Terminal Baru Bandara Timika Tampung 4.000 Penumpang Gedung terminal penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan. (ANTARA/Evarianus Supar)

MerahPutih.com - Gedung terminal baru Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua mampu menampung hingga 4.000 orang penumpang per hari. Bandara ini rencananya mulai digunakan secara terbatas dalam waktu dekat.

Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika Asep Soekarjo mengatakan, pengoperasian secara parsial gedung terminal Bandara Timika itu masih menunggu penyelesaian ruang kedatangan di lantai satu.

Sementara untuk lantai dua, belum bisa difungsikan lantaran masih harus dipasangi garbarata.

Baca Juga:

Dirjen Otda Sebut Kunjungan ke Timika Tak Terkait Papua Tengah

"Sekarang ini kami konsentrasi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan di lantai satu. Kalau memang bulan ini belum bisa digunakan maka kami akan geser ke bulan Juli untuk mulai digunakan secara terbatas untuk pelayanan masyarakat, termasuk nanti saat penyelenggaraan PON XX Papua di bulan Oktober," jelas Asep di Timika, Jumat (18/6), seperti dikutip Antara.

Gedung terminal penumpang Bandara Timika yang terletak di sisi selatan itu dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sejak beberapa tahun lalu.

Asep belum bisa memastikan apakah seluruh pekerjaan penyelesaian gedung terminal penumpang Bandara Timika itu bisa tuntas pada bulan Agustus mendatang.

Sejauh ini, berbagai fasilitas maupun gedung terminal penumpang Bandara Timika itu sudah dilakukan verifikasi oleh pihak Direktorat Bandar Udara pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

Menurut dia, sejumlah hal yang harus dilengkapi sesuai rekomendasi pihak Direktorat Bandara Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub telah dipenuhi.

Pengoperasian secara terbatas gedung terminal penumpang Bandara Timika akan terus dilakukan sehingga saat penyelenggaraan PON XX Papua, di mana Timika menjadi salah satu klaster penyelenggara, sudah benar-benar siap untuk menyambut para tamu dan kontingen dari berbagai provinsi yang akan datang ke Timika.

"Mulai Juli kami akan uji coba terus, apa kekurangannya akan kami perbaiki dan lengkapi sehingga saat PON XX nanti semuanya sudah benar-benar siap," ujarnya.

Gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika (sisi selatan) yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan segera dioperasikan secara parsial dalam waktu dekat. (ANTARA/Evarianus Supar)
Gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika (sisi selatan) yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan segera dioperasikan secara parsial dalam waktu dekat. (ANTARA/Evarianus Supar)

Ia mengimbau warga Mimika agar menjaga dan merasa memiliki fasilitas gedung terminal penumpang Bandara Timika yang sudah dibangun dengan anggaran yang sangat mahal.

"Bandara ini milik masyarakat Mimika dan masyarakat Papua pada umumnya. Kami hanya diperintahkan untuk membangun dan memelihara serta merawat fasilitas ini. Jadikan Bandara Mozes Kilangin Timika sebagai ikon kebanggan masyarakat Mimika dan Papua pada umumnya sehingga kita semua memiliki tanggung jawab untuk merawat dan memeliharanya," imbau Asep.

Gedung terminal penumpang yang dibangun oleh Kemenhub itu dengan luas 21.000 meter persegi berkonstruksi dua lantai bisa menampung penumpang dengan kapasitas hingga 4.000 orang per hari.

Baca Juga:

Bahas Penumpasan KKB, Panglima TNI dan Kapolri Terbang ke Timika

Di samping gedung tersebut, Pemkab Mimika juga tengah membangun gedung terminal penumpang dengan luasan sama berkonstruksi dua setengah lantai, dimana pembangunannya saat ini baru sekitar 50 persen.

"Kalau nanti gedung terminal yang dibangun Pemkab Mimika sudah selesai dan bisa digunakan seluruhnya dengan gedung terminal yang dibangun oleh APBN maka bisa menampung penumpang dengan kapasitas 7.000-8.000 orang per hari. Dari luasannya saja sudah jauh lebih luas dari Bandara Sentani di Jayapura," kata Asep.

Adapun untuk mengoperasikan gedung terminal Bandara Timika itu nanti, pihak UPBU Mozes Kilangin akan bekerja sama dengan penyedia jasa khususnya di bidang penyediaan tenaga kebersihan dan jasa keamanan. (*)

Baca Juga:

800 Warga Pegunungan Timika Dievakuasi di Bawah Teror KKB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jalanan di Jakarta Bakal Dibatasi, Polisi: Jangan Dipelesetin Lockdown
Indonesia
Jalanan di Jakarta Bakal Dibatasi, Polisi: Jangan Dipelesetin Lockdown

Untuk jam layanan bus TransJakarta akan beroperasi mulai dari pukul 05.00-22.00 WIB

Satu Oknum Anggota TNI AU Ditahan karena Diduga Terlibat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia
Indonesia
Satu Oknum Anggota TNI AU Ditahan karena Diduga Terlibat Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

Seorang oknum anggota TNI AU berinisial Serka S ditahan setelah diduga ikut membantu pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia.

LBH Jakarta Berikan Rapor Merah kepada Anies
Indonesia
LBH Jakarta Berikan Rapor Merah kepada Anies

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendatangi Balai Kota DKI, untuk menyerahkan rapor merah empat tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tak Perlu Firli Bahuri, KPK Tegaskan Cukup Nurul Ghufron Temui Komnas HAM
Indonesia
Tak Perlu Firli Bahuri, KPK Tegaskan Cukup Nurul Ghufron Temui Komnas HAM

KPK menegaskan cukup satu pimpinan saja yakni Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang menemui pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ribuan Orang Nonton World Superbike, Minat Wisata ke Lombok Bakal Meningkat
Indonesia
Ribuan Orang Nonton World Superbike, Minat Wisata ke Lombok Bakal Meningkat

Ini menjadi pemicu bagi aktor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal untuk memberikan kesan yang baik dan mendalam tentang Mandalika.

DPR Sebut Kebijakan Pemerintah Soal BBM Tidak Jelas
Indonesia
DPR Sebut Kebijakan Pemerintah Soal BBM Tidak Jelas

Kebijakan pemerintah tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana disebutkan Perpres nomor 117 tahun 2021 dianggap tidak jelas.

MK Putuskan Pemilihan Ulang di 16 TPS Pilkada Labuhanbatu Selatan
Indonesia
MK Putuskan Pemilihan Ulang di 16 TPS Pilkada Labuhanbatu Selatan

Setelah pemungutan suara ulang, hasilnya tidak perlu dilaporkan ke MK dan cukup dihitung lagi. Sehingga KPU setempat yang akan menetapkan siapa peraih suara terbanyak.

Pemkot Bandung Tidak Bakal Paksa Orang Tua Izinkan Anaknya Ikut PTM
Indonesia
Pemkot Bandung Tidak Bakal Paksa Orang Tua Izinkan Anaknya Ikut PTM

inas Pendidikan dan Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan sebagai tim teknis di lapangan memeriksa kesiapan secara ketat. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya potensi transmisi.

Dilanda Krisis Kelaparan, Holding BUMN Pangan Kirim Bantuan ke Afghanistan
Indonesia
Dilanda Krisis Kelaparan, Holding BUMN Pangan Kirim Bantuan ke Afghanistan

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan berupa makanan dan nutrisi yang diperlukan oleh rakyat Afganistan saat ini.

Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir
Indonesia
Politisi DKI Minta Pemprov Evaluasi Penanggulangan Banjir

Data Pemprov untuk waktu surut, berturut-turut adalah 6 hari (2002), 10 hari (2007), 7 hari (2013), 7 hari (2015), 4 hari (2020), dan 1 hari (2021).