Terjadi Kekerasan Anak di Bawah Umur, Ketua Sahabat Polisi Bandung Lapor ke Polsek Ilustrasi. (Pixabay)

MerahPutih.com - Kekerasan terhadap anak di bawah umur masih saja terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah WA, yang masih berusia 17 tahun. Pria asal Bandung itu tiba-tiba dikeroyok dua pria tak dikenal di jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Sabtu (7/11) lalu.

WA didampingi sang kakak, Steven Alexander Lim bersama Ketua Sahabat Polisi Bandung David Cahyadi melaporkan tindakan, kekerasan fisik tersebut ke Polsek Bojongloa Kidul.

“Korban masih di bawah umur. Saya sangat menyayangkan hal ini. Sebaiknya jangan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang melawan hukum. Itu sama saja dengan melecehkan hukum." tutur Ketua Sahabat Polisi Bandung David Cahyadi.

Kata Steven, anak di bawah umur sangat dilindungi oleh negara sesuai dengan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Laporan tersebut tertuang dalam surat bernomor: STPL/B/55/XI/2020/POLDA JABAR/RESTABES BDG/SEKTOR. Dalam laporan itu dijelaskan kronologi kejadian pada Sabtu (7/11) sekitar pukul 17.00.

Sahabat polisi
Steven Alexander Lim (dua dari kiri) bersama Ketua Sahabat Polisi Bandung David Cahyadi (tengah) setelah membuat laporan di Polsek Bojongloa, Kota Bandung. (Ist)

Saat itu WA yang mengendarai motor Kawasaki Ninja melintas di Jalan Leuwipanjang dan hendak memutar arah. Namun saat itu ada mobil Honda HRV mundur. Kedua kendaraan bersenggolan. Hingga akhirnya orang yang ada di mobil tersebut meneriaki WA.

WA dan dua orang yang ada di mobil tersebut turun. Tak lama kemudian dua orang itu melakukan kekerasan fisik terhadap WA. “Adik saya sudah melakukan visum dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” kata Steven.

Di sisi lain Steven dan Ketua Sahabat Polisi Bandung David Cahyadi sangat berterima kasih atas pelayanan dan respons cepat dari Polsek Bojongloa Kidul. Mereka juga berharap tak ada lagi kejadian main hakim sediri apalagi terhadap anak di bawah umur. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Warga di 21 Wilayah Indonesia tidak Keluar Rumah
Indonesia
Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Warga di 21 Wilayah Indonesia tidak Keluar Rumah

Warga diminta agar mewaspadai cuaca ekstrem untuk curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di 21 wilayah di Tanah Air pada Jumat (15/10).

Ombudsman Diminta Transparan Periksa Proses Pembelian Vaksin Sinovac
Indonesia
Ombudsman Diminta Transparan Periksa Proses Pembelian Vaksin Sinovac

Penting untuk segera menggelar audiensi dengan seluruh pihak

KPK Geledah Kantor Sambas Jaya Terkait Korupsi Pemkab Banjarnegara
Indonesia
KPK Geledah Kantor Sambas Jaya Terkait Korupsi Pemkab Banjarnegara

"Tim penyidik saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan kegiatan dimaksud. Perkembangan informasi dari kegiatan ini nanti akan kami informasikan kembali," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (11/8).

Vendor Bansos Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso
Indonesia
Vendor Bansos Akui Dipalak Eks Pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso

Dua saksi yang dihadirkan ke persidangan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 mengaku menyerahkan uang ke pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.

Pelacakan Jadi Kunci Kendalikan Kasus Mutasi COVID-19
Indonesia
Pelacakan Jadi Kunci Kendalikan Kasus Mutasi COVID-19

Salah satu yang menjadi prioritas Kemenkes adalah menyiapkan ketersediaan tempat tidur maupun ruang ICU khusus COVID-19.

Mulai Hari ini, Naik TransJakarta Wajib Tunjukan STRP
Indonesia
Mulai Hari ini, Naik TransJakarta Wajib Tunjukan STRP

Manajemen TransJakarta mengatur persyaratan untuk membatasi bagi seluruh penumpang moda transportasi massal tersebut.

Komnas HAM Periksa Pimpinan KPK Terkait Dugaan Pelanggaran HAM TWK
Indonesia
Komnas HAM Periksa Pimpinan KPK Terkait Dugaan Pelanggaran HAM TWK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memeriksa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/6) hari ini.

Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat
Indonesia
Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat

Tim penasihat hukum mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail menyebut kesaksian Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin tak memiliki bukti yang kuat.

Gus Yaqut: Memaksakan Atribut Agama Tertentu Kepada yang Beda Agama Bagian dari Pemahaman Simbolik
Indonesia
Gus Yaqut: Memaksakan Atribut Agama Tertentu Kepada yang Beda Agama Bagian dari Pemahaman Simbolik

Seharusnya, agama bukan menjadi justifikasi untuk bersikap tidak adil kepada orang lain yang berbeda keyakinan

Sejumlah Hotel di Yogyakarta Diubah Jadi Tempat Karantina Pemudik
Indonesia
Sejumlah Hotel di Yogyakarta Diubah Jadi Tempat Karantina Pemudik

Pemda DIY telah bekerjasama dengan sejumlah hotel di wilayah Yogyakarta untuk menampung pemudik yang hendak melakukan karantina.