Terjaring OTT KPK, Eks Wali Kota Yogyakarta Masih Diperiksa Intensif Arsif foto - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. ANTARA/Eka AR

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Yogyakarta dan Jakarta, Kamis (2/6).

Saat ini, Haryadi Suyuti dan pihak lainnya yang ditangkap tim penindakan KPK sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Kamis (2/6).

Baca Juga:

KPK Amankan Uang Dolar AS Terkait OTT Eks Wali Kota Yogyakarta

Haryadi Suyuti dan sejumlah pihak lain ditangkap tim penindakan KPK lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap.

Adapun untuk detail lebih lanjut soal OTT Haryadi ini, Ghufron meminta publik untuk bersabar mengingat saat ini pemeriksaan terhadap para pihak terkait masih dilakukan.

Baca Juga:

KPK Tangkap Eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti

“Setelah selesai nanti akan kami jelaskan secara lebih rinci,” kata Ghufron.

KPK memiliki batas waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang telah diamankan. (Pon)

Baca Juga:

2 Tahun Tutup, KPK Buka Kembali Layanan Publik Tatap Muka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Geram Anies Sering Mangkir Paripurna, Fraksi PDIP Ungkit Gaji Gubernur
Indonesia
Geram Anies Sering Mangkir Paripurna, Fraksi PDIP Ungkit Gaji Gubernur

Sikap Anies dinilai tidak mencerminkan jabatannya sebagai Gubernur DKI.

Rebutkan Hadiah Puluhan Juta, 10 Muralis Bikin Mural Kritik Polisi di Mabes Polri
Indonesia
Rebutkan Hadiah Puluhan Juta, 10 Muralis Bikin Mural Kritik Polisi di Mabes Polri

Sebanyak 10 muralis mengekspresikan kritikannya di media dinding dalam bentuk lukisan untuk memperebutkan Piala Kapolri.

Penanganan Wabah PMK, Kementan Ajukan Anggaran Rp 4,6 Triliun
Indonesia
Penanganan Wabah PMK, Kementan Ajukan Anggaran Rp 4,6 Triliun

Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

KPK Periksa Eks Ketum PPP Romahurmuziy Terkait Kasus DAK
Indonesia
KPK Periksa Eks Ketum PPP Romahurmuziy Terkait Kasus DAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy.

Mulai 17 Mei, Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup Sementara
Indonesia
Mulai 17 Mei, Jalan Dewi Sartika Depok Ditutup Sementara

“Jalan Dewi Sartika sementara ditutup. Penutupan akan dilakukan mulai 17 Mei 2022 pukul 23.30 WIB, bersama Polres Metro Depok. Kami sudah merancang rekayasa lalu lintas dan akan diberlakukan hingga akhir Desember 2022,” ucap Kadishub Depok, Eko Herwiyanto

Cegah Pelecehan Seksual, Dishub DKI Imbau Angkot Tempel Stiker Nomor Darurat
Indonesia
Cegah Pelecehan Seksual, Dishub DKI Imbau Angkot Tempel Stiker Nomor Darurat

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta angkutan umum di Jakarta untuk menempelkan stiker nomor darurat 112.

[HOAKS atau FAKTA]: Sertifikat Vaksin Bisa Didapat Tanpa Vaksinasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sertifikat Vaksin Bisa Didapat Tanpa Vaksinasi

Pada tanggal 6 September 2021 telah dilakukan penangkapan atas kasus jasa pembuatan sertifikat vaksin.

Pengguna Jalan Diminta Hindari Istana Selama Peringatan HUT RI
Indonesia
Pengguna Jalan Diminta Hindari Istana Selama Peringatan HUT RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau pengguna jalan untuk menghindari kawasan Istana Merdeka dan Negara karena akan dilakukan penutupan jalan di sekitar kawasan itu selama pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia (HUT ke-77 RI).

Besok, PKS Daftar Judicial Review Presidential Threshold 20 Persen ke MK
Indonesia
Besok, PKS Daftar Judicial Review Presidential Threshold 20 Persen ke MK

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan secara resmi mendaftarkan permohonan uji materi Pasal 222 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait presidential threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional pada Rabu (6/7).

Pemkot Solo Siapkan Tim Pengawas Khusus di Objek Wisata saat Nataru
Indonesia
Pemkot Solo Siapkan Tim Pengawas Khusus di Objek Wisata saat Nataru

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan Tim Pengawas Khusus yang disiagakan di sejumlah objek wisata