Terdampak Corona, Penjualan Daging Sapi di Yogyakarta Masih Merosot Tajam Suasana pasar tradisional di Yogyakarta. Foto: MP/Teresa Ika

MerahPutih.com - Penyebaran wabah COVID-19 turut berimbas buruk kepada para pedagang daging Sapi. Mereka mengeluh penjualan menurun drastis sejak Maret 2020.

Salah seorang pedagang daging Sapi di Pasar Colombo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Astuti mengatakan turunnya permintaan daging sapi akibat berkurangnya pesta pernikahan dan event besar.

Baca Juga

Umat Islam Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Saat Salat Idul Adha

"Awal-awal corona orang pada nggak gelar hajatan. Yang punya cathering sepi order. Jadi daging nggak laku," kata wanita yang biasa dipanggil Tuti ini, Sabtu (10/7).

Selain itu itu sejumlah rumah makan dan warung juga menutup sementara usaha mereka. Hal ini membuat dirinya kekurangan pembeli. Walau permintaan menurun harga daging sapi cenderung stabil. Saat ini harga daging berkisar Rp 100.000 hingga Rp 130.000 per kg.

Terpisah, Waginem, pedagang Pasar Rakyat Argosari Waginem di Gunung Kidul, mengatakan saat ini permintaan daging sapi lebih rendah dibandingkan saat kasus antraks yang menimpa di wilayah ini.

Suasana pasar tradisional di Yogyakarta
Suasana pasar tradisional di Yogyakarta. Foto: MP/Teresa Ika

Hal ini disebabkan karena melemahnya daya beli masyarakat. Virus Corona membuat warga lebih banyak berhemat dan irit makanan. Selain itu penutupan sektor pariwisata turut membuat permintaan terjun bebas.

"Sekarang kalau lagi ramai, sehari bisa terjual sekitar 10 kilogram. kalau sepi permintaan lebih rendah lagi. Padahal dulu waktu masih normal 10 kilogram itu pas kondisi paling sepi," tutur dia.

Baca Juga

Penerbangan International di Bandara YIA Dibuka Kembali, Ini Syarat Wajib Calon Penumpang

Ia mengatakan harga daging sapi saat ini berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per kilogram, tergantung dari kualitas daging sapi. Permintaan daging sapi paling banyak dari pedagang baso dan rumah makan. Namun permintaan tidak banyak, seperti kondisi normal.

Dirinya berharap kondisi kembali normal, dan ekonomi kembali bangkit. Apalagi saat ini sektor pariwisata mulai perlahan dibuka kembali. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 TGUPP Era Anies Dikritik Lantaran Kinerjanya Tidak Jelas
Indonesia
TGUPP Era Anies Dikritik Lantaran Kinerjanya Tidak Jelas

"Kalau ini dikasih (anggaran) 18,9 miliar uangnya buat apa saja? Kalau mau tetap hidup silakan pakai dana operasional gubernur," ujar Prasetyo

Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko "Kabur" Usai Diperiksa KPK
Indonesia
Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko "Kabur" Usai Diperiksa KPK

Deddy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Jepang
Dunia
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Jepang

Pemberian gelar terhadap Megawati berlangsung khidmat d Gedung Utama Universitas Soka.

Ketua KPK Ultimatum Kepala Daerah soal Uang Ketok Palu APBD
Indonesia
Ketua KPK Ultimatum Kepala Daerah soal Uang Ketok Palu APBD

Menurut Firli, korupsi muncul salah satunya bersumber dari 'ketok palu' dalam rangka pengesahan APBD.

Artis Tio Pakusadewo Segera Diadili
Indonesia
Artis Tio Pakusadewo Segera Diadili

"Berkas sudah p21," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Pengamat Heran DPRD Enggak 'Teriak' Dari Awal Soal Revitalisasi Monasi
Indonesia
Pengamat Heran DPRD Enggak 'Teriak' Dari Awal Soal Revitalisasi Monasi

Pemprov DKI nantinya bisa melanjutkan proyek revitalisasi tersebut

Menag Fachrul Razi Waspadai Dampak Aksi Terorisme di Eropa
Indonesia
Menag Fachrul Razi Waspadai Dampak Aksi Terorisme di Eropa

Menurut Menag, terorisme adalah persoalan serius bagi kedamaian dunia. Gerakan ini kerap menghalalkan segala cara dalam melakukan tindak kekerasan, termasuk dengan justifikasi agama.

UMK Bekasi Naik Hampir Rp300 Ribu
Indonesia
UMK Bekasi Naik Hampir Rp300 Ribu

Kenaikan besaran upah ini melalui negosiasi alot berujung pengambilan keputusan lewat pengambilan suara terbanyak.

Sekelompok Warga Nongkrong di Jalanan Dibubarkan Polisi dan Tentara
Indonesia
Sekelompok Warga Nongkrong di Jalanan Dibubarkan Polisi dan Tentara

Aparat gabungan TNI dan Polisi menggelar patroli untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) di kawasan Jakarta.

Dewas KPK Masih Pelajari Laporan ICW Soal Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri
Indonesia
Dewas KPK Masih Pelajari Laporan ICW Soal Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Firli berkukuh mengambil alih penanganan kasus yang saat itu dilakukan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud)