Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci Aurelia, Divonis Bui Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa terdakwa kecelakaan maut Karawaci, Aurelia Margaretha Yulia (26). (Foto: Kanugrahana).

MerahPutih.com - Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis bersalah terhadap terdakwa kecelakaan maut Karawaci, Aurelia Margaretha Yulia (26). Dalam sidang yang digelar Selasa (25/8), Hakim Ketua Arif Budi Cahyono menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara bagi Aurelia.

Menurut hakim, perbuatan Aurelia memenuhi pasal 311 ayat (5) Juncto Pasal, 310 ayat (4) Undang Undang No 22 Tahun 2009. Namun, vonis ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU menuntut agar penabrak Andre Njotohusodo (50) dan anjingya, hingga meninggal dunia itu selama 11 tahun penjara.

Baca Juga:

Di Persidangan Teman Dekat Aurelia Beberkan Terdakwa Minum Miras Sebelum Kecelakaan Karawaci

"Menyatakan Aurelia Margaretha sah bersalah melakukan pidana. Sengaja mengemudikan kendaraan membahayakan bagi nyawa hingga membuat orang lain meninggal. Menetapkan terdakwa tetap ditahan," kata Arif di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (25/8).

Arif menjelaskan, yang memberatkan adalah Aurelia mengemudikan kendaraan dengan kencang tanpa memperhatikan batas maksimal kecepatan, minum minuman beralkohol dan tidak meminta maaf pada keluarga korban.

Hakim meyakini terdakwa mengemudikan dengan kecepatan tinggi diatas 30 km/per jam adalah bentuk kesengajaan. Selain itu, sebelum mengemudikan kendaraan, terdakwa minum minuman dengan kadar alkohol 19 persen merupaka kesengajaan. Padahal tidak diperbolehlan.

“Yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya," sebut Arif.

terdakwa kecelakaan maut Karawaci, Aurelia Margaretha Yulia
Terdakwa kecelakaan maut Karawaci, Aurelia Margaretha Yulia. (Foto: Kanugrahana).

Soal penyakit bipolar, majelis hakim sependapat karena ada keterangan saksi, ahli dan rekam jejak medis terdakwa. Adapula surat dari dokter.

"Meski mengidap bipolar terdakwa tidak bisa terbebas dari tuntutan. Ini sesuai dengan keterangan ahli dokter Natalia, penyakit bipolar tak bisa membebaskan dari hukuman," ungkap Arif.

Mendengar vonis yang rendah ini, JPU dan pihak pengacara masih pikir-pikir terkait vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Seperti diketahui, kecelakaan itu terjadi pada Minggu (29/3) sore di Jalan Khatulistiwa, Perumahan Lippo Karawaci, Kota Tangerang. Korban saat itu sedang joging bersama anak dan anjingnya.

Tiba-tiba datang mobil Honda Brio yang dikemudikan Aurelia Margaretha. Seketika Aurelia Margaretha menabrak Andre dan anjingnya. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Begitu juga anjing milik korban.

Kecelakaan itu terjadi setelah Aurelia Margaretha pulang dari restoran Korea. Aurelia Margaretha mengaku sempat minum soju di restoran tersebut.

Jaksa Penuntut umum menjerat terdakwa dengan dakwaan berlapis Pasal, 311 ayat ( 5 ) Juncto Pasal, 310 ayat ( 4 ) Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang kalulintas dan angkutan jalan, dengan ancaman hukuman 12 Tahun Penjara. (Knu)

Baca Juga:

Sebelum Tabrak Korban Hingga Meninggal, Aurelia Akui Minum Miras dan Lihat HP saat Nyetir

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Pasang Status Tiket Pesawat Sebelum Terbang
Indonesia
Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Pasang Status Tiket Pesawat Sebelum Terbang

Kedua keluarga penumpang pesawat tersebut saat ini menuju ke Jakarta untuk menanyakan kabar terbaru terkait nasib penumpang itu.

Pengamat: Program Paslon Masih Normatif, IMAN Beri Kejutan
Indonesia
Pengamat: Program Paslon Masih Normatif, IMAN Beri Kejutan

Sejak sesi pertama sampai sesi terakhir pasangan ini tampil progresif dan percaya diri

Mabes Polri Ungkap Alasan Tolak Gatot Nurmantyo Cs Jenguk Pentolan KAMI
Indonesia
Mabes Polri Ungkap Alasan Tolak Gatot Nurmantyo Cs Jenguk Pentolan KAMI

Sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seperti Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin mau menjenguk rekan-rekan mereka yang ditahan.

DPR Minta Pemerintah Berlakukan Moratorium Bebas Visa untuk Turis Tiongkok
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Moratorium Bebas Visa untuk Turis Tiongkok

Pemerintah diminta melakukan penguatan pengawasan dan deteksi dini

Menkes Sebut Corona Tak Perlu Ditakuti, Ini Alasannya
Indonesia
Menkes Sebut Corona Tak Perlu Ditakuti, Ini Alasannya

Menkes Terawan Agus Putranto meyakinkan bahwa virus corona bukan hal yang menakutkan.

KRI Teluk Ende Dikerahkan Kirim Kebutuhan Pokok dan Relawan ke Sulbar
Indonesia
KRI Teluk Ende Dikerahkan Kirim Kebutuhan Pokok dan Relawan ke Sulbar

Awalnya Kapal Angkatan Laut (KAL) Mamuju II-6-64 akan digunakan untuk upacara tabur bunga

Langkah-langkah yang Harus Diambil Pemerintah Hadapi Ancaman Gelombang PHK
Indonesia
Langkah-langkah yang Harus Diambil Pemerintah Hadapi Ancaman Gelombang PHK

Bukan tak mungkin bisa memicu munculnya gelombang PHK di berbagai sektor lainnya.

DPR Sebut Jakarta Layak Diisolasi Karena Jadi Lokasi Penyebaran Corona
Indonesia
DPR Sebut Jakarta Layak Diisolasi Karena Jadi Lokasi Penyebaran Corona

Saat ini pemerintah seperti kesulitan mendeteksi karena pergerakan orang sangat dinamis

Bawaslu Tetapkan 2 Pejabat dan Satu Calon Walikota Tersangka Pilkada Riau
Indonesia
Bawaslu Tetapkan 2 Pejabat dan Satu Calon Walikota Tersangka Pilkada Riau

Hasil pengawasan jajaran Bawaslu di sembilan kabupaten/Kota, terdapat dua dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon melalui media sosial.

Bawaslu Akui Aturan Penindakan Protokol Kesehatan Cakada Perlu Diubah
Indonesia
Bawaslu Akui Aturan Penindakan Protokol Kesehatan Cakada Perlu Diubah

Bawaslu janji tidak akan akan lempar tanggung jawab jika ditemuka adanya pelanggaran pidana dalam pilkada serentak