Ternyata, Celana Dalam Bikin Selulit Ilustrasi. (foto: Pixabay/pezibear)

PARA perempuan selalu punya 'musuh' untuk penampilan mereka. Sebut saja jerawat. Bagi sebagain lainnya, selulit jadi momok. Ya, guratan-guratan putih lembut yang sering terdapat di lengan, paha, bokong, bahkan perut ini membuat kebanyakan perempuan jadi tidak percaya diri.

Ada mitos yang menyebut celana dalam yang setiap hari dikenakan menjadi penyebab munculnya selulit. Benarkah demikian?

Selulit umumnya disebabkan penumpukan lemak di bawah kulit yang lama-lama muncul ke permukaan kulit. Tumpukan lemak itu membuat kulit terlihat bergelombang sebab jaringan ikat Anda terdorong ke atas permukaan kulit. Selain itu, dr. Chery Kacher, seorang spesialis kulit dari New York, menyatakan bahwa celana dalam yang terlalu ketat bisa menjadi penyebab selulit atau memperparah selulit yang sudah ada di tubuh kamu.

Memakai celana dalam ketat, seperti dijelaskan Kacher, akan membuat sirkulasi aliran darah di sekitar paha, perut, dan bokong jadi terhambat. Itulah yang kadang membuat selulit muncul. Selain itu, pemakaian celana dalam yang ketat bisa membuat tubuh jadi tidak bekerja maksimal saat membuang racun.

Senada, seorang pakar anti-aging dari klinik Liondale di New York, dr Lionel Bissoon, juga membenarkan fakta bahwa penggunaan celana dalam ketat dapat menghambat aliran darah bagian bokong. Ia bahkan mengatakan bahwa ketatnya celana dalam yang dipakai perempuan membuat sistem limfatik (yang mengalirkan limfa atau kelenjar getah bening) di tubuh jadi tersumbat.

Ia pun mengamini bahwa masalah selulit ini mulai muncul di awal 1970 dan 1980-an, saat perubahan makanan, aktivitas sehari-hari, hingga pakaian dalam banyak terjadi. Orang-orang jadi mulai malas bergerak, sehingga menyebabkan penumpukan lemak di bagian-bagian tertentu jadi tidak terbakar maksimal.

Ditambah dengan penggunaan celana dalam ketat, hal itu pun memicu masalah selulit. Padahal di beberapa tahun sebelumnya, penggunaan model celana dalam perempuan dan pria tidak seketat masa kini. Masyarakat di masa tersebut bahkan memakai pakaian dan celana dalam yang longgar, mirip seperti piyama.


Perhatikan diet


Dikutip dari Everyday Health, selain pakaian yang ketat, para ahli diet juga menemukan adanya hubungan erat antara makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan selulit. Pola makan yang buruk seperti makan makanan berlemak dan tidak bergizi dapat menyebabkan selulit jadi gampang muncul.

Sementara itu, mereka yang sering makan makanan seperti yang makan lebih buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak tampaknya memiliki selulit yang lebih sedikit dit tubuh mereka.

Selain itu, selulit dipicu juga oleh hormon esterogen pada perempuan. Esterogen memiliki peranan penting pada pembuluh darah. Terlebih ketika hormon esterogen pada wanita mulai menurun yang akan menyebabkan reseptor pembuluh darah mengalami penurunan kerja sirkulasi darah di tubuh. Pnurunan sirkulasi darah bisa membuat oksigen di bagian tubuh tersebut jadi berkurang, dan sel-sel lemak di dalamnya bisa membesar perlahan sehingga menyebabkan selulit.

Oleh karena itu, agar terhindar dari selulit, perhatikan kelonggaran celana dalam yang kamu pakai juga jaga diet tetap sehat seimbang ya.(*)



Dwi Astarini