Terintegrasi PeduliLindungi, Penumpang Pesawat Tidak Perlu Lagi Bawa Dokumen Kertas Pesawat terbang. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - PT Angkasa Pura II (Persero) memberlakukan persyaratan perjalanan udara sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, terhitung 31 Agustus hingga 6 September 2021.

Saat ini bandara-bandara AP II juga telah mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi untuk memproses keberangkatan penerbangan. Dimana, penumpang dapat menunjukkan kartu vaksinasi digital dan hasil tes COVID-19 digital yang ada di aplikasi PeduliLindungi untuk memproses keberangkatan.

Baca Juga:

52.226 Warga Berpergian Gunakan KRL saat PPKM Level 3

"Tidak perlu lagi membawa dokumen kertas. Ini dapat memperlancar dan mempermudah proses keberangkatan, serta meningkatkan protokol kesehatan karena turut meminimalisir kontak fisik di bandara," ujar VP Corporate Communication AP II Yado Yarismano

AP II juga telah menyiapkan infrastruktur seperti mesin verifikasi dan QR Reader untuk membaca QR Code di aplikasi PeduliLindungi, sebagai bagian untuk memproses keberangkatan.

"Kami mengimbau kepada penumpang untuk memperhatikan persyaratan yang berlaku di bandara asal dan bandara tujuan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan dan kedatangan di bandara," kata Yado Yarismano dalam keterangannya, Selasa (31/8).

Penumpang pesawat. (Foto: Antara)
Penumpang pesawat. (Foto: Antara)

Yado menyampaikan, seluruh bandara yang dikelola AP II mengikuti ketentuan sesuai dengan Inmendagri Nomor 38 Tahun 2021, bahwa calon penumpang pesawat harus memenuhi persyaratan sesuai intruksi mendagri, sebagai berikut:

1. Kedatangan dari luar Jawa dan Bali, atau keberangkatan dari Jawa dan Bali ke luar Jawa dan Bali:- Menunjukkan kartu vaksinasi (minimal vaksinasi dosis pertama)- Menunjukkan hasil negatif PCR (H-2)

2. Perjalanan antar kota atau kabupaten di dalam Jawa dan Bali:- Menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua- Menunjukkan hasil negatif PCR (H-2) jika baru memperoleh vaksin dosis 1. (Asp)

Baca Juga:

PPKM Level 3 Diperpanjang, Ganjil-Genap Tetap Berlaku di Jakarta

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mensos Risma Anggap Bupati Alor Gagal Paham soal PKH
Indonesia
Mensos Risma Anggap Bupati Alor Gagal Paham soal PKH

"Kalau itu terjadi, pasti itu ada penyelewengan, pasti itu. Karena mekanismenya tidak begitu," sambung Risma.

Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Buntut Kasus Kebakaran Lapas
Indonesia
Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Buntut Kasus Kebakaran Lapas

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akhirnya menonaktifkan Kalapas Kelas 1 Tangerang Victor Teguh.

Satgas Madago Raya Tembak Satu DPO MIT Poso
Indonesia
Satgas Madago Raya Tembak Satu DPO MIT Poso

Satgas Madago Raya terus melakukan pengejaran terhadap sisa anggota kelompok teroris Poso, Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Alasan Ngotot Pemerintah Wajibkan Penumpang Pesawat Tes PCR
Indonesia
Alasan Ngotot Pemerintah Wajibkan Penumpang Pesawat Tes PCR

saat ini Indonesia masih berada di situasi kritis serta ancaman gelombang ketiga COVID-19. Menurut Satgas, jangan terlalu mempertimbangkan ekonomi kemudian jadi lalai.

Gara-Gara Sinyal, Hakim Setuju Sidang Munarman Selanjutnya Luring
Indonesia
Gara-Gara Sinyal, Hakim Setuju Sidang Munarman Selanjutnya Luring

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menggelar kembali sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan secara digelar tertutup.

[HOAKS atau FAKTA] Muncul Ular Bertanduk Tanda Kiamat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Muncul Ular Bertanduk Tanda Kiamat

Beredar postingan Facebook berupa tangkapan layar dengan klaim muncul ular bertanduk sebagai tanda kiamat. Dalam postingan tersebut terlihat foto ular yang aneh.

MAKI Merasa Sanksi Dewas KPK Terhadap Dua Penyidik Kasus Bansos Tak Adil
Indonesia
MAKI Merasa Sanksi Dewas KPK Terhadap Dua Penyidik Kasus Bansos Tak Adil

Boyamin lantas membandingkan dengan putusan pelanggaran etik terhadap Ketua KPK Firli Bahuri

Warga Lereng Merapi Diimbau Masukkan Surat Berharga ke Wadah Khusus
Indonesia
Warga Lereng Merapi Diimbau Masukkan Surat Berharga ke Wadah Khusus

Aktivitas Gunung Merapi meningkat usai mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 5 km ke arah tenggara.

Polda Metro Sebut Sudah Ada 7 Juta Warga DKI Mudik hingga H-2 Lebaran
Indonesia
Polda Metro Sebut Sudah Ada 7 Juta Warga DKI Mudik hingga H-2 Lebaran

Polda Metro Jaya sendiri mencatat sudah ada jutaan warga DKI Jakarta san sekitarnya yang mudik ke kampung halamannya.

KPK Terima Laporan Dugaan Kasus Kerugian Negara Rp 240 M yang Libatkan Kakak Bupati PPU
Indonesia
KPK Terima Laporan Dugaan Kasus Kerugian Negara Rp 240 M yang Libatkan Kakak Bupati PPU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah terima laporan terkait dugaan kerugian Bank Kaltimtara sebesar Rp 240 miliar yang diduga melibatkan kakak Bupati nonaktif Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud, yakni Hasanuddin Mas'ud.