Teror Surabaya Gagal Gerus Kepercayaan Investor Indonesia Bank Indonesia merekam potensi investasi Indonesia. Foto: Antara

MerahPutih.com - Kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik masih terjaga dan tidak akan tergerus dengan rentetan aksi teror bom yang melanda Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur sejak Minggu (13/5) kemarin.

"Kepercayaan investor kami lihat masih tetap terjaga. Bank Sentral mendukung aparat hukum dan keamanan dalam menangani masalah keamanan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Senin (14/5).

Bom Mapolrestabes Surabaya
Kepanikan polisi di Mapolrestabes Surabaya. Foto: MP/Budi Lentera

Nlai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Senin pagi memang sempat melemah 25 poin menjadi Rp13.968 dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp13.943 per dolar AS. Namun, penurunan ini lebih dipengaruhi ekspektasi inflasi di Amerika Serikat yang rendah, bukan karena faktor keamanan di dalam negeri.

Bank Sentral meyakini kemampuan aparat penegak hukum untuk memulihkan stabilitas keamanan pascateror bom. Otoritas Bursa juga mengimbau investor untuk tidak terpengaruh aksi teror dan lebih melihat kondisi fundamental perekonomian domestik yang terus membaik.

Bursa Efek
Caption

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menjelaskan kondisi pergerakan bursa dan investor saat ini tidak jauh berbeda ketika terjadi teror bom Thamrin 14 Januari 2016 silam. Kala itu, aksi teror tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Pada saat terjadinya teror itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 77,86 poin atau 1,72 persen di level 4.459,32 poin. Namun, lanjut dia, koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen.

"Itu menunjukkan investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi," tandas petinggi Bursa Efek Indonesia itu, dilansir Antara.

Imbauan Menteri Airlangga

Menperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (MP/Ponco Sulaksono)

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengimbau agar industri di Indonesia terus beroperasi kendati terjadi peristiwa ledakan bom di beberapa lokasi di Surabaya. “Tetap ekspansi, tetapi kita harus meningkatkan ‘awareness’ kita. Lebih awas saja,” kata Airlangga usai memberi pengarahan kepada calon Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kemenperin di Jakarta, Senin.

Menperin mengakui Surabaya merupakan kota industri dan bisnis sehingga tentu saja akan berdampak terhadap iklim investasi di Indonesia. Namun, dia berharap agar bangsa Indonesia tidak kehilangan solidaritasnya, karena peristiwa serupa juga terjadi di negara lain. “Ini terjadi juga di Amerika, Paris,” tutur Airlangga.

Untuk itu, kata Menperin, kegiatan perekonomian harus terus berjalan untuk membukti salah satu target teroris untuk menghancurkan perekonomian dan investasi tidak terwujud. "Kita harus lawan, dengan investasi tetap berjalan. Apa yang dicita-citakan terorisme tidak tercapai,” tandas Ketua Umum Golkar itu.


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH