Tertinggi Selama PSBB, Penumpang KRL Tembus 350 Ribu Ilustrasi: Sejumlah penumpang bersiap menaiki rangkaian KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/aww. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

MerahPutih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan jumlah penumpang kereta kini mengalami lonjakan. Yakni lebih dari 350 ribu orang.

Hal ini terlihat dari keramaian yang terjadi di sejumlah stasiun karena sudah beroprasinya sejumlah kegiatan perkantoran.

Baca Juga:

Bantu Urai Penumpukan Penumpang KRL, Kereta Bandara Banjir Promo

"Pada Selasa (30/6) kemarin tercatat volume pengguna KRL mencapai 374.893 pengguna. Sementara sehari sebelumnya pada Senin (29/6) volume pengguna KRL adalah 393.498," ujar VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/3).

Anne menyebut, kedua hari tersebut merupakan jumlah penumpang tertinggi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Jumlah pengguna pada dua hari tersebut adalah yang tertinggi selama masa PSBB, bahkan tertinggi sejak 21 Maret 2020 saat PSBB belum berlaku," tuturnya.

Ia menuturkan, tingginya jumlah penumpang dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya perkantoran di Jakarta yang mulai beroperasi.

"Tingginya volume pengguna KRL ini tentu sejalan dengan semakin banyaknya sektor ekonomi, perkantoran, dan berbagai jenis usaha yang kembali buka seiring dengan berakhirnya PSBB," kata Anne.

Sejumlah calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline antre memasuki Stasiun KA Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembatasan penumpang di dalam KRL maupun di area peron menyebabkan antrean panjang penumpang di stasiun tersebut. Untuk mengurainya, pemerintah menyediakan bus gratis dan PT Kereta Commuter Indonesia mengujicobakan sistem informasi mengenai antrean melalui laman utama di aplikasi KRL Acccess dan media sosi
Sejumlah calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline antre memasuki Stasiun KA Bogor di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembatasan penumpang di dalam KRL maupun di area peron menyebabkan antrean panjang penumpang di stasiun tersebut. Untuk mengurainya, pemerintah menyediakan bus gratis dan PT Kereta Commuter Indonesia mengujicobakan sistem informasi mengenai antrean melalui laman utama di aplikasi KRL Acccess dan media sosialnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Anne menjelaskan, pemerintah pusat sudah membuat aturan mengenai sistem kerja sit di pekantoran. Namun, baru sedikit perusahaan yang menerapkan sistem kerja sif.

"Namun sampai saat ini, masih sangat sedikit yang menerapkan sistem kerja tersebut sehingga antrean pengguna masih cukup panjang terutama pada pagi hari," tutur dia.

Ia mengimbau, pengguna mengenakan face shield hingga sarung tangan saat menggunakan kereta rel listrik (KRL), setelah KRL disebut sebagai salah satu tempat yang berisiko menjadi penyebaran virus corona.

"Seluruh pengguna KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL. Selain masker PT KCI juga sangat menyarankan pengguna memakai pelindung wajah (face shield), jaket atau baju lengan panjang, dan sarung tangan," kata Anne.

Anne menegaskan bahwa KCI telah melaksanakan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di transportasi publik.

Protokol tersebut dijalankan sesuai aturan yang dirumuskan dalam Keputusan Menteri Kesehatan, Peraturan Menteri Perhubungan, Peraturan Gubernur DKI Jakarta, hingga Surat Edaran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dan berbagai aturan turunannya.

"Protokol kesehatan tersebut telah mulai disosialisasikan sejak Februari 2020 dan berjalan sejak Maret 2020 kemudian dilengkapi dan disempurnakan secara bertahap mengikuti perkembangan aturan yang berlaku," ujar dia.

Anne menerangkan, KCI juga telah mewajibkan pengguna untuk mengikuti pengukuran suhu tubuh saat masuk stasiun.

Selain itu, setiap stasiun juga telah memasang thermal scanner yang dapat memeriksa suhu tubuh puluhan orang dalam satu waktu.

"Untuk memperlancar pemeriksaan suhu tubuh, PT KCI terus menambah jumlah alat pemeriksa suhu berupa thermo gun dan di sepuluh stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi," jelas dia.

Baca Juga:

KRL Dituding Sarang Penyebaran Corona, Begini Klarifikasi KCI

Ia menambahkan, di 80 stasiun yang melayani KRL Commuter Line telah tersedia wastafel tambahan selain yang ada di toilet.

Jumlah wastafel tambahan ini juga akan terus ditingkatkan oleh KCI agar pengguna lebih mudah untuk mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL.

Selanjutnya setiap pengguna wajib menjaga jarak aman dengan sesama. Untuk melaksanakan jaga jarak ini, seluruh stasiun telah dilengkapi marka antrean sebagai pedoman pengguna.

"Marka yang menandai posisi duduk dan berdiri pengguna sesuai kapasitas 74 orang dalam tiap kereta juga telah terpasang di seluruh rangkaian KRL," sambung Anne.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyoroti adanya lonjakan jumlah penumpang kereta pada pekan ini, yang keramaiannya mendekati hari biasa sebelum masa pandemi corona.

"Penumpang kereta hari Senin dan hari Selasa kemarin, penumpang kereta cukup banyak, bahkan mendekati kondisi normal. Bus bukan solusi, tidak mungkin ribuan bus kita siapkan setiap hari. Jadi solusinya hanya dua. Pertama adalah pengaturan shift kerja perkantoran di Jakarta. Nah, saya rasa ini belum berjalan maksimal, bahkan jangan-jangan belum berjalan," kata Bima Arya dalam konferensi pers terkait evaluasi pelaksanaan PSBB di masa transisi di Kota Bogor, Kamis (2/7). (Knu)

Baca Juga:

KCI Keluhkan Perilaku Penumpang KRL yang Bikin Semrawut Perjalanan Kereta



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH