Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di KPI Berpotensi Dijerat Pasal Berlapis Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Polres Metro Jakarta Pusat bergerak cepat mendalami kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MS. Polisi telah memeriksa satu orang saksi dari pihak KPI guna mengetahui rangkaian dugaan kasus tersebut.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa MS selaku pelapor sejak Rabu (1/9) malam.

"Dari semalam kami sudah periksa pelapor msa dengan dugaan pidana Pasal 289 dan atau 281 KUHP, itu pasal yang kami terapkan sebatas dugaan," ungkap Setyo di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (2/9).

Baca Juga

Studi: 70% Karyawan Cemas Soal Privasi Data Saat WFH

Pasal tersebut berisi pidana kekerasan terhadap orang dan melanggar norma kesponan. Setyo juga menyatakan pihaknya telah memeriksa satu orang saksi.

Kepolisian akan terus bekerja sama dengan pihak KPK karena semua terlapor merupakan pegawai KPI.

"Untuk saksi yang diperiksa masih satu dan kami akan bekerjasama dengan KPI karena yang dilaporkan semuanya adalah pegawai dari KPI," sambung Setyo.

Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan terhadap pegawai KPI berinisial MS.

Ilustrasi Foto Kekerasan Seksual
Ilustrasi Kekerasan Seksual

Dalam konteks ini, pemanggilan akan dilakukan terhadap para terlapor atau terduga pelaku. Setyo mengatakan, pihaknya akan memanggil para terduga pelaku pada hari Senin (6/9) mendatang.

"Untuk pemanggilan hari senin akan dilakukan pemanggilan," ungkap Setyo

Kasat Reskrim Polres Jakpus Kompol Wisnu Waardana menyampaikan, saksi yang diperiksa adalah pegawai dari KPI. Kata dia, yanh bersangkutan merupakan sopir yang bekerja di KPI.

"(Saksi) Dari pihak KPI, pegawai KPI juga. Ya (sopir), makanya kan saksi dari pihak KPI dulu, yang mengetahui," beber Wisnu.

Cerita MS tersebut beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp dengan maksud meminta perhatian akan adanya tindakan pelecehan seksual di mana korban dan pelaku adalah sama-sama pria.

MS mengaku dirinya merupakan pegawai kontrak di KPI yang bertanggung jawab di divisi Visual Data. Ia mengaku ingin sekali ke luar dari KPI karena sudah tidak kuat menahan perundungan yang dialaminya.

"Saya mau resign, sudah enggak kuat lagi," ucapnya.

Baca Juga

Pegawai KPI Pusat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Mengadu ke Komnas HAM

Dia mengaku telah mengalami perundungan dan pelecehan seksual oleh teman sekantornya sejak 2012.

Perlakuan tidak menyenangkan dari teman sekantor itu disebutkan MS, mulai dari diperbudak, dirundung secara verbal maupun non verbal, bahkan ditelanjangi.

Kejadian itu terus terjadi sampai 2014 hingga akhirnya MS divonis mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) usai ke psikolog di Puskesmas Taman Sari lantaran semakin merasa stres dan frustrasi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
6 Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air Terindentifikasi, Salah Satunya Mantan Ketua HMI
Indonesia
6 Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air Terindentifikasi, Salah Satunya Mantan Ketua HMI

"Seluruh korban teridentifikasi atau berhasil direkonsiliasi dengan DNA," ungkapnya.

WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM
Indonesia
WP KPK Yakin Jokowi Beri Respon Positif Soal Temuan Komnas HAM

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberi respon positif terkait temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Tujuh Kota Ini Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan dengan Intensitas Rendah Hingga Sedang
Indonesia
Tujuh Kota Ini Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan dengan Intensitas Rendah Hingga Sedang

Sedangkan Kota Mamuju dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang

Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka, Gibran Geram Ada Guru Mengajar Tak Pakai Masker
Indonesia
Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka, Gibran Geram Ada Guru Mengajar Tak Pakai Masker

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) selama hampir dua pekan.

Gage Dianggap tak Lagi Relevan, PDIP Minta Pemprov DKI Terapkan ERP
Indonesia
Gage Dianggap tak Lagi Relevan, PDIP Minta Pemprov DKI Terapkan ERP

Dengan begitu, ucap Gembong, sudah semestinya Pemprov DKI harus menerapkan sistem ERP di jalan raya Jakarta.

DPR: RUU Minol Tak Boleh Bertentangan dengan UU Ciptaker
Indonesia
DPR: RUU Minol Tak Boleh Bertentangan dengan UU Ciptaker

Politisi Golkar itu mengingatkan, dalam aspek perdagangan, pendapatan negara dari minuman beralkohol terbilang tinggi atau sekitar Rp5 triliun setiap tahun.

Azis Syamsuddin Bungkam Usai Diperiksa KPK
Indonesia
Azis Syamsuddin Bungkam Usai Diperiksa KPK

Dalam kasus ini, KPK menduga Stepanus bersama seorang pengacara Maskur Husain bersepakat dengan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai, M. Syahrial

MUI Tegaskan Vaksinasi COVID-19 Tak Batalkan Puasa
Indonesia
MUI Tegaskan Vaksinasi COVID-19 Tak Batalkan Puasa

Saat ini, Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 menyatakan vaksin tidak membatalkan puasa. Kecuali dimasukan melalui mulut

Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan
Indonesia
Jumlah Personel Pengamanan Sidang Rizieq Tergantung Tingkat Potensi Ancaman dan Kerawanan

Sidang perkara kekarantinaan kesehatan bakal degelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur

Pemkab Gunung Kidul Izinkan Belajar Tatap Muka Pekan ini
Indonesia
Pemkab Gunung Kidul Izinkan Belajar Tatap Muka Pekan ini

Pembelajaran tatap muka diawali pelajar kelas VI SD dan kelas IX SMP