Tertinggi Sejak September 2021, Penambahan Kasus COVID-19 di Atas 8 Ribu RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat masih masif. Hal ini menyebabkan angka kasus harian terus bertambah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (27/1), kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di tanah air bertambah 8.077 pasien.

Penambahan tersebut merupakan tertinggi sejak 2 September 2021 yang tercatat 8.955 kasus COVID-19.

Baca Juga:

60 Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kemensos Tutup

Total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 4.309.270.

Kemudian, 32 provinsi yang menyumbang kasus positif COVID-19 hari ini.

Namun, tiga provinsi di antaranya mengontribusi angka tertinggi antara lain, DKI Jakarta 4.149, Jawa Barat 1.744, dan Banten 1.291.

Di samping kasus positif, kematian akibat COVID-19 juga meningkat yaitu 7. Total kumulatif kasus kematian sebanyak 144.261.

Sementara itu, pasien sembuh dari virus meningkat 1.643 sehingga totalnya menjadi 4.129.305.

Kasus aktif COVID-19 juga bertambah, yakni 6.427 sehingga totalnya sebanyak 35.704 pasien.

Berlanjut, Kemenkes juga melaporkan kasus suspek COVID-19 ikut meningkat. Pada Rabu (26/1) masih 8.849, sekarang menjadi 9.820.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemkab Sleman akan 'Modifikasi' PTM 100 Persen

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, ciri-ciri pasien corona yang bisa dirawat di rumah sakit.

Budi menyebut, pasien yang direkomendasikan untuk dirawat adalah gejala sedang dan berat.

"Yang masuk rumah sakit itu adalah kondisi sedang dan kondisi berat, definisinya sedang berat apa, butuh oksigen," ujar Budi Gunadi saat konferensi pers, Kamis (27/1).

Budi mengatakan, pasien COVID-19 tanpa gejala itu hanya perlu isolasi mandiri di rumah dan meminum vitamin.

Namun, ini dikecualikan bagi pasien COVID-19 tanpa gejala yang tidak memiliki tempat isolasi.

"Kecuali kalau memang dia tempatnya padat sekali, ngumpul sana keluarganya, enggak bisa dihindari, masukan ke isolasi terpusat seperti di wisma, tapi harusnya yang seperti ini harusnya bisa sembuh," jelas Budi.

Kemudian, pasien yang bergejala ringan dan saturasi oksigennya masih di atas 95 persen juga bisa menjalani isolasi mandiri dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, pasien bergejala ringan hanya perlu berkonsultasi dengan dokter melalui telemedicine dan meminum obat sesuai anjuran dokter.

Budi menegaskan, rumah sakit diperlukan untuk pasien dengan gejala berat.

Selain itu, pasien COVID-19 lansia dan belum divaksinasi perlu dirawat di rumah sakit.

"Kalau dia sudah sesak, saturasi di bawah 95 sampai 94, butuh oksigen, itu perlu dibawa ke RS, atau dari data tadi orang tua di atas 60 tahun, lebih baik dibawa ke RS atau misal ada yang belum divaksin kena (COVID-19), itu dibawa ke RS," papar Budi.

Menurutnya, orang yang belum divaksinasi dan orang tua itu memiliki risiko yang tinggi.

Budi mengimbau, sebaiknya pasien COVID-19 seperti itu langsung dibawa ke rumah sakit. (Knu)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Meningkat, Yogyakarta Kebut Penyelesaian Vaksinasi Booster Lansia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Resmi Dipenjara, Pembanting Mahasiswa Ditahan di Ruangan Khusus
Indonesia
Resmi Dipenjara, Pembanting Mahasiswa Ditahan di Ruangan Khusus

Kondisi Faris (MFA) sampai dengan siang ini dalam keadaan stabil dan baik

Terapkan Asas Kehati-hatian, Bank BUMN Diminta Berhenti Danai Perusahaan Batubara
Indonesia
Terapkan Asas Kehati-hatian, Bank BUMN Diminta Berhenti Danai Perusahaan Batubara

Petisi dari Aksi Anak Muda Agar BNI Peduli Iklim ini, telah ditandatangi sekitar 9.552 orang dari target 10 ribu orang.

BOR Pasien COVID-19 di DKI 33 Persen, Anies Yakin Jakarta Sangat Baik
Indonesia
BOR Pasien COVID-19 di DKI 33 Persen, Anies Yakin Jakarta Sangat Baik

Adapun juga jumlah kasus aktif di Jakarta berkurang sebanyak 428 kasus

Murka saat Sidak Kantor Langgar PPKM Darurat, Anies: Ini Soal Nyawa, Ibu Egois
Indonesia
Murka saat Sidak Kantor Langgar PPKM Darurat, Anies: Ini Soal Nyawa, Ibu Egois

Gubernur Anies Baswedan bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) penegakan aturan PPKM Darurat, di kantor Ray White Indonesia, gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat.

Jokowi Targetkan 26,5 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin COVID-19
Indonesia
Jokowi Targetkan 26,5 Juta Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin COVID-19

Vaksinasi bagi usia 6-11 tahun akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia.

Pentingnya Vaksin Booster untuk Cegah Dampak Buruk Varian Baru COVID-19
Indonesia
Pentingnya Vaksin Booster untuk Cegah Dampak Buruk Varian Baru COVID-19

Vaksin booster atau dosis ketiga dianggap penting untuk mencegah dampak buruk dari maraknya varian baru COVID-19 Omicron.

 Aturan Jam Kerja untuk Anak Buah Sri Mulyani, Terlambat Kerja Tukin Dipotong
Indonesia
Aturan Jam Kerja untuk Anak Buah Sri Mulyani, Terlambat Kerja Tukin Dipotong

Dari aturan tersebut pegawai yang melanggar peraturan kerja, seperti bolos, terlambat hingga tidak mengisi daftar hadir tanpa alasan jelas bakal dikenakan sanksi tegas yakni dengan pemotongan tunjangan kinerja.

 Tatap 2022, Pemkot Bandung Siapkan 78 Acara Buat Gaet Wisatawan
Indonesia
Tatap 2022, Pemkot Bandung Siapkan 78 Acara Buat Gaet Wisatawan

78 Acara tersebut hasil proses kurasi. Kemudian dibuatkan sepuluh besar acara sebagai andalan pada 2022 mendatang.

Erick Laporkan Krisis Keuangan Garuda Indonesia ke Kejagung
Indonesia
Erick Laporkan Krisis Keuangan Garuda Indonesia ke Kejagung

Klaim penagihan utang hingga USD 13,8 miliar dolar AS atau setara Rp 198 triliun olrh 470 kreditur.

Jokowi Perintahkan Izin Investasi Diserahkan ke Tempat Investor
Indonesia
Jokowi Perintahkan Izin Investasi Diserahkan ke Tempat Investor

Saat ini, APBN semua negara kondisinya sangat berat dan mengalami defisit. Investasi, dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.