Terima Komisi Miliaran, Mantan Direktur Askrindo Dibui Kejagung Gedung Bundar Kejagung. (Foto: Kejagung)

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Direktur Askrindo, AFS sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi PT Askrindo Mitra Utama Tahun Anggaran 2016-2020.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menerangkan peran tersangka AFS adalah meminta dan menerima bagian dari share komisi yang tidak sah dari PT AMU.

Baca Juga:

COVID-19 Mereda, Kejagung Didesak Lacak Aset-Aset Tersangka Kasus Asabri

Diketahui dalam kasus ini terdapat pengeluaran komisi agen dari PT Askrindo kepada anak usahanya, PT Askrindo Mitra Utama, secara tidak sah yang dilakukan dengan cara mengalihkan produksi langsung (direct) PT Askrindo menjadi seolah-olah produksi tidak langsung melalui PT AMU (indirect).

"Peranan tersangka yaitu tersangka AFS ini meminta dan menerima bagian dari share komisi yang tidak sah dari PT AMU," ungkapnya.

Tersangka AFS ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Dalam rangka mempercepat proses penyidikan ini yang bersangkutan dilakukan penahanan, selama 20 hari terhitung hari ini 8 November sampai 27 November 2021. Tersangka ditahan di Rutan Salemba Kejari Jaksel," ucapnya.

Tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula pada kurun 2016-2020, ketika terdapat pengeluaran komisi agen dari PT Askrindo kepada anak usahanya, PT Askrindo Mitra Utama, secara tidak sah yang dilakukan dengan cara mengalihkan produksi langsung (direct) PT Askrindo.

Dengan pengalihan ini, seolah-olah produksi tidak langsung melalui PT AMU (indirect) yang kemudian sebagian di antaranya dikeluarkan kembali ke oknum di PT Askrindo secara tunai seolah-olah sebagai beban operasional. Tanpa didukung dengan bukti pertanggungjawaban atau dilengkapi bukti pertanggungjawaban fiktif sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Kejagung. (Foto: Antara)
Kejagung. (Foto: Antara)

Dalam perkara tersebut penyidik telah melakukan penyitaan sejumlah uang dari share komisi sejumlah Rp 611.428.130 (juta), USD 762.900 dan SGD 32 ribu. Sementara itu, saat ini tim BPKP sedang menghitung kerugian keuangan negara.

"Saat ini sedang dilakukan penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Leonard.

Kejagung sebelumnya juga telah menetapkan dua tersangka. Adapun kedua tersangka itu adalah WW, selaku mantan karyawan PT Askrindo Mitra Utama dan mantan Direktur Pemasaran PT Askrindo Mitra Utama (PT AMU); serta FB, mantan karyawan PT Askrindo dan mantan Direktur Kepatuhan dan SDM PT Askrindo. (Knu)

Baca Juga:

Kejagung Sita Aset Seluas 60 Ribu Meter Persegi Milik Tersangka Kasus Asabri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Diminta Pastikan WNI Aman dan Dorong Rekonsiliasi Damai di Afghanistan
Indonesia
Pemerintah Diminta Pastikan WNI Aman dan Dorong Rekonsiliasi Damai di Afghanistan

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan, saat ini prioritas pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Luar Negeri yaitu memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI).

KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Nurdin Abdullah

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan yang menjerat Nurdin Abdullah.

PT KAI Minta Masyarakat Tak Berbuat Curang agar Lolos Mudik Lebaran
Indonesia
PT KAI Minta Masyarakat Tak Berbuat Curang agar Lolos Mudik Lebaran

Kereta Api Indonesia (KAI) meminta para calon penumpang di masa larangan mudik Idulfitri 1442 Hijriah untuk tidak berbuat curang.

Pendatang dari Negara dengan Kasus Omicron Tinggi Wajib Karantina 10 Hari
Indonesia
Pendatang dari Negara dengan Kasus Omicron Tinggi Wajib Karantina 10 Hari

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan ketentuan terbaru terkait masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri maksimal menjadi sepuluh hari.

Soal Impor Beras, Sekjen PDIP Serang Mendag M. Luthfi
Indonesia
Soal Impor Beras, Sekjen PDIP Serang Mendag M. Luthfi

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai Menteri Perdagangan (Mendag) M. Luthfi kurang paham tujuan bernegara yang berorientasi pada kesejahteraan umum.

Gak Perlu Panik, Warga Positif COVID-19 Diminta Hubungi Camat atau Lurah
Indonesia
Gak Perlu Panik, Warga Positif COVID-19 Diminta Hubungi Camat atau Lurah

Warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Bandung diminta untuk menghubungi camat atau lurah untuk meminta isolasi mandiri (isoman).

Vaksinasi COVID-19 Anak di bawah 12 Tahun, Pemkot Yogya Tunggu Arahan Teknis Pusat
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Anak di bawah 12 Tahun, Pemkot Yogya Tunggu Arahan Teknis Pusat

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, pada 1 November 2021, kasus COVID-19 pada anak mencapai 13 persen dari total kasus secara nasional.

86 Anak Dari 53 Awak KRI Nanggala-402 Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi
Indonesia
86 Anak Dari 53 Awak KRI Nanggala-402 Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan merupakan amanah Presiden Joko Widodo.

Stasiun Tugu dan Solo Balapan Layani Pemeriksaan GeNose C19
Indonesia
Stasiun Tugu dan Solo Balapan Layani Pemeriksaan GeNose C19

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 mulai operasionalkan alat deteksi COVID-19, GeNose C19 di Stasiun Tugu, Yogyakarta dan Stasiun Solo Balapan, Solo, Jumat (5/2).

[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Luhut Panjaitan Ambil Alih Barcelona FC

Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Rahmat Joan di grup “Dukung Jokowi 3 Periode” bahwa Luhut Panjaitan mengambil alih klub sepak bola Barselona FC.