Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dijamu Makan Siang, Kejagung Bilang Begini Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono. ANTARA/Anita Permata Dewi/pri.

MerahPutih.com - Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menuai kontroversi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menjelaskan, jamuan makan siang kepada kepada tersangka maupun penasihat hukum dan penyidik merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan tahap II suatu perkara atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum.

"Dalam proses pelaksanaan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti, baik perkara pidana umum maupun pidana khusus jika sudah jadwalnya makan siang, maka kami akan memberikan makan siang kepada tersangka, kadang penasihat hukum dan penyidik juga diberikan makan siang," ujarnya di Jakarta, Senin (19/10)

Baca Juga

Alasan Mabes Polri Belum Tahan Irjen Napoleon Bonaparte

Menurut Hari, makan siang itu diberikan sesuai dengan situasi dan kondisi, jika memungkinkan akan pesan nasi kotak atau nasi bungkus, namun jika tidak memungkinkan maka akan memesan ke kantin yang ada di kantor sesuai menu yang ada sesuai anggaran dan SOP.

Hari juga memastikan bahwa hal tersebut bukan jamuan istimewa namun hanya pemberian jatah makan siang. "Jadi bukan 'jamuan' tetapi memang jatah makan siang," jelasnya dilansir Antara

Senada, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Amir Yanto menganggap kalau memberikan makan kepada tahanan tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Menjamu itu istilahnya PH (penasihat hukum) terdakwa," kata Amir.

tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan
Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Istimewa

Menurut dia, bagi setiap tahanan yang diserahkan kepada Kejaksaan, maka sesuai SOP akan mendapat jatah makan siang dengan konsumsi senilai dengan yang sudah dianggarkan. Akan tetapi menu yang disajikan tidak boleh melebihi plafon anggaran yang disediakan.

"Jadi, pemberian makan siang tersebut sesuai dengan SOP. Menunya tergantung yang tersedia saat itu, yang penting harganya tidak melebihi plafon anggaran yang tersedia," kata Amir.

Sebelumnya beredar foto di media sosial yang memperlihatkan Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan kuasa hukumnya makan siang di sebuah ruangan di Kejari Jaksel saat proses penyerahan tersangka dan barang bukti atau penyerahan tahap dua, Jumat (16/10). Saat itu keduanya tampak mengenakan pakaian dinas Polri.

Sementara Petrus Bala Pattyona, kuasa hukum Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjelaskan bahwa jamuan makan yang diberikan Kejari Jakarta Selatan saat penyerahan tersangka dan barang bukti (pelimpahan tahap II) pada Jumat (16/10) adalah hal biasa.

Baca Juga

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan

"Itu acara P21 Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napolean Bonaparte di Kejaksaan Jaksel lalu, pas makan siang sesudah shalat Jumat, kami dikasih soto Betawi. Padahal biasa-biasa saja, cuma jadi heboh seolah-olah perlakuan istimewa," ucap Petrus. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bareskrim Segera Umumkan Tersangka Baru dalam Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Bareskrim Segera Umumkan Tersangka Baru dalam Kasus Djoko Tjandra

Belum diketahui, siapa orang yang mungkin jadi tersangka baru dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra.

Kata KPK Soal Kabar Harun Masiku Meninggal Dunia
Indonesia
Kata KPK Soal Kabar Harun Masiku Meninggal Dunia

"Sejauh ini tidak ada informasi valid yang KPK terima terkait meninggalnya buronan tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (12/1).

DPR Peringatkan Soal Potensi Konflik AS dengan Tiongkok
Indonesia
DPR Peringatkan Soal Potensi Konflik AS dengan Tiongkok

Indonesia mesti mewspadai potensi "perang dunia ketiga" antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Positif COVID-19, Wali Kota Bandung Oded Danial Bertugas Secara Daring
Indonesia
Positif COVID-19, Wali Kota Bandung Oded Danial Bertugas Secara Daring

Oded menyatakan dirinya bakal tetap bertugas secara daring dibantu Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana serta Sekretaris Daerah Ema Sumarna dan seluruh jajaran aparatur sipil negara.

Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen
Indonesia
Polisi Ringkus 3 Calo Rapid Tes di Stasiun Senen

Kronologi pencaloan rapid test terendus pada Sabtu (19/12) kemarin sekitar pukul 23.00 Wib, pelapor memberkan informasi bahwa telah terjadi praktik percaloan hasil rapid tes.

Rutan KPK Tak Luput dari Penyemprotan Disinfektan
Indonesia
Rutan KPK Tak Luput dari Penyemprotan Disinfektan

Penyemprotan ini bakal dilakukan selama dua hari sejak Rabu (18/3) besok

Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi
Indonesia
Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi

“Keputusannya malam nanti apakah datang atau tidak,” kata Aziz

Kim Jong Un: Berkat Nuklir Tidak Ada Lagi Perang
Dunia
Kim Jong Un: Berkat Nuklir Tidak Ada Lagi Perang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan tidak akan ada perang lagi karena senjata nuklir negara itu menjamin keselamatan dan masa depan.

KA Bengawan Relasi Purwosari - Pasar Senen Beroperasi Hari Ini
Indonesia
KA Bengawan Relasi Purwosari - Pasar Senen Beroperasi Hari Ini

Tarif KA Bengawan dibandrol seharga Rp74 ribu sekali perjalanan.

Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Transportasi Laut
Indonesia
Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Transportasi Laut

Pengoperasian transportasi laut pada masa adaptasi kebiasaan baru ini telah ditetapkan kriteria yang harus dipenuhi oleh setiap penumpang dan operator.