Tersinggung, Qatar Embargo Produk-Produk dari Arab Saudi dan Sekutunya  Suasana bursa saham di Doha, Qatar(ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/)

MerahPutih.Com - Kebijakan keras Arab Saudi dan sekutunya seperti Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain terhadap Qatar yang dituding mendanai terorisme tampaknya menjadi bumerang. Sanksi ekonomi dan diplomatik yang diberlakukan Arab Saudi bersama sekutunya kini dilawan Doha.

Dalam pernyataan terbarunya, Qatar memberlakukan larangan impor barang-barang yang berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain. Doha secara tegas menerapkan embargo terhadap produk-produk dari Arab Saudi dan tiga negara sekutunya.

Kebijakan larangan impor diberlakukan menjelang peringatan satu tahun embargo yang dilakukan empat negara tersebut karena menuding Qatar telah mendanai terorisme.

"Produk-produk dari negara-negara yang memblokade kami, telah menjalani inspeksi impor dan prosedur bea cukai yang benar," kata pemerintah Qatar.

Pintu perbatasan Qatar dan Arab Saudi
Sebuah pemandangan memperlihatkan perbatasan Abu Samra menyebrang ke Arab Saudi di Qatar, Senin (12/6). (ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Finn)

"Untuk melindungi keamanan konsumen di negara Qatar dan untuk memberantas perdagangan barang-barang yang tidak sesuai prosedur, pemerintah telah mengeluarkan aturan untuk mencari pemasok baru bagi barang-barang yang dilarang," kata otoritas Qatar sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Surat kabar nasional Al Watan mengutip sebuah surat edaran dari Kementerian Ekonomi dan Perdagangan yang memberitahu para pengimpor dan toko-toko untuk berhenti berurusan dengan produk-produk dari keempat negara.

Surat edaran itu menyatakan bahwa para inspektur akan mengawasi kepatuhan para pedagang terhadap kebijakan ini.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar pada Juni tahun lalu.

Qatar, yang banyak mengimpor barang-barang yang dikirim melalui Uni Emirat Arab dan menggantungkan pasokan makanan segar dari Arab Saudi, membantah tudingan telah mendanai terorisme.

Emir Qatar
Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani (Foto: qatarliving.com)

Impor ke Qatar turun sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya pada pekan-pekan pertama boikot, namun angkanya berangsur-angsur kembali normal setelah Doha berhasil menemukan produk-produk pengganti dari beberapa negara seperti Turki.

Qatar juga berhasil menemukan rute impor baru melalui beberapa negara seperti Oman.

Selain itu, pemerintah Qatar telah memulai program baru untuk memproduksi barang-barang di dalam negeri, termasuk untuk bahan pangan.

Sejak Juni tahun lalu, beberapa bahan pangan dan produk-produk lain dari negara-negara yang menerapkan embargo bisa terus memasuki Qatar melalui perantara negara ketiga.

Juru bicara pemerintah Qatar tidak menjawab saat diminta komentar terkait pertanyaan mengenai berapa volume barang-barang yang akan terdampak oleh kebijakan baru ini, dan apakah larangan impor ini memasukkan barang-barang yang transit di empat negara.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa mengatakan kepada surat kabar Alsharq Alawsat pada Minggu (27/5) bahwa dia tidak melihat adanya potensi penyelesaian perselisihan diplomatik antara negaranya dengan Qatar.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Trump Batalkan Pertemuan, Korea Utara: Kami Apresiasi Keputusan Tegas Presiden


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH