Ternyata Ini Alasan Kuat Kasus Positif COVID-19 di DKI Tinggi Salah satu Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dr Dewi Nur Aisyah memberikan keterangan terkait kasus di DKI Jakarta di Graha BNPB Jakarta, Rabu.

MerahPutih.com - Tim pakar Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan alasan tingginya kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta. Yaitu karena agresifnya pemeriksaan dan penelusuran epidemiologi yang dilakukan oleh tim surveilans.

Salah satu Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menggambarkan, agresivitas tersebut dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh DKI Jakarta sudah empat kali lipat dari standar WHO.

Baca Juga:

Begini Tahapan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Menurut LIPI

Bila standar yang ditetapkan WHO harus memeriksa 1.000 spesimen per 1 juta penduduk, DKI Jakarta telah memeriksa 40 ribu spesimen dari sekitar 10 juta penduduknya.

"Pada periode 4-10 Juni DKI Jakarta sudah memeriksa 20 ribu, melebihi ekspektasi WHO. Kemudian bertambah lagi jadi 27 ribu di minggu berikutnya, dan dua pekan terakhir sudah 40 ribu pemeriksaan dalam seminggu. Sudah empat kalinya standar WHO," kata Dewi, dalam keterangannya di Graha BNPB Jakarta, Rabu (29/7), dikutip Antara.

Data sebaran kluster dengan 114 kasus di rumah ibadah yang tersebar di sejumlah titik Jakarta. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Data sebaran kluster dengan 114 kasus di rumah ibadah yang tersebar di sejumlah titik Jakarta. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Dari seluruh kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta periode 4 Juni hingga 28 Juli 2020, sebanyak 57 persennya merupakan tanpa gejala dan 43 persennya orang yang memiliki gejala.

Sebanyak 43 persen atau 5.477 kasus positif COVID-19 di periode tersebut didapat dari masyarakat yang mendatangi rumah sakit. Sementara 28 persennya atau 3.567 kasus didapati dari penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

"Jadi tim surveilans turun ke pasar, ke perkantoran, rumah ibadah, mencari orang-orang yang tidak ada gejala kemudian positif," kata Dewi. Sedangkan sebanyak 29 persen atau 3.694 kasus didapat dari penelusuran kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Capai 100 Ribu, MUI Bandingkan Disiplin Warga dengan Penduduk Tiongkok

Dari kasus pada periode tersebut memang paling banyak berasal dari kluster pasien-pasien di rumah sakit sebanyak 42,95 persen. Sisanya berasal dari kluster anak buah kapal atau pekerja migran Indonesia 5,88 persen dikarenakan Jakarta merupakan salah satu pintu masuk ke Indonesia.

Selanjutnya kluster pasar rakyat, perkantoran, pegawai di rumah sakit, pegawai di Puskesmas, kegiatan keagamaan, panti, dan rumah tahanan. (Knu)

Baca Juga:

Peningkatan Pesat Kasus COVID-19 di Jakarta Jadi Sorotan, Mayoritas Sasar Usia Produktif

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia
Dunia
Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak tutup usia pada usia 91 tahun.

Anies Buka-bukaan Keuntungan Presiden yang Pernah Jadi Gubernur
Indonesia
Bagikan Link Film Ilegal, Tjahjo Kumolo Minta Maaf
Indonesia
Bagikan Link Film Ilegal, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

"Saya salah, khilaf, tidak hati-hati, langsung kirim via Twitter, belum izin, dan lain-lain. Karena harus izin terkait Hak Cipta. Dan apabila saya harus kompensasi, misalnya, saya siap semampu saya," kata Tjahjo.

PP PSBB Sudah, Kini Pemerintah Siapkan PP Larangan Mudik Lebaran
Indonesia
Tiga Tahanan dan Satu Narapi Rutan Banda Aceh Kabur
Indonesia
Tiga Tahanan dan Satu Narapi Rutan Banda Aceh Kabur

Tiga tahanan dan seorang narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh yang berada di kawasan Kahju, Aceh Besar, kabur.

Siang Ini Anies Undang 'Tetangga' Bahas PSBB
Indonesia
Siang Ini Anies Undang 'Tetangga' Bahas PSBB

Anies enggan menyampaikan lebih jauh tentang PSBB yang bakal diterapkannya

Perluasan CFD Dinilai Perbanyak Klaster Penyebaran Corona
Indonesia
Perluasan CFD Dinilai Perbanyak Klaster Penyebaran Corona

CFD minggu lalu membuat kerumunan besar di satu lokasi.

Jaksa Agung Sebut Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat, Ini Tanggapan Amnesty International
Indonesia
Novel Baswedan tidak Hadiri Sidang Perdana Kasusnya
Indonesia
Novel Baswedan tidak Hadiri Sidang Perdana Kasusnya

"Kita pantau betul apakah persidangan jalan atau pengadilan ini penuh dengan tekanan," kata Saor

Masih Ada Buron Lain, Penegak Hukum Diminta Tak Berpuas Diri Usai Tangkap Maria Lumowa
Indonesia
Masih Ada Buron Lain, Penegak Hukum Diminta Tak Berpuas Diri Usai Tangkap Maria Lumowa

Harus didalami lebih lanjut apakah Maria ini benar-benar pelaku utama dari kasus pembobolan kas BNI