berita-singlepost-banner-1
 Terdepaknya Susi dan Jonan Disebut Sebagai Korban Politik Praktis Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Dokumentasi KKP)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Sejumlah menteri yang dinilai punya prestasi bagus dalam Kabinet Kerja seperti Susi Pudjiastuti, Ignasius Jonan dan Wiranto tak lagi melanjutkan kiprahnya dalam Kabinet Indonesia Maju.

Hilangnya nama-nama menteri populer tersebut menurut pengamat politik Wempy Hadir tidak terlepas dari pragmatisme politik dan sebaran perwakilan kabinet dari koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Baca Juga:

Mahfud MD Jadi Orang Sipil Pertama yang Jabat Menko Polhukam

Tidak heran, Wempy menyebut terdepaknya Susi dan Jonan merupakan korban politik praktis meski ada alasan yang berbeda-beda dari ketiga figur tersebut.

Pengamat politik sebut Susi dan Jonan korban politik praktis
Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

"Saya melihat alasan untuk Wiranto mungkin soal kesehatan. Pasca penikaman terhadap dirinya di Banten beberapa waktu lalu, maka Wiranto istrahat cukup untuk memulihkan kondisi fisiknya. Menurut saya, sudah pas kalau Wiranto harus istrahat," kata Wempy kepada merahputih.com di Jakarta, Rabu (23/10).

Wempy melanjutkan untuk Susi dan Ignasius Jonan, kemungkinan besar mereka tak terpilih kembali menjadi menteri tak lepas adanya unsur politik.

"Untuk nama yang lain, saya kira memang tidak terlepas dari tarik menarik kepentingan partai politik koalisi. Dampaknya adalah mereka tergusur;" jelas Direktur Indo Polling Network ini.

Wempy melihat, mungkin saja Jokowi secara pribadi masih membutuhkan Susi dan Jonan, tapi situasi politik dan tarikan kepentingan yang tidak memungkinkan.

"Apalagi dua nama tersebut bukanlah kader parpol sehingga tidak punya sokongan secara politik. Mereka orang profesional murni. Padahal kinerja mereka selama menjabat menteri sangat layak untuk diapresiasi. Jadi jelas alasannya bukan soal kapasitas dan rekam jejak, tapi kepada soal dukungan politik," imbuh Wempy.

Sementara, nama-nama baru dalam kabinet adalah mereka yang selama ini menjadi bagian dari kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Contoh Erick Thohir, Wisnuthama, Bahlil dan tentu banyak lagi yang lainnya. Artinya distribusi kekuasaan yang terjadi saat ini merupakan manifestasi dari perjuangan saat pilpres kemarin. Siapa yang berjuang, dia akan diberikan peran dalam kekuasaan," imbuh Wempy.

Baca Juga:

Jokowi Jangan Sampai Pilih Menteri Agama yang Tak Paham Cara Beragama

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Prabowo dan Edhy Prabowo.

"Walaupun mereka tidak berkeringat atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, tapi karena kompromi politik bisa mendapatkan peran dalam kekuasaan," kata Wempy.

Ia melihat banyaknya muka baru dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan gambaran bahwa republik ini memiliki banyak stok kader terbaik yang siap untuk memajukan bangsa dan negara.

"Walaupun di sisi yang lain, nuansa politis dalam kabinet Indonesia maju juga sangat kental," pungkas Wempy Hadir.(Knu)

Baca Juga:

Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Pendukungnya Diminta 'Tobat'


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6