Terkait Revitalisasi TIM, Ketua DPRD DKI Dipanggil Komisi V DPR Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dipanggil oleh Komisi V DPR untuk membahas mengenai revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Pras, panggilan akrab Prasetyo, mengaku telah menerima surat panggilan itu dari pihak DPR.

Baca Juga:

PT Jakpro Siap Berhentikan Proyek Revitalisasi TIM

"Saya besok dipanggil oleh Komisi V DPR RI, mau diajak obrol diskusi itu, ada suratnyaa sudah ke saya," kata Pras di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

Menurut dia, harusnya Pemprov DKI melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) koordinasi dahulu dengan para seninam TIM dan menanyakan kemauan mereka. Jangan merenovasi untuk mendapatkan keuntungan dengan membangun hotel bintang lima.

"Sekarang begini, itu kan situs nasional juga. Kalau saya, harusnya sebaiknya fasilitasi dulu para seniman maunya seperti apa, jangan bicara komersialnya," papar dia.

Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. (Foto: MP/Noer Ardiansjah)
Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. (Foto: MP/Noer Ardiansjah)

Politikus PDI Perjuangan itu pun menyayangkan Pemprov DKI yang tak melakukan komunikasi. Menurutnya, pegiat seni itu memiliki pemikiran yang cemerlang dengan dunia kesenian. Harusnya pemprov menerima dan menampung saran dari mereka.

"Seniman ini kan punya pemikiran-pemikiran yang kita enggak ngerti, dia ngerti. Ya namanya seniman. Ini bicara masalah komersialnya dulu, ya pasti mereka menolak. Ini amanah loh namanya Taman Ismail Marzuki," cetus dia.

Baca Juga:

Desain Revitalisasi TIM Dirombak DPRD, Jakpro Bakal Koordinasi Lagi dengan Andra Matin

Pras menceritakan bahwa zaman dahulu Taman Ismail Marzuki dijadikan sebagai Taman Margasatwa.

Adapun dalam sejarahnya, kebun binatang itu bernama Planten En Dierentuin yang dibuka pada tahun 1846 dengan luas 10 hektare (ha). Kemudian di tahun 1946 diganti nama menjadi Kebun Binatang Cikini.

Kebun binatang itu merupakan cikal bakal Kebun Binatang Ragunan yang ada sekarang ini di Jakarta Selatan.

"TIM itu dulu tempat kebon binatang, dipindahin terus diperbaiki untuk tempat seniman," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Revitalisasi TIM Dianggarkan Rp1,8 Triliun, Jakpro Bantah Ambil Keuntungan



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH