Ternyata Artis Punya Potensi Depresi yang Tinggi Ilustrasi. (foto: pexels)

PEKERJAAN dapat membuat tertekan. Beban kerja dan waktu kerja yang panjang sering kali membuat Anda lelah. Akibatnya, stres mudah menyerang.

Dalam jangka panjang, stres dapat memicu timbulnya depresi. Seperti dikutip dari Health, beberapa jenis pekerjaan memang lebih membuat stres ketimbang yang lain. Apa saja?

Berikut peringkat lima teratas pekerjaan dengan tingkat depresi tertinggi.


Perawat anak atau lansia

Profesi sebagai perawat pribadi ada di puncak daftar pekerjaan dengan tingkat deperesi tertinggi. Hampir 11% pekerja di bidang ini mengaku mengalami depresi.

Pekerjaan harian yang meliputi menyuapi, memandikan, dan terlebih merawat mereka yang tidak mampu mengekspresikan rasa terima kasih karena telalu sakit ataupun terlalu muda merupakan beban nyata pekerjaan ini.

Psikolog klinis di Tufts University yang juga pengarang buku Child's Mind Christopher Willard menyebut, "melihat orang sakit dapat amat membuat tertekan. Terlebih tanpa adanya timbal balik positif dari situasi itu."

Staf pelayan restoran

Siapa sangka pekerja yang menghidangkan makanan di restoran favorit Anda mungkin saja memendam depresi. Faktanya, 10% pekerja pria di bidang ini mengalami depresi, dan hampir 15% pekerja perempuan mengaku mengalami hal yang sama.

Upah yang rendah dan pekerjaan yang melelahkan menjadi faktor pemicu. Yang membuat beban pekerjaan ini makin berat ialah mereka harus menrima perintah dari berbagai macam orang.

"Ini sering kali pekerjaan tanpa apresiasi," ujar Deborah Legge, PhD, konselor kesehatan mental berlisensi di Buffalo.

Pekerja sosial

Tidak mengherankan jika karier sebagai pekerja sosial masuk di daftar pekerjaan dengan tingkat depresi tinggi. Menangani anak korban kekerasan atau masalah sosial lainnya amatlah membuat tertekan. Ditambah lagi, keharusan berurusan dengan birokrasi yang bertele-tele.

Selain itu, pekerjaan ini memiliki jam kerja yang panjang, bahkan hingga 24 jam, 7 hari seminggu.

"Pekerja sosial bekerja menghadapi mereka yang amat membutuhkan. Akan amat susah untuk tidak banyak berkorban dalam menjalankan pekerjaan ini. Hal inilah yang membuat para pekerja di bidang ini mudah terjangkit depresi," ujar Willard.

Pekerja di bidang kesehatan

Dokter, perawat, dan terapis termasuk di kategori pekerjaan ini. Waktu kerja yang tak menentu dan pajang menjadi faktor penyumbang stres pada profesi ini.

Terlebih ketika mereka menyadari bahwa hidup mati orang lain ada di tangan mereka. Akibatnya, tingkat stres bisa melonjak tajam.

"Melihat pasien yang sakit, trauma, dan kematian setiap hari dapat membuat persepsi seseorang terhadap dunia menjadi kelabu," ujar Willard.


Artis, penghibur, dan penulis

Meskipun terkesan glamor, profesi ini tidak memberikan kepastian dalam jumlah penghasilan. Selain itu jam kerjanya juga tak pasti. Mereka yang menekuni profesi ini kerap terisolasi dari kehidupan sosial.

Sekitar 9% pekerja di bidang ini mengaku mengalami depresi. Bahkan, 7% pekerja pria di bidang ini mengaku menagalami depresi berat.

"Banyak artis yang mengalami gangguan bipolar. Kehidupan artistik dan gaya hidup menjadi faktor penyumbang gangguan mental tersebut," ujar Legge.(*)

Baca juga Depresi dan Kecemasan, 2 Gangguan Mental yang Wajib Diwaspadai Karyawan



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH