Ternyata Kata Betawi Berasal dari Nama Pohon Ondel-ondel budaya Betawi (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Meski menjadi tempat tinggal orang-orang multi etnis, Jakarta memang tak bisa dilepaskan dari Suku Betawi. Berdasarkan penelitian, Suku Betawi merupakan percampuran antar etnis dan bangsa pada maa penjajahan Belanda.

Sebelum ada Suku Betawi, sudah ada kelompok etnis lainnya yang hidup di Jakarta (dulunya Batavia) seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Tionghoa. Hal itu diperkuat dengan beberapa nama daerah di Jakarta, misal Kampung Melayu, Kampung Ambon, Kampung Bali, dan lainnya. Lantas, sebenarnya darimana asal mula kata Betawi?

Setidaknya ada tiga versi yang menjelaskan asal mula kata Betawi. Pertama Betawi berasal dari kata Pitawi (bahasa Melayu Polynesia Purba) yang artinya larangan. Kata tersebut mengacu pada sebuah bangunan Candi Batu Jaya di Karawang. Konon candi tersebut adalah batas antara kota suci dan kota terbuka.

Versi kedua berasal dari bahasa Melayu Brunei dimana kata Betawi digunakan untuk menyebut giwang. Nama itu mengacu pada ekskavasi di Babelan, Kabupaten Bekasi. Di sana ditemukan banyak giwang yang berasal dari abad ke-11 M.

Dalam lakon Jawara, para pemeran yang terlibat dalam pementasan (MP/Rizki Fitrianto)

Terakhir Betawi berasal dari nama tanaman Flora guling Betawi (cassia glauca). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan ciri-ciri kayu bulat seperti guling dan mudah diraut serta kukuh. Dulu batang tanaman ini sering dipakai untuk membuat gagang keris atau pisau.

Tanaman ini banyak tumbuh di di Nusa Kelapa dan beberapa daerah di pulau Jawa dan Kalimantan. Sementara di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, guling Betawi disebut Kayu Bekawi.

Nah, versi ketiga inilah yang lebih dipercaya oleh para sejarahwan. Pasalnya, nama-nama pepohonan banyak diambil untuk pemberian nama daerah di Jakarta seperti Gambir, Kreo, Bintaro, Condet dan masih banyak lagi.

Sahabat Merahputih, itulah asal mula nama Betawi yang sering kita dengar. Banyak tokoh-tokoh yang lahir dari suku betawi seperti Mohammad Husni Thamrin, Ismail Marzuki, Benyamin Sueb, dan masih bayak lagi.

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Selamat HUT ke-490, Kota Jakarta dan Infografis Nasib Ondel-Ondel

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan
Tradisi
Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan

Megengan merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Megengan biasanya dilakukan pada minggu terakhir bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadan

Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah
Kuliner
Semarang, Surganya Kuliner Jamu dan Rempah

Kamu bisa menemukan banyak kuliner Jamu di Semarang.

Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa
Tradisi
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa

Dalam ekosistem pacuan, ada anak–anak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda.

Wisata Batik di Kampung Laweyan
Travel
Wisata Batik di Kampung Laweyan

Salah satu sentra batik ternama di Jawa.

'Baby Dinosaurus' Telah Hadir di Dufan
Travel
'Baby Dinosaurus' Telah Hadir di Dufan

Dunia Fantasi Ancol menghadirkan sebuah pilihan baru yang ada di kawasan kids fanstasy dufan, yakni 'Baby Dinosaurus'

Mandeh, Cita Rasa Asli Padang di JHL Solitaire
Kuliner
Mandeh, Cita Rasa Asli Padang di JHL Solitaire

Sensasi merasakan makanan khas Minang di hotel bintang lima.

Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan
Tradisi
Tradisi Balimau, Mandi Jeruk Nipis Menyambut Ramadan

Tradisi menyambut Ramadan di Sumatera Barat.

Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB
Travel
Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemda DIY untuk mencegah kerumunan massa

Bali Masih Melarang Pelancong Internasional Hingga 2021
Travel
Bali Masih Melarang Pelancong Internasional Hingga 2021

Awalnya berencana dibuka kembali pada bulan September.

Tari Barong, Pertunjukan Mistis ala Negeri Aing
Tradisi
Tari Barong, Pertunjukan Mistis ala Negeri Aing

Biarpun terkesan arkaik, hal-hal mistis itu justru jadi hal menarik di negeri aing.