Tersangka Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah di Sintang Bertambah Suasana konferensi pers pemerintah Kabupaten Sintang terkait jamaah Ahmadiyah. ANTARA/HO-Pemkab Sintang/am.

Merahputih.com - Polda Kalimantan Barat kembali menetapkan tersangka perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Hingga kini, sudah 16 orang telah berstatus tersangka.

"Polda Kalbar sudah menetapkan 16 orang tersangka sampai dengan pagi hari ini ya," terang Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go kepada wartawan, Selasa (7/9).

Baca Juga:

Kapolri Setuju Intoleransi Dilawan Dengan Moderasi Keagamaan

Belasan tersangka itu diduga kuat berperan sebagai pihak yang melakukan perusakan. Meski begitu, polisi masih mendalami otak atau aktor intelektual dalam peristiwa tersebut.

"Perannya diduga sebagai pelaku perusakan," ucap Donny.

Masjid Ahmadiyah disegel
Ilustrasi: Penyegelan masjid Ahmadiyah di Depok, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sebelumnya, Polda Kalbar menetapkan 9 orang tersangka dari 10 orang pelaku yang diperiksa usai insiden yang terjadi pada Jumat (3/9) lalu.

Baca Juga:

Ketua DPD Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Solidaritas Hadapi Pandemi

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak. Polda Kalbar bersama TNI sudah menerjunkan 300 orang ke lokasi untuk mengamankan kondisi keamanan dan mengevakuasi jemaah Ahmadiyah. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ukraina Minta Bantuan Indonesia soal Invasi Rusia
Indonesia
Ukraina Minta Bantuan Indonesia soal Invasi Rusia

Ukraina meminta Pemerintah Indonesia untuk bersuara lantang soal invasi militer Rusia ke wilayahnya. Ukraina mengatakan suara Indonesia bakal didengar semua pihak.

Kasus Omicron Terus Bertambah, Anies Minta Pintu Kedatangan Luar Negeri Dijaga Ketat
Indonesia
Kasus Omicron Terus Bertambah, Anies Minta Pintu Kedatangan Luar Negeri Dijaga Ketat

Kasus COVID-19 varian baru Omicron atau B.1.1.529 di Indonesia terus bertambah.

Dalam 10 Hari, 13 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88
Indonesia
Dalam 10 Hari, 13 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

13 tersangka teroris yang diamankan memiliki keterkaitan dalam organisasi Jamaah Islamiyah

Rebutkan Hadiah Puluhan Juta, 10 Muralis Bikin Mural Kritik Polisi di Mabes Polri
Indonesia
Rebutkan Hadiah Puluhan Juta, 10 Muralis Bikin Mural Kritik Polisi di Mabes Polri

Sebanyak 10 muralis mengekspresikan kritikannya di media dinding dalam bentuk lukisan untuk memperebutkan Piala Kapolri.

Itong Isnaeni Hidayat Hakim yang Terjaring OTT KPK
Indonesia
Itong Isnaeni Hidayat Hakim yang Terjaring OTT KPK

Mahkamah Agung (MA) membenarkan salah satu hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Warga Pralansia di DIY Mulai Dapat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Warga Pralansia di DIY Mulai Dapat Vaksinasi COVID-19

Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mempercepat vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat.

KPK Amankan 2 Mobil Terkait Kasus Eks Bupati Buru Selatan
Indonesia
KPK Amankan 2 Mobil Terkait Kasus Eks Bupati Buru Selatan

"Ditemukan dan diamankan berbagai bukti diduga terkait perkara di antaranya dua unit mobil, dokumen-dokumen terkait aliran sejumlah uang yang diduga dinikmati oleh tersangka TSS (Tagop) dan kawan-kawan," kata Plt Juru Bucara KPK Ali Fikri

Kapolri Sebut 232 Ton Beras Sudah Disalurkan ke Warga Jatim
Indonesia
Kapolri Sebut 232 Ton Beras Sudah Disalurkan ke Warga Jatim

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan penyaluran bansos ke titik-titik masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi COVID-19.

Polisi Tidak Bisa Serta Merta Selidiki Dugaan Gratifikasi Firli Bahuri
Indonesia
Polisi Tidak Bisa Serta Merta Selidiki Dugaan Gratifikasi Firli Bahuri

Penyidik sudah mengirimkan aduan ICW atas Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK

KPK Pastikan Kasus Stadion Mandala Krida Masih Proses Penyidikan
Indonesia
KPK Pastikan Kasus Stadion Mandala Krida Masih Proses Penyidikan

"Itu kan proses. Proses (penyidikan) kan tidak bisa cepat-cepat," ucap Ketua KPK Firli Bahuri