menyasar aparat kepolisian dalam aksi bom bunuh diri. Namun sebelum aksinya terlaksana, Abu Hamzah yang diduga terkait jaringan ISIS itu sudah lebih dulu dibekuk tim Densus 88.

Karopenmas Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, Abu Hamzah menjadikan polisi sebagai target bom bunuh diri lantaran pihak kepolisian dianggap sebagai penghalang aksi terornya.

"Musuh utamanya kepolisian karena kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris," jelas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/3).

Demi mewujudkan aksi terornya, Abu Hamzah papar Dedi telah menyiapkan 40 bahan peledak di rumahnya. Dengan stok bahan peledak yang lumayan banyak, terduga teroris Sibolga ini bisa melakukan aksinya kapan saja.

"Mereka melakukan amaliyahnya bisa setiap saat tergantung kesempatan dan peluang yang dimiliki kelompok tersebut," ungkap Dedi.

Suasana di sekitar kediaman terduga teroris Sibolga
Kondisi di rumah yang diduga ada bom yang meledak di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Selasa (12/3). (Antara Sumut/Ist)

Brigjen Dedi Prasetyo lebih lanjut menjelaskan bahwa puluhan bom yang terdapat di kediaman Abu Hamzah diracik bersama kelompok lain. Artinya, Abu Hamzah terkait dengan jaringan lain seperti yang ditangkap di Lampung.

"Dibuat tidak sendiri, tidak mungkin sendiri. Karema merakit bom itu apalagi dalam jumlah banyak tidak mungkin sendiri. Pasti dia dibantu temennya yang saat ini kami lakukan pengembangan kembali," jelas Dedi.

Abu Hamzah, terduga teroris yang istri dan anaknya meledakkan diri di Sibolga rupanya menyimpan puluhan bom siap meledak.

Hal itu berdasarkan pengakuan Abu Hamzah kepada pihak kepolisian.

"Sementara yang akif yang dibawa istrinya sekitar empat bom dan ada bahan-bahan juga. Puluhan kilo berupa potasium sebagai bahan baku," kata Brigjen Dedi Prasetyo.(Knu)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Eddy Sindoro Divonis Empat Tahun Penjara, Ini Tanggapan KPK



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH