Ternyata Ada Batasan Lama Tidur untuk Aman dari Sakit Jantung Durasi tidur ternyata memiliki hubungan dengan potensi seseorang terkena serangan jantung. (Foto: Pexels/Pixabay)

LAMA durasi tidur seseorang ternyata berpengaruh terhadap potensi terkena penyakit serangan jantung. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan terhadap 116.000 orang berusia antara 35 dan 70 di 21 negara.

European Heart Journal melansir hasil penelitian McMaster University, Ontario, Kanada, mengungkapkan orang yang tidur delapan hingga sembilan jam sehari memiliki risiko 5 persen lebih besar menderita jantung atau penyakit pembuluh darah ke otak.

1. Tidur di atas 10 jam sehari paling berbahaya

sakit jantung
Jangan anggap remeh gangguan tidur ini, bisa merupakan pertanda sakit jantung. (Foto: Pexels/Pixabay)

Hasil studi yang sama menyebutkan bahaya terkena serangan jantung dan penyumbatan pembuluh otak itu naik ke risiko 17 persen lebih tinggi bagi mereka yang tidur antara sembilan dan 10 jam sehari.

Fakta mengejutkan terungkap dari sampel peserta penelitian yang memiliki kebiasaan durasi tidur di atas 10 jam sehari, mereka berpotensi 41 persen peningkatan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian.


2. Terbaik 6-8 jam sehari

tidur nyenyak
Durasi tidur malam terbaik antara 6-8 jam sehari. (Foto: Pixabay/xiangying_xu)

Lalu berapa durasi tidur yang dianggap terbaik? Tidur selama enam hingga delapan jam di malam hari bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. "Enam hingga delapan jam adalah durasi tidur terbaik," kata Dr Saurabh Aggarwal, anggota tim peneliti.

Namun, bukan berarti semakin sedikit waktu tidur berarti semakin aman dari ancaman penyakit jantung. Sebab, orang yang tidur kurang dari enam jam di malam hari memiliki kemungkinan terkena serangan jantung atau stroke dua kali lipat, dibanding mereka yang tidur enam hingga delapan jam.

"Tidur sangat penting untuk kesehatan manusia, dan orang menghabiskan sekitar sepertiga dari jam tidur mereka. Hal ini semakin dianggap sebagai perilaku gaya hidup yang penting yang dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian," demikian kesimpulan hasil penelitian.

3. Di luar 6-8 jam sehari segera periksa ke dokter

gambar jantung
Serangan jantung dapat berakibat kematian. (Foto: qualityoflifeandhealth)

Co-author Profesor Salim Yusuf anggota tim peneliti dari McMaster University, Ontario, Kanada, juga menyarankan sebaiknya orang yang durasi tidurnya tidak masuk kategori enam sampai delapan jam tidur sehari harus segera berkonsultasi dengan dokter.

"Jika Anda tidur terlalu sering, katakanlah lebih dari sembilan jam sehari, maka Anda mungkin ingin mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan," tutup dia. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH