Terindikasi Sebar Hoax, IPW Minta Polri Usut IndonesiaLeaks Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Wakapolri Komjen Syafruddin (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/3). (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Indonesia Police Watch (IPW) menduga kasus buku merah yang saat ini tengah ramai sebagai upaya adu domba antara institusi Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk munculkan kembali cicak buaya jilid 3.

Karena, Ketua IPW, Neta S Pane mengatakan, bahwa ketua KPK Agus Raharjo sudah menegaskan dana dugaan kasus korupsi impor daging mengalir ke Tito Karnavian itu tidak benar. Apalagi kasus daging dengan tersangka Patrialis Akbar itu sudah lama selesai proses hukumnya di KPK.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberikan keterangan mengenai penindakan terduga teroris seusai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

"Dan buku catatan yang disebut sebagai Buku Merah itu hanya sebagai petunjuk yang sudah diklarifikasi ke Basuki Hariman bahwa tidak benar memberikan uang ke Tito," ujar Neta melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/10).

Dengan begitu, lanjut Pane, Polri harus agresif dan cepat mengusut siapa di belakang Indonesia Leaks dan apa motivasinya membuka kasus Buku Merah yang sudah tuntas ditangani KPK.

"Jika Polri bisa agresif dan cepat mengungkap kasus hoax Ratna Sarumpaet tentunya Polri bisa cepat pula mengusut Indonesia Leaks yang terindikasi menyebar hoax agar tidak muncul kegaduhan di masyarakat," jelasnya.

Ketua Indonesia Police Watch Neta S Pane

Menurut dia, kasus buku merah terlihat sangat sarat dengan permainan manuver politik ketimbang kasus hukumnya. Apalagi, kasus hukumnya sudah selesai seperti kata Ketua KPK.

"Sasaran kasus buku merah ini jelas dan terang benderang hendak menyasar ke pemerintahan Jokowi, ada pun Kapolri Tito Karnavian hanya sebagai sasaran," ungkapnya. (Asp).



Andika Pratama