Terpidana Mati Asal Tiongkok yang Kabur ke Bogor Bunuh Diri karena Stres Konferensi pers terkait kematian Cai Changpan, narapidana yang kabur dari Lapas Tangerang. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Kematian Cai Changpan, narapidana yang kabur dari Lapas Tangerang yang disebut tewas bunuh diri menyisakan banyak tanda tanya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menduga, Cai Changpan memutuskan untuk bunuh diri karena merasa terdesak dengan kepungan aparat.

"Merasa mungkin mulai merasa terdesak dengan adanya anggota kami tim gabungan yang terus menyusuri beberapa lokasi di hutan Tenjo," jelas Nana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/10).

Baca Juga:

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Kejar Napi Asal Tiongkok ke Hutan Tenjo

Menurut analisisnya, Cai Changpan kesulitan mencari tempat perlindungan karena polisi terus bergerak menyisir lokasi.

"Sehingga ada rasa yang bersangkutan tempat untuk dia berlindung ada kesulitan karena anggota kami terus mobile, sehingga ada jalan pintas dalam pikirannya untuk bunuh diri atau gantung diri di tempat pembakaran ban di Jasinga, ini hasil analisa kami," jelasnya.

Ia mengungkap sebelum menemukan Cai, pihaknya menemui beberapa kesulitan. Kendala pertama adalah karena Cai cukup menguasai medan di Hutan Tenjo tempatnya bersembunyi dari kejaran petugas gabungan.

Bagaimana tidak menguasai, Cai dan istri tinggal di sekitaran kawasan hutan Tenjo sejak tahun 2003.

"Secara karakteristik dan geografis, dia cukup menguasai," kata Nana.

 Konferensi pers terkait kematian Cai Changpan, narapidana yang kabur dari Lapas Tangerang. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers terkait kematian Cai Changpan, narapidana yang kabur dari Lapas Tangerang. (Foto: MP/Kanugrahan)

Hal ini ditambah bukti dari pengakuan istri korban yang menyebut kalau Cai kerap masuk ke hutan untuk berburu. Dia kerap menembak burung di hutan. Dari sinilah diyakini kalau Cai memang sudah paham betul medan Hutan Tenjo.

Buntut lokasi hutan yang cukup luas, Polda Metro Jaya pun dapat tambahan bantuan personel dari Brimob sebanyak 1 SSK guna memburu terpidana mati kasus narkoba itu.

Ratusan personel gabungan yang diturunkan tak sia-sia. Mereka mempersempit ruang gerak Cai di Hutan Tenjo hingga membuat Cai lari ke hutan Jasinga yang ada di sebelah hutan Tenjo.

Cai belum paham betul karakteristik hutan. Sehingga saat berada di Hutan Jasinga dia hanya bersembunyi di sebuah pabrik pembakaran ban pada malam hari.

Baca Juga:

Kabur dari Lapas Tangerang, Napi asal Tiongkok Diburu sampai Hutan Belantara

Pada pagi hari, Cai akan kembali masuk ke hutan Tenjo. Persembunyian Cai di pabrik ternyata diketahui satpam pabrik. Meski sempat diancam oleh Cai, satpam tetap melapor ke kepala desa. Alhasil, kepala desa melapor ke polisi hingga akhirnya dilakukan penggerebekan.

Sayangnya saat ditemui Sabtu 17 Oktober 2020 pagi sekira pukul 10.30 WIB, Cai sudah tidak bernyawa. Dia ditemukan tergantung di sana. Diduga hal itu dilakukan karena dia tahu dirinya sudah pasti akan tertangkap. Jasadnya pun lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur guna mengautopsi jasadnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait dengan kaburnya seorang narapidana asal Tiongkok dari Lapas Klas I Tangerang. (Knu)

Baca Juga:

Napi Asal Tiongkok yang Kabur ke Hutan Ditemukan Tewas Gantung Diri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Begini Modus Penyelundupan Harley dan Sepeda Brompton yang Diduga Dilakukan Bos Garuda
Indonesia
Begini Modus Penyelundupan Harley dan Sepeda Brompton yang Diduga Dilakukan Bos Garuda

"Berdasarkan penelusuran kami, harga motor Rp 800 juta per unit. Nilai sepeda sekitar 50 juta hingga 60 juta rupiah per unit. Dengan demikian total potensi kerugian negara adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar," kata Sri Mulyani.

Belajar Daring Diperpanjang, Sekolah Dibolehkan Beli Pulsa Internet Pakai Dana BOS
Indonesia
Belajar Daring Diperpanjang, Sekolah Dibolehkan Beli Pulsa Internet Pakai Dana BOS

Pembelajaran program paket A, paket B, dan paket C juga dilakukan melalui media daring.

Kasus Virus Corona Hampir Sentuh 100 Ribu, Tingkat Kematian Tertinggi di Italia
Indonesia
Kasus Virus Corona Hampir Sentuh 100 Ribu, Tingkat Kematian Tertinggi di Italia

Secara keseluruhan pada Jumat (6/3) ada 2.873 kasus baru COVID-19 dengan perincian 146 kasus baru di Tiongkok dan 2.727 kasus baru di 88 negara dan wilayah di luar negera itu.

Pemprov DKI Beberkan Penyebab Penghuni DP 0 Rupiah Klapa Village Rendah
Indonesia
Pemprov DKI Beberkan Penyebab Penghuni DP 0 Rupiah Klapa Village Rendah

Pemprov DKI menetapkan regulasi yang sangat ketat dalam menyaring calon penghuni.

 Pekan Depan DPRD Bentuk Panlih Wagub DKI Jakarta
Indonesia
Pekan Depan DPRD Bentuk Panlih Wagub DKI Jakarta

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini memperkirakan pembentukan Panlih akan rampung pada Selasa (25/2) minggu depan.

Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo
Indonesia
Aksi Dugaan Mafia Tanah Resahkan Warga Pemilik Hak Tanah di Kawasan Pulau Komodo

"Sehingga meresahkan Masyarakat Adat Manggarai Barat," kata Petrus

Subsidi Upah Bagi Tenaga Kependidikan Mulai Disalurkan
Indonesia
Subsidi Upah Bagi Tenaga Kependidikan Mulai Disalurkan

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) diberikan waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.

Pimpinan KPK Tertarik dengan Data Dugaan Korupsi BUMN dari Erick Thohir
Indonesia
Pimpinan KPK Tertarik dengan Data Dugaan Korupsi BUMN dari Erick Thohir

Tak hanya sekali Erick mengungkap dugaan praktik korupsi di Kementerian BUMN.

Efek New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri
Indonesia
Efek New Normal, Naik Ojol Harus Bawa Helm Sendiri

Hal itu sebagai salah satu pemenuhan protokol kesehatan yang ditetapkan asosiasi tersebut.

Tenggang Waktu Penyampaian Draf UU Ciptaker Hanya Sampai Besok
Indonesia
Tenggang Waktu Penyampaian Draf UU Ciptaker Hanya Sampai Besok

Sembilan fraksi partai politik yang ada di DPR telah menyepakati, mengikuti, dan menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terhadap UU Cipta Kerja