Tercabik Akibat Perang Sipil, Teheran Desak Rusia Jaga Keutuhan Wilayah Suriah Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) memadamkan api di ladang gandum yang terbakar saat bertempur dengan militan Negara Islam di Raqqa, Suriah(ANTARA FOTO/REUTERS/Goran Tomasevic)

MerahPutih - Setiap kesepakatan mengenai Suriah harus memperhatikan keutuhan wilayahnya, kata Ketua Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran (SNSC) Ali Shamkhani di Ibu Kota Iran, Teheran, kata Press TV.

Dalam satu pertemuan dengan Utusan Khusus Rusia mengenai Suriah Alexander Lavrentiev, yang sedang berkunjung, ia mengatakan setiap kesepakatan mesti memperhatikan satu "prinsip yang bisa diubah". Ali Shamkhani mengatakan itu "tak boleh mempersiapkan dasar bagi pemecahan Suriah".

Ia menegaskan semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan Suriah harus menghormati kedaulatan nasional negeri tersebut.

Pejabat Keamanan Iran itu memperingatkan Israel dan sekutunya sedang bekerja untuk merusak kedaulatan Pemerintah Sah Suriah.

Sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu (16/7) pagi, ia menggambarkan sebagai tak bisa diterima sama sekali tindakan oleh beberapa kelompok teroris untuk memanfaatkan pembicaraan politik dan gencatan senjata untuk memulihkan kekuatan.

Sementara itu, Lavrentiev mengatakan Iran, Rusia dan Suriah memainkan peran utama dan peran penentu dalam perangg melawan aksi teror.

Iran dan Rusia telah muncul sebagai sekutu kuat regional buat Suriah dalam konfilk berlarut di negeri tersebut.

Pada 10 Juli, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Parlemen Iran kembali menyatakan Iran akan melanjutkan misi penasehat militernya buat Suriah dalam perangnya melawan aksi teror.

"Kami memiliki hak untuk mendukung rakyat dan Pemerintah Suriah dalam perang melawan pelaku teror," kata Alaeddin Boroujerdi dari parlemen Iran.(*)

Sumber: ANTARA


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH