Terkuak, Mata-Mata CIA Bocorkan Data Rahasia ke Tiongkok Sejak 2001 Kantor Dinas Rahasia Pusat Amerika Serikat alias CIA. (ANT)

MerahPutih.com - Tiongkok ternyata mendapatkan bocoran data rahasia dari mantan mata-mata yang bekerja di Dinas Rahasia Pusat Amerika Serikat alias CIA. Tercatat sedikitnya ada 2 orang bekas agen CIA yang terdeteksi membocorkan rahasia negara ke negeri Tirai Bambu.

Dikutip Reuters, Selasa (18/8), Departemen Kehakiman AS melansir eks anggota CIA Alexander Yuk Ching Ma, 67, ditangkap pada Jumat dengan tuduhan berkonspirasi dengan seorang kerabat keluarganya yang juga bekas petugas CIA untuk memberikan informasi rahasia ke pejabat intelijen Tiongkok.

Baca Juga:

Pemilu Amerika Serikat akan jadi Sasaran Peretas Tiongkok?

Rilis yang sama menyebutkan sebagai warga naturalisasi AS, Ma mulai bekerja untuk CIA pada 1982 dengan kewenangan mengakses informasi rahasia. Para jaksa mengatakan Ma keluar dari CIA pada 1989 dan tinggal lalu bekerja di Shanghai sebelum tiba di Hawaii pada 2001.

Bendera Amerika Serikat (Foto: pixabay/rogerl01)

Departemen Kehakiman AS menambahkan kerabat Ma yang tak disebut namanya itu juga bekerja sebagai mata-mata CIA tapi mengundurkan diri pada 1983 setelah dugaan bahwa mereka memanfaatkan posisi resmi mereka untuk membantu warga negara Tiongkok memasuki AS.

Dikutip Antara, Departemen Kehakiman AS menduga aktivitas mata-mata Ma dan dikerabatnya mulai pada Maret 2001. Sejak itu sampai tertangkap, kedua bekas pegawai CIA itu diduga telah membocorkan data kepada Tiongkok terkait informasi mengenai personalia, operasi dan metode merahasiakan komunikasi.

Baca Juga:

Begini Cara Mata-mata Ganda Rusia Diracun di London

Bahkan, ada satu pertemuan terekam dalam video yang di dalamnya Ma terlihat menghitung uang tunai $50.000 (Rp750 juta) yang diterima sebagai imbalan atas informasi rahasia.

Dokumen pengadilan menyatakan setelah Ma pindah ke Hawaii, dia mencari lowongan kerja di Dinas Rahasia Federal AS (FBI) untuk mendapatkan kembali akses ke rahasia pemerintah AS agar dapat memberikannya ke pihak Tiongkok.

Kantor FBI Honolulu merekrut Ma sebagai penerjemah pada 2004, menurut dokumen pengadilan yang sama. Namun, CIA dan FBI sampai saat ini masih belum mau berkomentar tentang penangkapan Ma dan kerabatnya. (*)

Baca juga:

Diduga Ingin Mencuri Penelitian COVID-19, Dua Peretas Tiongkok Kena Tuntut AS



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH