Terkait Aksi Bom Bunuh Diri, Wapres Jusuf Kalla: Tidak Mudah Peroleh Surga Ilustrasi. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Terkait dengan rangkaian teror di Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan Surabaya sejak Selasa pekan lalu (8/5) hingga Senin (14/5), Wapres Jusuf Kalla menegaskan pelaku teror tersebut akan mendapatkan ganjaran setimpal di akhirat.

"Yang sekarang jadi perhatian, kita mau marah dan mengutuk apa yang terjadi minggu lalu dan minggu ini juga, teror bom di Jakarta dan Surabaya. Saya katakan, surga tidak mudah diperoleh. Saya yakin balasannya neraka dengan bunuh orang. Allah pasti memberikan hukuman setimpal," kata JK dalam acara Global Forum Asian Games 2018 di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa (15/5)

Rangkaian aksi bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela dan di Mapolrestabes Surabaya melibatkan anak-anak dan remaja sebagai pelaku teror.

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pidato arahan pada acara "Global Forum Asian Games 2018, Tahun Olahraga Tahun Politik" di Jakarta, Selasa (15/5). ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

Melihat fenomena itu, sebagaimana dilansir Antara, politisi Partai Golkar tersebut sangat menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksi bom bunuh diri. Kalla menilai para teroris sudah berhasil mencuci otak anak-anak sehingga mau diajak untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

"Kita sangat menyayangkan (keterlibatan) anak-anak ini, begitu hebatnya cuci otak itu yang merusak seluruh bangsa ini. Kita ucapkan duka cita ada korban, yang melaksanakan (pelaku teror) tentu dapat ganjaran di akhirat," ucapnya.

Wapres mengutuk perbuatan teror yang memakan korban jiwa, baik dari kalangan aparat kepolisian dan masyarakat sipil.

Ilustrasi cuci otak oleh teroris. Foto: Pixabay

Kalla juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk waspada dan melaporkan kepada polisi terkait segala sesuatu di sekitar yang mencurigakan.

"Dibutuhkan juga masyarakat, informasi apa pun yang bisa menghentikan atau mengawasi orang-orang yang mempunyai sifat yang sangat tercela. Polisi, TNI sudah melakukan hal sedemikian rupa, tetapi penduduk kita 200-an juta ini tidak bisa diawasi semua, maka harus saling awasi (yang mencurigakan)," tambahnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH