Jadi Tersangka Kebakaran, Pejabat Kejagung Tidak Dibui Gedung Kejagung terbakar. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Polisi telah selesai memeriksa Kasubag Sarpas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung (Kejagung), NH yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran Kejagung.

“Pemeriksaan dilakukan hampir 11 jam, pukul 10:30-21:00 dimulai dengan memperhatikan protokol kesehatan dan dilakukan rapid gen test,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Selasa (3/11).

Kepada tersangka penyidik melayangkan 110 pertanyaan. Seluruh pertanyaan terkait pekerjaan yang dia jalankan selama menjadi pejabat Kejagung. Penyidik kemudian memutuskan tidak menahan NH usai pemeriksaan.

Baca Juga:

Dua Kasubag Diduga Terseret Insiden Kebakaran Kejagung

“Penyidik tidak menahan tersangka karena selama proses penyidikan dan pemeriksaan hari ini bersikap kooperatif, juga ada jaminan dari Keluarga, Penasehat Hukum dan jaminan dari atasan tersangka sebagai ASN di Kejagung,” jelas Ferdy. Sebelumnya, Penyidik Gabungan Bareskrim Polri menetapkan 8 orang tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta.

Kedelapan orang ini dianggap bertanggung jawab atas kasus tersebut karena dianggap lalai sehingga mengakibatkan api muncul.

Kejaksaan Agung
Api melahap Kejagung (foto: Antara)

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan 6 kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik meminta keterangan 131 orang, di mana 64 di antaranya dijadikan saksi.

“Setelah gelar perkara disimpulkan ada kealpaan. Semuanya kita lakukan dengan ilmiah untuk bisa membuktikan. Kita tetapkan 8 tersangka karena kealpaan,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/10)

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni 5 orang tukang bangunan berinisial T, H, S, K, IS, sebagai pihak yang merokok di dalam gedung Kejagung. Mandor berinisial UAM yang tidak mengawasi kerja para tukang. Direktur Utama PT ARM berinisial R sebagai penjual cairan pembersih bermerk Top Cleaner yang tidak memiliki izin edar.

Dan, penyidik menilai Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH yang bertanggung jawab dalam kesepakatan pembelian cairan pembersih Top Cleaner. (Knu)

Baca Juga:

Ini Penyebab Awal dan Kenapa Kebakaran Kejagung Cepat Menyebar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Gerindra Pertimbangkan Usulan Cawagub DKI Jalani Fit and Proper Test
Indonesia
Gerindra Pertimbangkan Usulan Cawagub DKI Jalani Fit and Proper Test

Meski demikian, kata Syarif, partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto ini setuju diadakannya fit and proper test pada dua kandidat pengganti Sandiaga sebelum masuk dalam rapat paripurna pemilihan DKI 2.

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

  Gagal Penuhi Syarat Dukungan, Calon Independen Laporkan KPU Solo ke DKPP
Indonesia
Gagal Penuhi Syarat Dukungan, Calon Independen Laporkan KPU Solo ke DKPP

"Kami akan laporkan KPU Solo ke DKPP dan Bawaslu atas keputusan ini. Banyak keputusan KPU yang dianggap ganjal dan tidak konsisten dengan aturan yang telah dibuat," pungkasny

 Tetap Produktif Meski di Rumah Saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Tetap Produktif Meski di Rumah Saat Pandemi COVID-19

“Rutinitas yang terus menerus dilakukan di rumah tentunya dapat membuat kejenuhan. Salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan dengan cara melakukan hal positif dan bermanfaat," ujar Taqy

Jika Masuk Istana, AHY Diprediksi Bisa Ikuti Ritme Kerja Jokowi
Indonesia
Jika Masuk Istana, AHY Diprediksi Bisa Ikuti Ritme Kerja Jokowi

Jadi Menteri Koperasi dan UKM, tidak masalah

Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan
Indonesia
Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan

"Melihat kondisi terkini soal perkembangan penyebaran virus corona, memang sudah seharusnya dikembalikan seperti semula. Semua aturannya harus dikembalikan," ujar Prasetyo

 Dinyatakan Sembuh, Mantan Pasien Penderita Corona Puji Kinerja Para Tenaga Medis
Indonesia
Dinyatakan Sembuh, Mantan Pasien Penderita Corona Puji Kinerja Para Tenaga Medis

"Mereka punya family. Saya mohon ada perhatian untuk mereka karena kerjanya luar biasa sekali," kata wanita yang juga seorang guru tari ini.

Pemkot Jakarta Pusat Akui Angka Penderita COVID di Wilayahnya Tak Kunjung Turun
Indonesia
Pemkot Jakarta Pusat Akui Angka Penderita COVID di Wilayahnya Tak Kunjung Turun

Sebab, hal ini mesti dilakukan demi mengurangi penyebaran virus corona COVID-19

DPRD DKI Tetap Ngotot Gelar Pilwagub di Tengah Corona, Ada Apa?
Indonesia
DPRD DKI Tetap Ngotot Gelar Pilwagub di Tengah Corona, Ada Apa?

Andyka menuturkan pihaknya sudah melayangkan surat kepada kepolisian untuk melaksanakan rapat paripurna pemilihan wagub

Warga DKI Pilih Nurmansjah Lubis atau Riza Patria? Muncul Nama Risma dan AHY
Indonesia
Warga DKI Pilih Nurmansjah Lubis atau Riza Patria? Muncul Nama Risma dan AHY

Nurmansjah Lubis lebih dominan ketimbang Ahmad Riza Patria sebagai cawagub DKI.