Terima Dubes Turki, Wapres Kiai Ma'ruf Ajak Kampanyekan Islam Damai Wapres Ma'ruf Amin saat terima kunjungan Dubes Turki untuk Indonesia Mahmut Kilic di Kantor Wapres, Rabu (12/2) (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Indonesia dan Turki telah lama menjalin kerja sama dalam berbagai bidang. Hubungan bilateral kedua negara menurut Wakil Presiden Ma'ruf Amin perlu ditingkatkan lagi termasuk dalam mengkampanyekan Islam yang penuh damai.

Hal ini diungkapkan Wapres Kiai Ma'ruf saat menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kilic di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (12/2).

Baca Juga:

Stafsus Ma'ruf Amin Isinya Orang NU dan MUI, Pengamat: Bagi-Bagi Jabatan

Kunjungan tersebut, menurut Dubes Kilic untuk berdiskusi tentan peningkatan kerja sama bilateral Indonesia dan Turki.

Wapres Ma'ruf Amin ajak kampanyekan Islam damai
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik Setwapres)

“Saya mengajak beliau bahwa kita harus menyuarakan ini, karena beberapa ideologi yang mengerikan sudah menghancurkan pemahaman kita terhadap Islam yang penuh damai dan saling mengerti satu sama lain,” kata Kilic usai pertemuan di Jakarta.

Lebih lanjut, Kilic mengatakan Turki dan Indonesia memiliki kesamaan dalam sejarah tradisional Islam serta dalam menerapkan ajaran agama Islam.

Indonesia dan Turki perlu bekerja sama dalam menyuarakan Islam moderat di saat dunia mulai menurunkan kepercayaannya akibat aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam.

“Kita sama-sama Islam yang moderat, tapi sayangnya suara kita tidak terlalu didengar di dunia yang modern ini. Kita akan meningkatkan kerja sama dalam menghadapi radikalisme,” tegasnya.

Dalam menghadapi aksi teror dan radikal, Kilic menilai salah satu upaya solutif yang dapat dilakukan adalah dengan menyebarkan pemahaman Islam moderat kepada masyarakat internasional. Sehingga, kerja sama antarnegara dalam mengkampanyekan Islam yang damai dan anti-perang harus terus digalakkan.

“Kita harus bersatu, bersama-sama menyuarakan itu. Insya Allah kita akan mengambil langkah-langkah kerja sama yang baik untuk perdamaian dunia, bukan hanya untuk perdamaian dunia Islam saja. Islam itu damai, kita harus kembalikan ke pemahaman itu,” ujarnya.

Baca Juga:

Pengamat Sebut Wapres Ma'ruf Amin Tak Sekuat JK

Sebagaimana dilansir Antara, dalam pertemuan itu, Dubes Kilic juga mengajak pimpinan perusahaan energi terbesar di Turki Karadeniz Holding, Nuri Dogan Karadeniz, yang juga pemilik perusahaan Karpowership Turki. Kedatangan pengusaha energi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki.(*)

Baca Juga:

Wapres Ma'ruf Amin: UIN Harus Redam Penyebarluasan Paham Radikal



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH