Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah Tangkapan layar, kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8). Foto: Twitter

Merahputih.com - Ahli Kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Yulianto menjelaskan mengapa alur api yang membakar gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dari atas hingga ke bawah.

Diketahui, titik api pertama kali dalam kasus kasus ini terdapat di Aula Biro Kepegawaian Kejagung RI yang berada di lantai 6. Namun, api terus menjalar hingga lantai terbawah gedung tersebut.

“Di dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung ada material yang namanya Aluminium Komposit Panel, dibagian instalasinya terdapat bahan yang mudah terbakar ketika dia terbakar terjadi tetesan ke bawah tetesan inilah yang menyebabkan di sekitar lantai di bawah juga mengalami temperatur yang sangat tinggi,” kata Yulianto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/10).

Baca Juga

Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Mayoritas Tukang dan Mandor

Dia berucap api yang telah menyala akibat tersulut dari bara api rokok pekerja bangunan dan cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang mengandung unsur yang mudah terbakar salah satunya adalah solar itu terus membesar karena adanya oksigen.

“Karena temperaturnya tinggi Maka seperti disampaikan dan kami melakukan pengujian langsung bahwa temperatur kaca pecah itu sekitar 120 derajat celcius, ketika kaca pecah maka api akan menjilat keluar, karena api membutuhkan oksigen untuk terus tumbuh,” jelasnya.

Gedung Utama Kejaksaan Agung Terbakar.

Senada dengan Yulianto, Kapuslabfor Polri Brigjen Ahmad Haydar menerangkan mengapa api menyambar dari atas kebawah bukan sebaliknya. Menurutnya, pola api di lokasi sangat cepat menyambar.

“Prinsip api dari bawah ke atas, kok ini dari atas ke bawah? Akseleran yang dipakai kebetulan di Kejagung menggunakan acp-acp, dan acp-acp ini merupakan akseleran api dari atas kemudian turun ke lantai 5-4 itu pola-pola api tampak sekali penjalaran-penjalaran itu, kemudian masuk ke setiap lorong, pola api tampak sekali dan yang mengawali lantai 6.” terangnya.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung dan terbakar selama 11 jam lamanya.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka yakni Lima tersangka diantaranya merupakan tukang yakni berinisial T, H, S, K dan IS. Sedangkan satu tersangka merupakan mandor tukang berinisial UAN.

Baca Juga

Ini Penyebab Awal dan Kenapa Kebakaran Kejagung Cepat Menyebar

Selain itu, dua tersangka lainnya yakni Direktur Utama PT ARM yang meruapkan vendor cairan pembersih lantai untuk Kejagung RI berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung berinisial NH.

Penyebabnya, kebakaran tersebut akibat dari bara rokok para pekerja bangunan di lantai 6 Kejagung RI. Disamping itu, terdapat cairan pembersih lantai atau minyak lobi yang terdapat unsur solar hingga mengakibatkan api tersulut dan membakar bangunan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Tambah Satu Rumah Sakit Rujukan Pasien Corona
Indonesia
Pemprov DKI Tambah Satu Rumah Sakit Rujukan Pasien Corona

Menurut dia, gedung di RSKD itu merupakan gedung yang baru selesai dibangun.

Pemprov DKI Tutup Sementara 161 Perusahaan Langgar PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Tutup Sementara 161 Perusahaan Langgar PSBB

Perusahaan yang ditutup sementara oleh Disnakertrans bertambah 8 dari data Selasa (5/5) kemarin yang hanya 153 sektor usaha.

Menkop Teten Janji Revitalisasi Gedung Tua Mal Sarinah
Indonesia
Menkop Teten Janji Revitalisasi Gedung Tua Mal Sarinah

BRI juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan UMKM

Asteroid Berukuran Besar akan Dekati Bumi Saat Ramadan
Indonesia
Asteroid Berukuran Besar akan Dekati Bumi Saat Ramadan

LAPAN mengatakan asteroid tersebut akan mendekati Bumi pada Kamis (7/5) pukul 21:48 Universal Time atau Jumat (8/5) pukul 4.48 Waktu Indonesia Barat.

Pemerintah Tak Naikkan UMP, Pengusaha dan Buruh Bisa Berunding
Indonesia
Pemerintah Tak Naikkan UMP, Pengusaha dan Buruh Bisa Berunding

Pemerintah mesti membuat kebijakan yang tepat dalam menjaga kesejahteraan pekerja di berbagai sektor tersebut.

Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi
Indonesia
Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Gerombolan Anak Motor di Jakarta Pusat Dibubarkan Polisi

Kaposlek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, Tim Khusus Penindakan Protokol Kesehatan menemukan masih ada beberapa warga yang kebanyakan anak-anak klub motor nekat berkerumun.

Selebgram Millen Cyrus Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba
Indonesia
Selebgram Millen Cyrus Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Ahrie Sonta, membenarkan penangkapan perempuan yang juga keponakan Ashanty ini.

KPK Siapkan Pasal Perintangan Penyidikan untuk Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku
Indonesia
KPK Siapkan Pasal Perintangan Penyidikan untuk Pihak yang Sembunyikan Harun Masiku

Terdapat informasi yang menyebut Harun Masiku telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1) lalu.

Di Awal November, Solo Mulai Uji Coba Masuk Sekolah
Indonesia
Di Awal November, Solo Mulai Uji Coba Masuk Sekolah

Sarana dan prasarana prokes sudah disediakan terutama tempat mencuci tangan dan kotak disinfektan.

Selasa (8/9), Penambahan Kasus Corona di Jakarta Capai 1.015 Jiwa
Indonesia
Selasa (8/9), Penambahan Kasus Corona di Jakarta Capai 1.015 Jiwa

Dalam satu hari Selasa (8/9) penambahan kasus COVID-19 di ibu kota sebanyak 1.015 jiwa.