Terbongkar, Modus Garong Rumah Berkedok Karyawan PLN dan PDAM! Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menunjukkan barang bukti kejahatan petugas PLN Palsu (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi menangkap 4 orang sindikat pencurian rumah berkedok sebagai petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) berinisial J, S, M, RA.

"Pelaku kejahatan ini modusnya mereka menjadi pekerja PLN atau PDAM. Modus dia berpura pura jadi pegawai kemudian gedor pintu hingga korban keluar rumah," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di rumah salah satu korban, Kampung Bali 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Uang yang mereka ambil mencapai Rp 10 Juta dan beberapa uang Ringgit Malaysia. Modusnya, setelah korban keluar, pelaku langsung mengajak ngobrol hingga korban seakan terperdaya. Biasanya yang disasar adalah ibu-ibu.

"Salah satu pelaku masuk ke dalam ruang utama. Mereka bobol lemari atau tempat penyimpanan harta. Kejadian cepat sekali paling lama 5 menit lalu pergi," jelas Heru.

Baca Juga:

Mensos Beri Santunan untuk Keluarga Korban Banjir Cipinang Melayu

Para pelaku, melakukan secara berkelompok. Ada yang menunggu di depan sambil menunggangi motor dan mengalihan perhatian dengan cara mengukur listrik hingga perhatian korban terpecah.

"Nah ada pelaku yang bertugas mencari benda berharga dengan cara mencongkel. Dia ada beberapa alat yang digunakan seperti obeng untuk congkel lemari dan pintu," kata Heru Novianto.

Para pelaku juga melengkapi dirinya dengan senjata tajam. Mereka tak segan melukai korban jika melawan.

Heru menilai, pengakuan pelaku asal Makasar ini yang sudah beraksi lima tahun ini kerap melakukan pencurian serupa di beberapa lokasi.

"Seperti di Kampung Bali, Jalan Kartini, di wilayah Tangerang, Jakarta Timur dan Jaksel ada tiga lokasi," ungkap Heru.

Para pelaku kerap melakukan survei dan mencari korban yang terlihat lengah. "Mental dia untuk mencuri luar biasa sehingga korban tak sadar jadi korban," jelas Heru.

Ternyata, salah satu pelaku J tinggal di Apartemen di kawasan Kemayoran. Ia diduga bisa tinggal di sana dari hasil uang pencurian lantaran para pelaku semuanya menganggur.

"Pelaku tinggal di sana dengan keamanan yang cukup ketat. Tak bisa sembarangan bisa menemuinya. Kalau mau anter makan harus satpam di bawah yang ambil," jelas Heru.

Salah satu korban petugas PLN Palsu (MP/Kanugraha)

Selama 4 tahun terakhir pelaku bisa lolos karena menghindari CCTV. "Mereka sebelumnya survei ada CCTV atau engga kalau ada CCTV dia enggak akan mau. Modus lama tapi masyarakat enggan untuk melapor jadi tak terungkap," jelas Heru.

Heru meminta warga agar jangan mudah percaya kepada siapapun yang datang atau yang mengaku dari instansi baik dari petugas PLN atau PDAM.

"Kepada masyarakat enggak usah dibuka pintu, atau cukup dari pager (tanya) surat tugas, kalau enggak ada enggak usah dibuka," imbuh Heru.

Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat AKP Yuan Irsyadi mengatakan, para pelaku membagi keuntungannya secara merata. "Paling besar ketua kelompok si J. Kalau dapatnya Rp 10 juta ya dibagi-bagi," jelas Yuan.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, para pelaku dijerat pasal 363 KUHP. "Ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Susatyo.

Sementara, anak sang pemilik rumah, Iqbal (65) mengaku tak menyangka ada kejadian pencurian di rumah sang ibu yang sudah berusia 90 tahun ini.

Baca Juga:

Meski Banjir, Hakim PN Jakarta Pusat ini Tetap Ngantor Gunakan Kolor

Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi akhir Desember 2019 lalu ketika hari Minggu pagi. "Pada hari Minggu pagi ibu saya tinggal sendiri tapi tiap hari ada anaknya yang nemenin," kata Iqbal.

Iqbal berterima kasih dengan pihak kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku. Ia hanya berharap semua pelaku dihukum tegas.

"Kamk terima kasih kepada Polres Metro Jakarta Pusat. Mudah-mudahan kejadian di rumah kami enggak terjadi di tempat lain karena modusnya memang ngaku sebagau petugas PLN dan mencari rumah kosong atau yang enggak ada isinya," jelas Iqbal. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH