Terkait SKM, YLKI Minta BPOM Jangan Tebang Pilih Ilustrasi (Foto: Stayhomemum)

MerahPutih.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi upaya Badan POM untuk meningkatkan perlindungan konsumen melalui surat edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000/2018 tentang "Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya".

Menurut YLKI istilah SKM memang bisa menyesatkan konsumen, sehingga kata susu patut dihilangkan, khususnya bagi produk yang kandungan proteinnya kurang dari 7,5 persen.

Namun demikian, YLKI berharap BPOM tidak terlalu fokus kepada produk SKM saja, sebab banyak sekali produk makanan dan minuman kemasan/bermerk yang juga berkarakter sama dengan produk SKM.

Ilustrasi kental manis

"Sebaiknya Badan POM jangan tebang pilih," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui keterangan persnya, Jumat (6/7).

Tulus menduga, produk sejenis SKM dalam bentuk minuman cair masih banyak beredar di pasar dan perlu tindakan tegas dari BPOM.

"Klaimnya, ilustrasinya seolah penuh dengan kandungan buah/sari buah. Tetapi isinya lebih banyak kandungan gula daripada sari buahnya," kata dia.

Terkait hal itu, YLKI berharap agar BPOM berani bertindak tegas sebagaimana produk SKM. "Hal seperti ini harus segera ditertibkan oleh Badan POM," tuntasnya.

Ilustrasi kental manis

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan surat edaran terkait larangan bagi Produk SKM yang intinya untuk melindungi konsumen, terutama anak-anak, dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Poin poin utama yang diatur meliputi aspek periklanan, marketing, dan juga klaim dari produk yang bersangkutan. (Fdi)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH