Terdampak Corona, Sektor Wisata di Yogyakarta Kehilangan Pemasukan Ratusan Miliar Gunung Purba di Gunungkidul kini sepi sejak pandemi corona merebak (Foto: Dispar DIY)

MerahPutih.Com - Ribuan destinasi wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhenti beroperasi sejak Maret 2020 akibat mewabahnya virus corona. Penutupan ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga Mei 2020. Pelaku wisata dan Pemerintah daerahpun kehilangan pemasukan hingga ratusan juta miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemkab Gunungkidul Hary Sukmono menjelaskan pihaknya mencatat ada 42 destinasi wisata yang tutup sejak 24 Maret 2020. Akibatnya 3.635 sumber daya manusia (SDM) terdampak.

Baca Juga:

Pimpinan DPRD DKI Jakarta Setuju KRL Jabodetabek Dihentikan

"Kami hitung-hitung estimasi kehilangan peredaran uang dari sektor pariwisata hingga Mei 2020 sekitar 100 miiar. Tapi kalau sampai Desember bisa lebih dari Rp500 miliar," jelas Hary di Yogyakarta, Jumat (17/4).

Kompleks Candi di Yogyakarta tampak sepi
Sejumlah wisatawan menikmati candi di Yogykarta (Foto: Dispar DIY)

Masa tanggap darurat sektor pariwisata berlangsung dari Maret sampai Mei. Sedangkan masa pemulihan pada Juni hingga Desember 2020 dan tahap normalisasi pada Januari hingga Desember 2021. Pemkab Gunung kidul mengimbau kepada pelaku usaha untuk mencariusaha baru smeentara demi dapur tetap mengepul. Sementara bagi warga yang tidak bisa mendapatkan penghasilan, Pemkab akan mendata. Dan kemudia mendorong warga untuk mendaftar ke kartu pra kerja atau pelatihan sesuai kapasitas yang dimiliki.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan perkiraan kerugian di sektor pariwisata selama Corona mencapai puluhan miliar.

Gunung Merapi di Yogyakarta
Wisata Gunung Merapi di Yogyakarta (Foto: Dispar DIY)

"Kerugian akibat kehilangan pendapatan dari pajak hotel, restauran dan hiburan mencapai Rp 29.41 Miiar. Terdiri dari pajak hotel Rp.12,32 M, pajak Restoran sekitar Rp.13,25 M, tempat hiburan sebesar Rp.2,56 M dan retribusi Rp.1,28 M," kata Sudarningsih.

Baca Juga:

Kemenkes Permudah Penerbitan Izin Edar Bagi Industri yang Produksi APD

Jumlah tersebut belum termasuk potensi kehilangan pemasukan para pelaku usaha akibat tidak ada kunjungan wisata.

"Kami dapat info wisata lava tour yang selama tanggap darurat covid 19 mengalami kerugian sekitar Rp.4,2 M. Lalu untuk pemondokan dan villa di Kaliurang sekitar Rp.4,5 M, dan itu belum termasuk dengan aktivitas ekonomi lainnya di daerah Kaliurang," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta.

Baca Juga:

Kepala Daerah Tak Bisa Gegabah Hentikan Perjalanan KRL Atas Nama PSBB



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH