Terjerat TPPU, Aset CEO PT Jouska Bakal Disita Bareskrim Ilustrasi investasi bodong. Foto: ist

Merahputih.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri bakal menyita aset-aset milik CEO PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Semoga dilancarkan semua (proses)," kata Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim Kombes Ma'mun ketika dihubungi wartawan, Selasa (12/10).

Penyidik telah menyita beberapa dokumen hingga benda lain yang diduga terkait dengan pria lulusan Universitas Ma Chung, Malang Jawa Timur ini. "Harusnya sudah ada yang disita. Entah itu dokumen maupun benda lain berkaitan dengan pidananya," bebernya.

Baca Juga

Ini Pendapat Ahli Keuangan Soal Kasus Jouska

Ma'mun memastikan pihaknya bakal dengan segera memanggil Aakar. Menurut dia, meski tak mendetailkan waktunya, Aakar akan dipanggil polisi dalam waktu dekat. "Kita panggil segera," ungkapnya.

Wadirtipideksus Bareskrim Kombes Whisnu Hermawan mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap Aakar.

Penetapan Aakar sebagai tersangka tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan nomor B/75/X/RES.1.11/2021.Dittipideksus. Surat itu ditujukan kepada Rinto Wardana pada 4 Oktober lalu.

Selain Aakar, Bareskrim juga menetapkan Tias Nugraha Putra sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap keduanya dilakukan usai dilakukan gelar perkara pada 7 September lalu.

Surat tersebut pun ditandatangani oleh Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim atas nama Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika.

Adapun detil pasal yang disangkakan yakni Pasal 103 Ayat (1) juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 103 Ayat (1) juncto. Pasal 34 dan/atau Pasal 104 juncto. Pasal 90 dan/atau Pasal 104 juncto. Pasal 91 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Chief Executive Officer (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia Aakar Abyasa Fidzuno (Antaranews)

Tak hanya itu, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Jouska dan Aakar sejak Juli 2020 silam. Jouska viral di sosial media Twitter usai nasabahnya beramai-ramai mengeluhkan kerugian investasi.

Mereka mengaku diarahkan untuk membeli saham tertentu yang kemudian anjlok hingga 70 persen. Saat didirikan pada 2017 lalu oleh Aakar Abyasa Fidzuno, PT Jouska Finansial Indonesia merupakan perusahaan perencana keuangan independen.

Menanggapi berbagai tuduhan yang dilayangkan kepadanya, Aakar pada 23 Juli 2020 menyatakan siap menjalani proses hukum jika klien Jouska menemukan pelanggaran legal yang dilakukan pihaknya.

Usut punya usut, Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa Jouska hanya mengantongi izin melalui Online Single Submission (OSS) untuk kegiatan jasa pendidikan lainnya.

Baca Juga

Selesaikan Masalah Investasi, Jouska Minta Waktu Pada Klien

Sehingga, pada 24 Juli 2020 lalu SWI menghentikan kegiatan Jouska selaku penasihat investasi dan/atau agen perantara perdagangan efek.

SWI kala itu juga meminta Jouska bertanggungjawab menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan nasabah secara terbuka dan mengundang nasabah untuk diskusi menyelesaikan masalah tersebut.

Selain itu, SWI juga meminta perusahaan afiliasi, yaitu PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia menghentikan kegiatannya. Kedua perusahaan diduga melakukan kegiatan penasehat investasi, manajer investasi atau perusahaan sekuritas tanpa izin. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buddha Tzu Chi Peduli NKRI Salurkan 10 Ribu Ton Beras dan 20 Juta Masker
Indonesia
Buddha Tzu Chi Peduli NKRI Salurkan 10 Ribu Ton Beras dan 20 Juta Masker

Tiga pilar juga dilibatkan dalam penyaluran bantuan ke penerima

Revolusi Mental, Mang Oded Minta Lomba Anak-anak di Bandung Diperbanyak
Indonesia
Revolusi Mental, Mang Oded Minta Lomba Anak-anak di Bandung Diperbanyak

Perlombaan kreativitas anak dinilai sebagai ruang untuk mewadahi minat dan bakat anak-anak.

Ketua DPD Minta Masyarakat Patuhi Aturan PPKM Darurat
Indonesia
Ketua DPD Minta Masyarakat Patuhi Aturan PPKM Darurat

PPKM juga masih mengizinkan restoran atau tempat makan untuk buka

KPK Sebut Putusan KIP Soal Sengketa Informasi TWK Bantah Tudingan Hoaks
Indonesia
KPK Sebut Putusan KIP Soal Sengketa Informasi TWK Bantah Tudingan Hoaks

KPK menyebut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) menepis anggapan lembaga antirasuah telah menyebarkan hoaks terkait asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagaimana tuduhan sejumlah pihak.

Anies Didesak Buka Sekolah Tatap Muka, Pimpinan DPRD: Harus Berani
Indonesia
Anies Didesak Buka Sekolah Tatap Muka, Pimpinan DPRD: Harus Berani

Pimpinan DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah di tengah pandemi COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Di Probolinggo, 5 Orang Serumah Meninggal Bersamaan Setelah Divaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Di Probolinggo, 5 Orang Serumah Meninggal Bersamaan Setelah Divaksin

Akun Facebook Imen Pembela Islam (fb.com/100070278366255) pada 17 Juli 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan salat jenazah dengan lima keranda sekaligus.

Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Sudah Periksa 10 Orang
Indonesia
Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Sudah Periksa 10 Orang

Pemeriksaan saksi menyasar para mantan dirut, direksi serta pegawai perusahaan pengelola dana pensiun para prajurit.

595 Pengendara Ditilang karena Langgar Ganjil Genap
Indonesia
595 Pengendara Ditilang karena Langgar Ganjil Genap

"Ada 595 tilang yang sudah kita berikan kepada pelanggar," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo

PPKM Darurat Saat Hari Kerja, 73 Ribu Warga Tercatat Naik KRL di Pagi Hari
Indonesia
PPKM Darurat Saat Hari Kerja, 73 Ribu Warga Tercatat Naik KRL di Pagi Hari

Anne meminta para pengguna menahan diri untuk naik bila kereta yang tiba telah terisi sesuai kapasitas yang diizinkan.

Dewas KPK Sebut Laporan Novel Soal Pelanggaran Etik Lili Pintauli Masih Sumir
Indonesia
Dewas KPK Sebut Laporan Novel Soal Pelanggaran Etik Lili Pintauli Masih Sumir

Dewas KPK mengaku telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua Lili Pintauli Siregar.