Tertarik dengan Pria Buruk Rupa, Kok Bisa? Pasti Ada yang Salah! Bisa jadi si buruk rupa adalah pasangan paling menarik. (Foto: Pexels/Immortal shots)

SEPERTINYA sudah menjadi aturan tak tertulis bahwa mencari pasangan haruslah yang rupawan. Penampilan fisik masih menjadi pertimbangan utama mencari pasangan. Cilakanya publik kemudian ikut menghakimi pasangan yang dianggap tidak sepadan, misalnya si cantik dan buruk rupa. Film Beauty and the Beast pun tak menolong redanya anggapan ini. Di akhir cerita the Beast berubah menjadi pangeran tampan, lagi-lagi rupawan yang menang.

Namun yang namanya jatuh cinta, tidak akan bisa memilih dan merencanakan dengan siapa dan dimana kapal akan berlabuh. Bisa saja suatu hari kamu jatuh cinta dengan seseorang yang mampu membuatmu merasa aman, nyaman, selalu membuatmu tersenyum, perduli padamu, dan tulus menyayangimu, meskipun terkadang mereka tidak begitu terlihat menarik secara fisik. Jika ini yang kamu rasakan, jangan takut! Berikut adalah alasan indahnya mencintai seseorang yang tidak begitu menarik dibandingkan kamu.

Baca Juga:

Kesalahan Fatal yang Sebabkan Hubungan LDR Kandas

1. Membuat kesan baik

relas
Selalu menjadi kencan yang seru bersama pria tak menarik. (Foto: Pixabay/scronfinixio)


Pernahkah kamu mengencani seseorang yang sangat menarik dan good-looking? Sayangnya terkadang orang yang rupawan merasa bangga hati. Mereka kerap berfikir bahwa, "tanpa kamu, aku bisa mendapatkan seseorang yang lebih tanpa harus bersusah payah." Bisa jadi orang menarik seperti ini, cenderung tidak membuatmu merasa spesial.

Jika kamu mengencani seseorang yang tidak menarik secara fisik, biasanya mereka lebih menghargai ketika bertemu denganmu. Mereka merencanakan kencan yang menyenangkan dan romantis dengan baik dan tertata, tanpa adanya kepentingan seksual yang terkait. Mereka tertarik dengan segala hal yang kamu bicarakan, dan selalu tidak sabar untuk bertemu denganmu. Biasanya tidak ada permainan, tidak ada tebak-tebakan dan kode membingungkan ketika kamu bersamanya. Biasanya rasa nyaman dan aman mulai tumbuh dari dalam dirimu jika bersama dia. Orang seperti ini memberikan dukungan emosional, reliability, kebaikan, dan ketulusan, yang mana merupakan apa yang perempuan sungguh-sungguh butuhkan.

2. Indahnya inner beauty

relasi
Keindahan dari dalam yang sebenarnya esensi daya tarik itu. (Foto: Pexels/Filipi Escudine)


Kita dibesarkan di lingkungan dimana semua orang mengatakan bahwa inner beauty is more important than outer beauty, namun lingkungan itu sendiri pun masih menilai dan menghakimi orang lain dari tampilan fisik. Inner beauty membahas tentang kehangatan, ketulusan, kebijakan, rasa kemanusiaan, serta kebaikan yang dimiliki seseorang ketika menghadapi dunia yang kejam ini.

Ketika mengencani seseorang yang tidak begitu menarik, mereka cenderung mengembangkan aspek diluar penampilan, dan itu adalah personalitas mereka. Mereka akan mencoba untuk menjadi pribadi yang menyenangkan dan seru. Berbanding dengan mereka yang memiliki penampilan yang menarik biasanya lebih pintar, percaya diri, dan lucu.

Baca Juga:

Tubuh Gemuk Setelah Menikah Tandanya Bahagia, Benarkah?

3. Orang tampan lebih mungkin selingkuh?

relasi
Pria rupawan cenderung selingkuh? (Foto: Pexels/Kat Jayne)


Mungkin tidak sepenuhnya benar, namun ada kecenderungan orang yang menarik biasanya lebih mungkin untuk selingkuh. Mereka selingkuh karena mereka mampu, dan mereka menyadari hal itu. Orang yang tidak begitu menarik biasanya tidak akan melakukan hal yang merugikan dirinya, karena tidak memiliki pola pikir seperti itu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Huffpost, para lelaki yang memiliki hormon testosteron lebih banyak biasanya memang atraktif secara fisik. Kemudian lelaki yang memiliki hormon testosteron 38% lebih cenderrung untuk selingkuh daripada mereka yang berpenampilan biasa-biasa saja atau jelek.


4. Membuatmu tidak menjadi orang yang judgemental

relasi
Pada dasarnya sebuah hubungan berdasarkan kenyamanan dua pihak. (Foto: Pexels/Josh Willink)


Setelah mengenal bagaimana rasanya mencintai seseorang bukan dari fisiknya, kini kamu menyadari bahwa tidak semua pasangan yang tampilan fisiknya sangat berbeda secara drastis satu sama lain itu dipengaruhi oleh unsur kekayaan, kekuasaan, atau kedudukan. Mencintai orang yang tidak menarik membuatmu menyadari bahwa cinta itu tidak melihat kelas sosial atau uang, tetapi melihat hati dan kepribadian tanpa mementingkan apa kata orang.

Jadi, sudah siapkah kamu jujur dengan dirimu sendiri bahwa kamu menyukai dia yang buruk rupa? (shn)


Baca Juga:

Jauh Sebelum Teknologi Ponsel, Begini Cara 'PDKT' di Zaman Dulu


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH