Terganjal Aturan, RUU HIP Tak Bisa Dikeluarkan dari Prolegnas 2020 Anggota Komisi I DPR Willy Aditya (MP/Kanu)

Merahputih.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Willy Aditya menjelaskan RUU HIP tidak bisa langsung dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020. Saat ini, RUU HIP sudah menjadi domain Pemerintah.

"DPR sudah ada aturannya, jika RUU sudah diambil keputusan di rapat paripurna, maka untuk membatalkannya harus di paripurna. Lalu saat ini, RUU HIP sudah masuk ranah Pemerintah, maka tunggu Pemerintah karena saat ini domainnya bukan di DPR," kata Willy di Jakarta, Jumat (3/7).

Baca Juga

Pemerintah Putuskan Tunda Pembahasan RUU HIP

Rapat Kerja Baleg DPR RI bersama Menkumham dan DPD menyepakati mengeluarkan 16 RUU dari Prolegnas Prioritas 2020, melakukan penambahan dan penggantian RUU di Prolegnas 2020. Dari 16 RUU tersebut, tidak ada RUU HIP dari daftar RUU yang dikeluarkan.

Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly sudah menjelaskan bahwa Pemerintah punya waktu 60 hari kerja setelah DPR mengirimkan RUU HIP.

Menurut Komisi I DPR ada potensi abuse of power dalam RUU Perlindungan Data Pribadi
Politisi Nasdem yang juga Anggota Komisi I DPR, Willy Aditya (Foto: antaranews)

Menurut Willy, sebelum batas waktu itu, Pemerintah akan mengeluarkan surat presiden (surpres), isinya bisa membatalkan atau menindaklanjuti RUU HIP.

"Sebelum batas waktu itu, Pemerintah akan kirimkan surpres, bisa membatalkan, bisa tindaklanjuti, bahkan surpres tanpa Daftar Inventarisir Masalah (DIM) pun tidak bisa dibahas," ujarnya.

Baca Juga:

Komisi I DPR Ingatkan Pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi

Karena itu, seperti dilansir Antara, masyarakat lebih baik menunggu DIM dari Pemerintah, apakah sesuai ekspektasi publik atau tidak terkait RUU HIP. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Nekat Adakan Dangdutan di Tengah Pandemi, Sejumlah Oknum Polisi Diperiksa Propam
Indonesia
Nekat Adakan Dangdutan di Tengah Pandemi, Sejumlah Oknum Polisi Diperiksa Propam

Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran sudah memerintahkan fungsi pengawas termasuk penekanan kembali kepada fungsi Propam

Catat Nih! Polri Tak Keluarkan Ijin Keramaian Saat Pilkada 2020
Indonesia
Catat Nih! Polri Tak Keluarkan Ijin Keramaian Saat Pilkada 2020

Polri akan bertindak tegas untuk menegakkan aturan

APBD Terkuras Gegara COVID-19, Ribuan ASN Pemkot Solo Tidak Terima Gaji ke-13
Indonesia
APBD Terkuras Gegara COVID-19, Ribuan ASN Pemkot Solo Tidak Terima Gaji ke-13

gaji ke-13 ASN salah satu sumbernya dari pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Iuran BPJS Naik, Pengamat: Jangan Salahkan Jokowi, Tapi Pembisiknya
Indonesia
Iuran BPJS Naik, Pengamat: Jangan Salahkan Jokowi, Tapi Pembisiknya

Presiden memang harus cepat mengambil sikap

Anak-Anak Pengungsi Merapi Masih Bisa Tetap Belajar
Indonesia
Anak-Anak Pengungsi Merapi Masih Bisa Tetap Belajar

Pemerintah Kabupaten Sleman memasang wireless fidelity (Wi-fi) gratis di lokasi pengungsian Merapi di desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan.

[HOAKS atau FAKTA]: Gunakan Barcode di Mal Bakal Jadi ODP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gunakan Barcode di Mal Bakal Jadi ODP

Beredar pesan berantai WhatsApp yang menyebutkan bahwa tujuan masuk mal menggunakan barcode ialah untuk mencari pengunjung apabila ada pasien positif corona.

Anggaran Kesehatan Untuk COVID-19 Dinilai Tidak Memadai
Indonesia
Anggaran Kesehatan Untuk COVID-19 Dinilai Tidak Memadai

Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran untuk penanganan COVID-19 dan PEN 2020 mencapai Rp695,2 triliun, sebanyak Rp87,5 triliun di antaranya untuk kesehatan.

Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Hasil Tes Swab Nakes yang Mesum di RSD Wisma Atlet

Oknum nakes tersebut tetap harus melakukan isolasi di RSD Wisma Atlet

[Hoaks atau Fakta]: Perusahaan Anak Jokowi Dapat Proyek Rp200 Miliar
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Perusahaan Anak Jokowi Dapat Proyek Rp200 Miliar

Cuitan tersebut dibagikan oleh akun Twitter Jara_Mbojo (twitter.com/umaralims) pada 18 April 2020.

Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik
Indonesia
Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik

Jumlah orang yang telah lolos penyaringan pada kunjungan pertama (V0) dan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, Jawa Barat berjumlah 1.447 orang.