Terdakwa Ungkap Kekuatan Joko: Mau Ponakan Dirjen atau Menteri, Saya Tidak Peduli Ilustrasi - JPU menghadirkan 6 saksi dalam perkara dugaan pemberian suap kepada mantan Mensos Julari Batubara di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/3) (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Direktur Utama PT. Tigapilar Argo Utama, Ardian Iskandar Maddanatja mengaku ditagih komitmen fee oleh Matheus Joko Santoso saat masih menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos).

Permintaan fee itu berkaitan dengan pengadaan paket bantuan sosial (bansos) yang tidak lain dikerjakan PT. Tigapilar Argo Utama.

Baca Juga

Sidang Bansos, Ahli: Penunjukan Langsung Vendor Jadi Kewenangan Penuh KPK

Permintaan fee ini mulanya disampaikan oleh manager PT. Pesona Berkah Gemilang, Muhammad Abdurrahman. PT Pesona Berkah Gemilang merupakan perusahaan yang menyediakan isi paket bansos dari PT. Tiga Pilar Agro Utama.

"Abdurahman bilang ke saya, bahwa ini di suruh sama bu Sona (Direktur Utama PT Pesona Berkah Gemilang Sonawangsih) untuk ngecek apakah pembayaran Tiga Pilar sudah dibayar oleh Kemensos," kata Ardian saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tipikor Jakarta, Senin (12/4).

Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22-3-2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia
Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22-3-2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Mendengar pernyataan Ardian, jaksa penuntut umum (JPU) lantas menelisik pertemuan Ardian dengan Matheus Joko Santoso. Diduga pertemuan itu terjadi di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"Jadi pak Abdurrahman bilang, mungkin Pak Joko belum dibayar fee-nya jadi untuk jelasnya ketemu langsung bicara-bicara, jadi saya langsung datang pak siang itu juga," ucap Ardian.

"Terus ketemu?," tanya Jaksa Muhammad Nur Azis.

"Ketemu, kemudian diperjelas lagi oleh Pak Joko, kemudian akhirnya malamnya ketemu ibu Lia (Nujulia Hamzah)," ujar Ardian.

Dalam pertemuan itu, Ardian mengaku ditagih fee oleh Matheus Joko Santoso. Karena apabila tidak dibayarkan, pencarian paket pengadaan bansos itu akan tersendat.

"Dia (Matehus Joko Santoso) bilang, 'mana komitmen fee nya?' kalau kamu pergi saya baru tahu pak, karena saya nggak ada pembicaraan apa apa, yang jelas itu masalahnya ada di ibu Lia, saya sudah terangkan perjanjian saya dengan ibu Lia 90 ribu per paket. Jadi saya sudah serahkan semua dari tanggal belasan September. Karena saya kesitu sudah tanggal 2 Oktober, atau pertengahan Oktober," beber Ardian.

Ardian pun mengaku, jika tidak membayarkan fee, tidak lagi bisa mendapatkan paket pengadaan bansos.

"Dia bilang pokoknya kalau nggak ada pembayaran tidak bisa dilanjutkan untuk pengurusan," cetus Ardian.

Ardian juga tidak mengetahui uang fee yang disepakati senilai Rp 30 ribu, ada Rp 10 ribu untuk Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial.

"Saya tidak terima Informasi itu," tegas Ardian.

"Pak Joko hanya minta fee gitu aja ya nggak khusus?," telisik Jaksa.

"Saya bilang waktu itu pak ini Nuzulia keponakannya Dirjen loh pak kemudian pak Joko bilang nggak peduli keponakan Dirjen keponakan menteri pokoknya, saya minta. Gitu pak," cetus Ardian.

"Jadi intinya ada kewajiban peritah dari Joko dia harus mengumpulkan gitu ya?," tanya Jaksa.

"Iya," tandas Ardian. (Pon)

Baca Juga

Penerima Bansos Dihadirkan dalam Sidang, Ini Kesaksiannya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Selandia Baru Tetapkan Pelaku Penembakan Masjid Christchurch sebagai Entitas Teroris
Indonesia
Selandia Baru Tetapkan Pelaku Penembakan Masjid Christchurch sebagai Entitas Teroris

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern telah menetapkan Brenton Tarrant, pelaku serangan maut 2019 di dua masjid di Christchurch, sebagai entitas teroris.

Parpol Dukung Bobby dan Gibran karena Berpeluang Menang di Pilkada
Indonesia
Parpol Dukung Bobby dan Gibran karena Berpeluang Menang di Pilkada

"Siapa yang memiliki peluang menang besar, maka akan didukung," jelas Ujang

Sebagian Wilayah Jawa dan Sumatera Berpotensi Hujan Lebat
Indonesia
Sebagian Wilayah Jawa dan Sumatera Berpotensi Hujan Lebat

Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di perairan barat Sumatera Utara

[Hoaks atau Fakta]: Erick Thohir Ungkap Ada Chip Dalam Vaksin COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Erick Thohir Ungkap Ada Chip Dalam Vaksin COVID-19

Isi dari wawancara dalam video tersebut menceritakan bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan AS dengan perusahaan swasta AS yakni Apiject Systems of America.

LIPI: Jangan Sampai Orang Terpapar COVID-19 Meningkat Tajam Setelah Pilkada
Indonesia
LIPI: Jangan Sampai Orang Terpapar COVID-19 Meningkat Tajam Setelah Pilkada

Karena minim kontak langsung, bisa menjauhkan kebiasaan praktik buruk pilkada sebelum-sebelumnya

Vaksinasi Corona Selama Ramadan, Penyuntikan Dilakukan Usai Tarawih
Indonesia
Vaksinasi Corona Selama Ramadan, Penyuntikan Dilakukan Usai Tarawih

Vaksinasi corona di tengah bulan suci Ramadan bisa dilakukan usai berbuka puasa dan usai salat tarawih.

Harga Swab Diklaim Enggak Lebih dari Rp800 Ribu, Satgas COVID-19: Masih Dikaji Terus
Indonesia
Harga Swab Diklaim Enggak Lebih dari Rp800 Ribu, Satgas COVID-19: Masih Dikaji Terus

Sejumlah rumah sakit dan laboratorium di Indonesia mematok harga Rp800 ribu - Rp2,5 juta

COVID-19 Dinilai Jadi Pertaruhan Kemandirian Negara
Indonesia
COVID-19 Dinilai Jadi Pertaruhan Kemandirian Negara

Pandemi ini mengajarkan seluruh pihak untuk memiliki ketahanan

Rencana Penyederhanaan Birokrasi Berlanjut
Indonesia
Rencana Penyederhanaan Birokrasi Berlanjut

Kemendagri telah melakukan peyederhanaan birokrasi Tahap I pada akhir 2020. Pada tahapan itu, Kemendagri telah menyetarakan sebanyak 808 pejabat struktural.

KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi
Indonesia
KPK Prihatin 3 Wali Kota Cimahi Berturut-turut Jadi Tersangka Korupsi

Ajay diduga telah menerima suap sebesar Rp1,66 miliar dari Hutama Yonathan secara bertahap dari kesepakatan suap sebesar Rp3,2 miliar.